<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094</id><updated>2012-02-16T16:21:35.689+07:00</updated><category term='Go Green'/><category term='Puisi'/><category term='Sport'/><category term='Pramuka'/><category term='Edukasi'/><category term='Buku'/><category term='Antologi'/><category term='Teknologi'/><category term='Budaya'/><category term='True Story'/><category term='Inspirasi dan Motivasi'/><category term='Telatah'/><category term='Living history'/><category term='Tips'/><category term='Flash Fiction'/><category term='Cerpen'/><category term='Kutipan'/><category term='Musik'/><category term='Curhat'/><category term='Info Lomba'/><title type='text'>Annas Tupank Blogs</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-5500517442937256721</id><published>2011-11-19T14:55:00.001+07:00</published><updated>2011-11-19T15:22:53.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sport'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>...dan bibir Abang pun berdarah Oleh-nya</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Lj8am1aX1Ik/TsdhaVWpISI/AAAAAAAAAtM/zaND_WMtK1U/s1600/Timnas+U-23.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-Lj8am1aX1Ik/TsdhaVWpISI/AAAAAAAAAtM/zaND_WMtK1U/s1600/Timnas+U-23.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Timnas U-23 Picture from www.antaranews.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap malam warung kopi itu selalu ramai. Malam ini pengunjungnyalebih ramai dari malam-malam biasa. Karena banyak yang inginmenyaksikan pertandingan Tim Nasional Indonesia U-23 berhadapan denganTim Nasional Malaysia di Gelora Bung Karno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fa’iq, lelakiberkulit sawo matang dengan model rambut cepak dan kacamata minus. itududuk dikursi paling dekat dengan televisi. Dia hanya diam, menyaksikandengan khusyu setiap gerak langkah pemain merah putih. Berbeda denganpara penonton lainnya yang selalu riuh mengomentari aksi para pemain dilapangan hijau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya kata “Aduh!” yang selalu terucapdari bibirnya sambil menepuk pelan lutut atau menggaruk kepala. Sepertimerasakan kesakitan saat melihat Ferdinand Sinaga gagal memanfaatkanpeluang untuk mencetak gol, kekalahan Yongki dalam duel diudara ataukontrol bola yang kurang cermat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;#&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tinggaldi pemukiman padat penduduk yang kumuh. Rata-rata warganya bekerjasebagai kuli panggul dipelabuhan dan nelayan kecil yang lebih banyakbekerja menggunakan otot daripada otak. Di mata mereka Fa’iq hanyalahpemuda pengangguran. Karena setamat SMA Fa’iq tidak melanjutkan kuliahdan enggan mencari pekerjaan seperti kebanyakan anak muda lainnya.Sebenarnya dia sedang merintis usaha sendiri namun segala upayanyatidak pernah dipandang dan sering disepelekan. Bahkah oleh saudaranyasekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fa’iq cukup memahami saudaranya yang hanyatamatan sekolah dasar, harus bekerja keras setiap hari untuk mencukupikebutuhan hidup keluarga. Wajar bila mereka tidak bisa memahami polapikirnya yang hidup di era modern dengan perkembangan teknologi. Diaingin menciptakan perubahan agar kehidupan masyarakat disekitarnya bisamenjadi lebih baik. Tapi orang-orang tidak pernah memikirkan niatbaiknya itu. Karena itu dia terus berusaha keras untuk membuktikan padasemua orang apa yang dilakukannya akan berhasil walau harus menerimadicela dan dihina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;#&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibabakkedua. Gawang Timnas yang dijaga oleh Andritany sudah kebobolan satugol. Warung kopi itu semakin riuh. Teriakan-teriakan yang terdengarbukan lagi sebagai bentuk dukungan melainkan cela dan hujatan kepadaTitus Bonai dan kawan-kawan karena tidak bisa menciptakan gol balasan.Fa’iq masih duduk ditempatnya. Kakinya bergarak-gerak dan beberapa kalisecara spontan menyepak kaki meja seakan ikut bermain di Gelora BungKarno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki masa &lt;i&gt;injury time&lt;/i&gt; para penontonsemakin pesimis. Timnas bisa menang. Peluit panjang ditiup wasitmengakhiri pertandingan dengan kekalahan Timnas Indonesia 0 – 1 dariTimnas Malaysia. Fa’iq bangkit dari duduk sambil meregangkan badankarena duduk terlalu lama dengan perasaan tegang. Wajahnya memerahmenahan emosi dan kesedihan. Celaan dan hujatan kepada pemain Timnassemakin menjadi-jadi. Membuat seorang anak kecil menangis sedih.Mirisnya, tangisan anak berkostum merah putih itu malah menjadi bahantertawaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Realistis dong kawan Timnas memang tidak adaapa-apanya! Haha....” ucap seseorang, disambut tawa oleh yang lainnyamembuat tangis anak itu semakin keras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bukk!!” Tiba-tiba Fa’iq melayangkan tinjunya ke wajah orang itu dan tidak lain adalah abangnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat orang-orang terkejut dan langsung memisahkan keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidaksadarkah abang! Ada darah kakek buyut yang muncrat terkena peluru saatmengusir penjajah dari negeri ini. Berjuang agar bisa menjadi bangsayang merdeka!” Emosi Fa’iq meluap karena sikap abangnya yang berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Itu memang tidak pernah tercatat dalam sejarah bangsa ini tapi tak bisakah abang menghargainya?!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya aku tahu, tapi apa hubungannya dengan sepak bola?” menyeka darah yang mengalir dari bibirnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apahubungannya dengan sepak bola? Ini pertandingan harga diri bangsa bang!Mestinya kita berikan dukungan penuh. Sampai kapan bangsa kitadipecundangi bangsa lain. Batas wilayah yang digeser, kekayaan budayayang diklaim karena banyak warga bangsa ini yang berpikirnya sepertiabang. Menginginkan kemenangan namun tidak bisa bersikap menang.Pesimis! hanya bisa menghujat tidak pernah menghargai mereka-merekayang berjuang membawa nama baik bangsa ini.” Fa’iq mengusap butiran airmatanya lalu melangkah meninggalkan warung kopi itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyisakan tatapan orang-orang yang seperti baru tersadarkan oleh hipnotis kerasnya hidup yang mereka jalani selama ini. &lt;b&gt;End&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tembilahan Hulu, 18 Movember 2011 00.50&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tribute to TIMNAS U-23.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dibutuhkanlebih dari sekedar keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.Melakukan perubahan berarti mengambil resiko untuk di cela, dihinabahkan dibenci. Seiring waktu dunia akan mengakuinya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-5500517442937256721?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/5500517442937256721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/11/dan-bibir-abang-pun-berdarah-oleh-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/5500517442937256721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/5500517442937256721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/11/dan-bibir-abang-pun-berdarah-oleh-nya.html' title='...dan bibir Abang pun berdarah Oleh-nya'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Lj8am1aX1Ik/TsdhaVWpISI/AAAAAAAAAtM/zaND_WMtK1U/s72-c/Timnas+U-23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8891606920402916307</id><published>2011-07-13T21:23:00.000+07:00</published><updated>2011-09-16T21:26:24.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Antologi Cinta Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Telah terbit di &lt;a href="http://www.leutikaprio.com/"&gt;LeutikaPrio&lt;/a&gt;!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Antologi Cinta Sepak Bola&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ZAOvIy3sV5k/TnNaIizoHvI/AAAAAAAAAtI/kgfjc5HmVYo/s1600/216850_257591720917843_100000010510736_1182502_1561907_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZAOvIy3sV5k/TnNaIizoHvI/AAAAAAAAAtI/kgfjc5HmVYo/s320/216850_257591720917843_100000010510736_1182502_1561907_n.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;(Antologi  ketiga saya)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Judul &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :  Antologi Cinta Sepak Bola &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penulis&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Rusmin Nuryadin, Annas Tupank, Jazim Naira Chand, Dang Aji, Tridju Pranowo, Itok Kurniawan, dkk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tebal : vi + 124 hlmn&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harga : Rp. 32.400,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ISBN : 978-602-225-020-3 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sinopsis:&lt;/b&gt; Sepak bola itu seperti cinta, tidak mengenal perbedaan. Ia bisa mempersatukan orang dari berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan. Sepak bola pun juga bisa membuat seseorang lupa akan segalanya, gembira, marah, kesal. Namun, di balik itu semua, ia tetaplah sesuatu yang menyenangkan untuk diikuti, dan kehadirannya ternyata mempunyai seribu satu macam kisah menarik yang mewarnai perjalanan hidup seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku Antologi Kisah Cinta Sepak Bola ini dihadirkan untuk merangkum kisah-kisah nyata yang dialami oleh para penulis maupun orang di sekitarnya tentang haru-birunya persepakbolaan. Bahkan karena sifat fanatik terhadap olahraga sepak bola, ada seorang penggemarnya yang menjadikan sepak bola sebagai ibu, seluruh hidup dan baktinya tercurah hanya untuk si kulit bundar, yang akhirnya menjulang namanya meraih sebuah kesuksesan di dunia sepak bola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penulis Buku ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.       Dang aji sidik&lt;br /&gt; 2.       Tridju pranowo&lt;br /&gt; 3.       &lt;b&gt;Annas Tupank&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; 4.       Mz Janu&lt;br /&gt; 5.       Yully Riswati&lt;br /&gt; 6.       Kiki masduki&lt;br /&gt; 7.       Muhimmah&lt;br /&gt; 8.       Irna suliyati&lt;br /&gt; 9.       Endang sri sulistya&lt;br /&gt; 10.   Daniel Hermawan&lt;br /&gt; 11.   Jaka tarub (Iroel)&lt;br /&gt; 12.   Mieny Angel&lt;br /&gt; 13.   Jazim Naira chand&lt;br /&gt; 14.   Arieska Arief&lt;br /&gt; 15.   Sri wahyuti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;16.   Epy Rusdiyanti&lt;br /&gt; 17.   Andika Wandhana&lt;br /&gt; 18.   Itok kurniawan&lt;br /&gt; 19.   Aray Pujangga&lt;br /&gt; 20.   Lucky andrea sanusi&lt;br /&gt; 21.   Robin Wijaya&lt;br /&gt; 22.   Rusmin Nuryadin&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ps : Buku-buku ini sudah bisa dipesan  sekarang via website &lt;a href="http://www.leutikaprio.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.leutikaprio.com&lt;/a&gt;,    inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk    pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met    Order,all!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8891606920402916307?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8891606920402916307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/07/antologi-cinta-sepak-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8891606920402916307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8891606920402916307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/07/antologi-cinta-sepak-bola.html' title='Antologi Cinta Sepak Bola'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZAOvIy3sV5k/TnNaIizoHvI/AAAAAAAAAtI/kgfjc5HmVYo/s72-c/216850_257591720917843_100000010510736_1182502_1561907_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-7303484305887328020</id><published>2011-07-03T20:46:00.002+07:00</published><updated>2011-07-03T20:50:35.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mengaku Pelacur</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh. Annas Tupank&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Dwi tampak uring-uringan, suhu badannya meningkat dan bersin-bersin  terserang virus influenza yang dipicu stress karena dirundung masalah.  Dua petak kebun melon miliknya terserang hama dan empat hektar kebun  cabainya juga mengalami hal yang sama, dipastikan gagal panen. Kerugian  yang cukup besar diantara kerugian-kerugian yang dia alami sebelumnya.  Semenjak memutuskan berhenti kuliah setahun lalu, Dwi mulai merintis  usaha. Beberapa jenis usaha telah dia coba dan pelajari dari nol namun  selalu menuai kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejak sore tadi  handphonenya tidak berhenti berbunyi. ‘Brengksek’ isi pesan pertama dan  diikuti pesan-pesan berikutnya. Pesan berisi kata-kata menguji kesabaran  dikirim oleh seorang gadis bernama Dewi yang dulu pernah menjadi  pacarnya. Dwi berusaha meledeninya dengan sabar, bijak dan sesekali  membuat Dewi menjadi geram. Semenjak mereka berdua putus, komunikasi  tetap terjalin dengan baik. Dimata Dewi. Dwi adalah sosok lelaki  penyayang, rajin, suka bekerja keras dan tidak munafik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Mereka pertama kali bertemu di sebuah taman pada suatu sore. Dewi dan  beberapa orang temannya asyik bersantai menikmati liburan kelulusan.  Mereka telah menanggalkan seragam putih donker dan sebentar lagi akan  berganti dengan seragam putih abu-abu. Mata Dewi menangkap sesosok cowok  yang sedang melakukan gerakan pemanasan yang tidak jauh dari tempat dia  dan teman-temannya berada. Beberapa menit kemudian cowok itu mulai  jogging dan melintas hanya beberapa meter didepan mereka. Tatapan mata  Dewi mengikuti setiap langkah cowok itu hingga lenyap dari pandangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Semenjak sore itu Dewi selalu teringat dengan cowok berambut tipis yang  dilihatnya ditaman kemarin. Dia coba mengingat-ingat apakah dia pernah  kenal atau bertemu sebelumnya, namun dia tidak pernah merasa pernah  berteman atau berkenalan dengan cowok seperti itu. Dia juga tidak  menemukan ada keistimewaan dari cowok itu namun kenapa lelaki itu selalu  muncul dalam ingatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari pertama masuk  sekolah. Sedikit terlambat karena telat bangun, Dewi merasa lega  mengenakan seragam putih abu-abu yang artinya dia bukan lagi seorang  anak kecil. Sebagai anak baru sudah menjadi kewajiban untuk mengikuti  masa orientasi siswa. Meski harus membuat atribut mos yang rumit dan  harus mentaati peraturan mos yang agak nyeleneh. Dewi cukup senang  karena dia bertemu dengan Dwi, cowok yang hadir dalam kehidupannya  beberapa hari ini. Rupanya Dwi adalah kakak kelas dan salah satu dari  panitia mos yang ditakdirkan tuhan menjadi panitia pendamping kelas  tempat Dewi berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dwi orangnya asyik, mudah  akrab, kata-kata yang diucapkan juga sarat makna dan sekali-kali  melontarkan humor segar yang membuat gelak tawa seisi kelas. Dengan  bantuan seorang teman sebagai mak comblang akhirnya mereka berpacaran.  Dewi sangat senang akhirnya dia punya pacar. Dia sadar kalo orang tuanya  tidak akan memberinya izin buat pacaran. Tap dia juga tidak ingin  terus-terusan diledekin tidak laku oleh teman-temanya yang sudah lama  pacaran. Sebagai anak satu-satunya dirumah yang membuat Dewi menjadi  cuek dan keras kepala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baru pertama kalinya pacaran, Dewi  menginginkan hubungan yang mesra dan romantis sama seperti hubungan  pasangan-pasangan lain yang sering dilihatnya. Namun Dwi yang tidak  kalah cuek dan selalu sibuk dengan segala kegiatannya. Dua sosok yang  sama-sama egois dan keras kepala, sudah bisa dipastikan selalu terjadi  adu mulut setiap kali mereka jalan bareng. Seiring waktu pertengkaran  mereka akan berakhir dengan sendirinya dan kembali berdamai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Kenapa ya Non, Dwi nggak bisa ngertiin aku? Aku pengen banget disayang  dan dimanja nggak berantem kayak gini terus.” Dewi bercerita pada Noni  sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mungkin Dwi lagi sibuk, coba aja kamu  lebih ngertiin dia, sapa tau dia bisa berubah.” Hibur Noni sambil  membelai rambut Dewi yang duduk disampingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Capek  Non, aku terus yang ngertiin dia. Dia sama sekali nggak pernah&amp;nbsp; ngertiin  aku, dia selalu sibuk dengan inilah itulah.” Cemberut dengan tumpukan  kesal dihatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi kamu masih sayang sama Dwi kan?” Noni berdiri dihadapannya dengannya dengan tatapan menggoda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Entahlah Non, aku nggak ngerti dengan perasaanku. Kenapa aku bisa  sayang banget sama Dwi padahal dia sering banget membuat aku menangis.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sabar aja ntar Dwi juga akan sadar sendiri.” Noni menepuk-nepuk pundak Dewi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Beberapa waktu menjelang ujian kelulusan. Dwi ditinggal pergi ayah  tercinta untuk selama-lamanya. Tidak ada tangisan, namun jelas Dwi  terpukul dan kehilangan. Dia merasa belum bisa membahagian sang ayah  sebelum dijemput oleh sang khalik. Dewi merasa ini kesempatan baginya  untuk menghibur dan menemaninya agar Dwi sadar kalau Dewi sangat  menyayanginya. Namun kenyataan justru sebaliknya. Dwi mengajaknya untuk  mengakhiri hubungan mereka. Katanya ingin memberikan perhatian lebih  kepada sang ibu dan lebih serius lagi mengejar impiannya. Alasan yang  masuk akal, meskipun terasa sakit Dewi bisa menerimanya dengan lapang  dada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merasa sakit hati. Dewi juga mengakui  kalau dia banyak belajar tentang kemandirian, prinsip dan kedewasaan  dari seorang Dwi yang cuek dan keras kepala. Meski dia adalah anak  bungsu dari lima bersaudara namun Dwi bukanlah sosok yang manja, dia  orang yang suka bekerja keras dan selalu serius dengan apa yang  dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak butuh waktu lama bagi Dewi untuk pulih dari  rasa patah hatinya. Mereka mulai kembali berkomunikasi. Tidak segan Dewi  meminta saran dan bantuan Dwi mulai dari urusan belajar hingga memilih  kampus untuk meneruskan pendidikan dan hal-hal lainnya. Seperti yang  pernah dikatakannya dulu ‘aku berusaha menjadi kakak yang baik bagimu.’  Dwi juga tidak keberatan membantu dan memberinya solusi mesti tidak  jarang dia menjadikan Dewi sebagai bahan &lt;i&gt;ledekan&lt;/i&gt;-nya terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Tidak jelas dimulai sejak kapan, Dewi memproklamirkan kalau dia sangat  membenci Dwi. Walau begitu tetap saja mengirim pesan demi pesan yang  kebanyakan berisi kata caci maki kepada Dwi. Namun si penerimanya tetap  saja membalas dan menganggapnya itu biasa tanpa ada perasaan  tersinggung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suatu malam Dewi mengirim pesan  dengan bahasanya yang khas. Dwi menyimpulkan kalau Dewi sedang kesal  atau kecewa pada seorang cowok. Pacarnya mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “untuk membuktikan cintanya lelaki paling hanya mentraktir makan,  mengantar jemput, membelikan pakaian, parfum, selebihnya paling  membelikan kendaraan atau cincin berlian tapi kalau perempuan kadang  membuktikan cintanya dengan membukakan celana dalam.” Dengan cepat Dwi  mengetikan kalimat itu lalu mengirimnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “anggap saja  semua perempuan itu pelacur…!!!” balasan singkat dengan luapan emosi  pengirimnya. Pesan yang dikirim Dwi berikutnya tak kunjung ada balasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Brengsek” Hujatan itu datang menghampiri handphonenya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Manis banget kata-katamu sekarang dek, kenapa? lagi ada masalah ya…” Dwi menanggapinya dengan santai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Begitulah aku sekarang, kata-kata seorang pelacur.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pelacur, maksudnya!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya pelacur, apa kamu mau jadi pelangganku juga.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hm… jika itu benar profesimu sekarang kenapa bisa. Apa orang tuamu tak mampu membiayai hidupmu lagi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aku jadi begini karena kamu. Setan! Jangan bawa-bawa orang tua. Aku masih takut sama Tuhan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Aku salut sama kamu dek, mengaku pelacur. Menawariku jadi pelanggan eh  akhirnya bilang masih takut sama Tuhan. Bagiku itu nggak jadi masalah  tapi kalau sama orang lain kamu bisa dicap yang bukan-bukan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Memang kenapa! Suka-suka aku mau ngomong apa. Aku benci sama kamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jadi kamu benar-benar tidak mau maafin aku ya…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Pesan-pesan berisi caci maki dan hujatan yang bisa membuat detak  jantung meningkat itu terus berdatangan bagai peluru-peluru yang  ditembakan dari senjata otomatis. Selama ini mereka hanya berkomunikasi  melalui &lt;i&gt;sort message service&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;. Saat masih  pacaran mungkin hanya pernah beberapa kali atau mungkin tidak pernah  sama sekali berkomunikasi via telepon. Tidak tahu apa alasannya namun  Dewi tidak pernah mau mengangkat setiap kali Dwi menelponnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Bukannya kamu bilang kalau cinta perempuan harus membuka celana dalam.  Kenapa nggak bilang aja sekalian semua perempuan itu pelacur.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Coba pahami lagi kalimatku itu. Aku sama sekali tidak bermaksud  meremehkan atau merendahkan perempuan. Yang kumaksudkan itu adalah efek  negative dari berpacaran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jangan beralasan seperti  itu. Bukannya dikepala kamu perempuan itu hanya makhluk lemah yang bisa  dimanfaatkan untuk memuaskan nafsumu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dimatamu aku  ini memang bejat karena aku telah merusak keluguanmu. Akulah orang  pertama yang mengecup bibirmu. Tapi hanya itukan, sekalipun aku tidak  pernah menjamah tubuhmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jangan sebut itu lagi setan!  Ingat hal itu membuat aku merasa jijik pada diriku sendiri. Sekarang aku  bukan lagi anak lugu yang bisa dibodohi dan dimanfaatkan untuk  memuaskan nafsu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kalau begitu kenapa kamu masih pacaran…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Karena aku ingin balas dendam padamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Dwi berusaha menanggapi semua ucapan Dewi dengan sabar meredam diri  agar tidak tersulut emosi. Lelaki seperti apa yang tahan terus-menerus  dicaci maki seperti itu. Dwi mulai terbawa perasaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Sakit juga terus-terusan aku kamu benamkan dalam perasaan bersalah  seperti ini. Asal kamu tahu setelah putus denganmu aku tidak pernah lagi  berpacaran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Berarti demdamku sudah mulai terbalaskan!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Aku selalu berusaha menghargai perempuan karena aku ini juga  dilahirkan dari rahim seorang perempuan. Akhir ini aku selalu meminta  kepada Tuhan semoga lekas ketemu jodoh dan cepat menikah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Itu urusanmu bukan urusanku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Apakah Dwi masih menyimpan cinta untuk cinta dihatinya. Sama halnya  dengan Dewi yang terus-terusan memojokan Dwi dalam perasaan bersalah  dengan alasan benci. Namun tidak tahu sejauh apa kebencian itu. Bukankah  banyak yang mengatakan benci pertanda cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Waktu berlari dengan cepat tanpa menoleh atau kembali lagi. Tuhan Maha  Adil, tidak akan pernah memberi ujian melebihi batas kemampuan seseorang  untuk menghadapinya. Tersandung, roboh dan bangkit kembali.  Berkali-kali gagal dalam usaha yang dirintisnya akhirnya segala masalah  yang dilalui dengan sabar dan &amp;nbsp;tak pernah putus asa mulai berbuah manis.  Dwi telah menjadi seorang pengusaha sukses dalam usia retatif muda. 24  tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sikapnya yang ramah dan mudah berbaur  dengan siapa saja membuat Dwi disukai banyak orang dan mudah mendapatkan  relasi dalam berbisnis. Kini usahanya terus berkembang keberbagai  sektor. Juga bermitra dan membina puluhan kelompok usaha.  Keberhasilannya sebagai seorang pengusaha muda yang sukses telah  menginspirasi banyak orang. Membuat dia sering diminta untuk menjadi  pembicara dalam seminar-seminar mahasiswa, pelajar atau  kelompok-kelompok usaha. Tidak ingin menikmati keberhasilannya  sendirian. Kini telah berdiri sebuah lembaga Dwi Tama Foundation untuk  membantu pelayanan kesehatan, kecukupa gizi dan pendidikan gratis bagi  mereka yang kurang beruntung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Begitu juga  dengan Dewi. Sebagian impian sudah mulai berhasil diwujudkan.  Cita-citanya menjadi guru sudah tercapai pada semester akhir menjelang  dia wisuda dengan menjadi seorang tenaga pengajar pada sebuah sekolah  bertarap internasional. Gadis tomboy itu kini telah menjelma menjadi  sosok anggun dan smart yang disukai oleh murid-muridnya. satu kebiasaan  lama yang masih ada dilakukannya yaitu menerror Dwi melalui &lt;i&gt;sort message service&lt;/i&gt; telah menjadi kesenangan tersendiri baginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “ Selamat dan Sukses kepada Alia Dewi Ayuningtyas yang kini telah  menjadi seorang serjana. Terima kasih selalu menciptakan peluang bagiku  untuk belajar lebih sabar.” Salah satu pesan dari Dwi yang masih  tersimpan diantara pesan-pesan lain didalam handphonenya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Cara bijak Dwi dalam menanggapi terror dan caci makinya atau kadang  membuat dia menjadi semakin geram dengan lelaki pertama selain keluarga  yang pernah hadir didalam hidupnya itu juga memberinya motivasi untuk  berubah menjadi lebih baik. Kadang dia sering tersenyum sendiri.  ‘Sesuatu itu akan terasa lebih berharga bila kita tidak lagi  memilikinya’ apa yang pernah didengarnya tempo hari ternyata benar. Dia  menemukan kedewasaan, tenang dan kecemerlangan dalam visi masa depan.  Apakah dia masih menyimpan rasa pada cinta pertamanya itu. Entahlah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Dari lantai dua tempatnya mengajar, berkali-kali Dewi menatap hujan  yang mengguyur sejak pagi tadi dan belum ada tanda-tanda akan reda  hingga siang ini. Membuat orang menjadi enggan untuk beraktivitas diluar  dan ini juga pertanda hari yang kurang beruntung bagi pedagang kecil  yang biasa berjualan di troator jalan diseberang sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dewi  menangis setelah membaca pesan yang kirim oleh seorang temannya. Dia  meraih tas dan berlari meninggalkan murid-muridnya didalam kelas.  Murid-murid kebingungan dan keluar menyusul ibu guru mereka yang  menangis, menuruni tangga dan terus berlari kearah pintu gerbang  sekolah. Beberapa guru lain yang melihat kejadian itu menyusul tapi  terlambat. Dewi menyetop taxi dan langsung menuju rumah sakit seperti  yang diberitahukan temannya tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Minggu pagi. Dwi bersama lima orang rekannya yang semuanya masih remaja  dan lebih muda darinya. Sebelum fajar menyingsing mereka mulai  menelusuri lereng menuju puncak Gunung Semeru. Mereka sempat mengunjungi  Monumen Soe Hok Gie di Lembah Mahameru. Dwi menceritakan sejarah hidup  Soe Hok Gie, seorang revolusioner yang berani menulis kritik-kritis  keras kepada pemerintah. Cerita tentang sosok Soe Hok Gie yang  dikaguminya mampu membakar semangat orang yang mendengar ceritanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Film ini mengangkat kisah perjuangan dan cinta seorang Soe Hok Gie dan  juga ada beberapa tambahan cerita fiktif. Sepulang dari sini kalian  mesti nonton film ini.” Diakhir ceritanya Dwi memberikan sekeping Film  Gie kepada salah seorang dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malam  harinya, mereka duduk mengeliling api unggun. Dwi seperti menjadi  seorang guru yang akan menurunkan ilmunya kepada para muridnya. Sambil  menikmati susu hangat dan membakar ubi. Dwi bercerita tentang banyak  hal. Mulai tentang pengalaman yang pernah menjadi aktifis kampus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Jangan menjadi aktifis jika hanya untuk coba-coba. Efeknya ya bisa  berhenti kuliah sepertiku ini.” Jelas Dwi sambil menaikan resleting  jacketnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kenapa bisa begitu Mas?” Tanya Rio yang duduk berseberangan dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Ya karena waktu itu aku merasa tidak siap mental untuk menghadapi  segala tantangan dan juga tidak ingin menjadi seorang pecundang.”  Penjelasan Dwi disambut gelak tawa. “Bukan hanya itu saja, abang  berhenti kuliah karena hambatan ekonomi makanya setelah berhenti kuliah  abang serius merintis usaha.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lima pasang telinga itu serius  menyimak apa yang dituturkan oleh Dwi. Malam menjadi malam yang sangat  berharga bagi kelima anak muda itu. Alam menjadi sangat ramah memberikan  kehangatannya berhiaskan kerlap kerlip bintang di angkasa. Memasuki  batas pergantian hari mereka tidak merasa ngantuk masih asyik ngobrol  sambil berdiskusi ringan berseling dengan canda tawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Asal kalian tahu ya, Nabi Muhammad itu menikah dengan Siti Khadijah di  usia 25 tahun dengan mahar 20 ekor unta. Coba saja kalian kalkulasikan,  jika seekor unta harganya tiga puluh juta berarti maharnya 600 juta.  Jadi jangan percaya kalau ada orang yang mengatakan Muhammad itu seorang  pemuda miskin.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jadi kalau kalian ingin memulai usaha  niatkan saja usaha kalian itu untuk menikah, Insya Allah usaha kalian  akan berkah dan berhasil.” Homur yang menghangatkan suasana ditengah  malam sunyi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jadi Mas Dwi kapan menikah?” Orang yang ditanya hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Akhirnya mereka masuk kedalam tenda untuk tidur. Hanya sebentar, mereka  bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Pagi itu Dwi masih sempat  berbagi ilmu fotografi meski dia bukan seorang yang mahir namun dia  menguasai beberapa teknik membidik objek dan mendapatkan moment yang  tepat. Seiring embun pagi mereka mulai melakukan perjalan pulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Baru beberapa waktu melakukan perjalanan. Cuaca cerah dengan sinaran  mentari pagi mendadak mendung dalam sekejap hujan turun dengan deras  disertai badai seperti tidak mengizinkan mereka pulang. Jalanan terjal  dan licin membuat mereka harus berhati-hati. Berkali-kali jatuh dan  terpeleset mereka terus melakukan perjalan dan saling menertawakan satu  sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dwi terjatuh untuk kesekian kalinya  dan kali ini dia tidak mampu untuk bangkit. Kelima rekannya berusaha  menuntunnya secara bergantian hingga akhirnya mereka mendapat bantuan  dari Tim SAR untuk membantu Dwi menggunakan tandu hingga ketempat yang  aman. Setelah sampai ke posko Tim SAR mereka berhenti sebentar untuk  mengganti pakaian Dwi yang basah kuyup dan memberinya minuman hangat  sebelum membawanya kerumah sakit terdekat. Betapa terkejutnya semua  orang ada disana. Dwi sudah tidak&amp;nbsp; bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Kulitnya tampak kuning pucat, matanya terpejam dan dia tampak tenang  seperti sedang tidur. Dewi terpaku diam mematap jenazah Dwi diantara  orang-orang yang membacakan surah yassin. Dia menangis dalam hati. Saat  Dewi beranjak meninggalkan ruangan itu, seseorang menghampirinya dan  memberikan sebuah diary yang ditemukan didalam saku jacket Dwi. Perlahan  dan sangat hati-hati Demi membuka buku bersampul warna merah hati itu.  Didalamnya banyak tertulis tentang seorang bernama Dewi. Air mata Dewi  menetes jatuh membasahi lembaran kertas itu. Pada bagian akhir dia  menemukan puisi permohonan&amp;nbsp; maaf yang berisi ungkapan menyesal dan  perasaan bersalah kepada Dewi. Serta sebuah do’a kepada tuhan agar  memberinya sekali lagi kesempatan untuk menebus segala kesalahnya dan  menyanyangi Dewi dengan cintaku yang halal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Air  mata Dewi semakin deras mengalir dia menggenggam erat diary itu kedalam  pelukannya. Merasa sikapnya selama ini sudah keterlaluan kepada  seseorang yang selama ini selalu menghadapinya dengan sabar. Hingga  akhirnya dia harus kehilangan untuk selama-lamanya.&lt;b&gt;End.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tembilahan Hulu, 03 Juli 2011 16:13&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Beristirahatlah dalam damai dan untukmu yang mengaku pelacur.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-7303484305887328020?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/7303484305887328020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/07/mengaku-pelacur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7303484305887328020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7303484305887328020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/07/mengaku-pelacur.html' title='Mengaku Pelacur'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-6271651867476870367</id><published>2011-05-24T17:21:00.001+07:00</published><updated>2011-11-19T15:00:59.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flash Fiction'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='True Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Empat Saudara dari Empat Pulau</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mv0IAigkD8k/Tdy6Q-OkQnI/AAAAAAAAAs0/OT7NWlmEaxM/s1600/4bersaudara.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-mv0IAigkD8k/Tdy6Q-OkQnI/AAAAAAAAAs0/OT7NWlmEaxM/s1600/4bersaudara.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;picture from.google.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Si Sulung mencukupi kebutuhan hidup dia dan ketiga adiknya dengan  berjualan ikan bakar setiap sore di Pantai Losari. Kakap Merah Bakar  buatannya sangat lezat sehingga Pondok kecil tempat mereka berjualan itu  tidak pernah sepi pengunjung, tidak jarang dia juga mendapat pesanan  ikan kakak merah bakar untuk syukuran atau acara-acara pesta. Selain itu  dia juga sangat pandai membuat cokelat. Dari hari kehari pengunjung  pondok yang semakin ramai dan bahkan sering pengunjung yang tidak  kebagian karena telah habis.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kakak Sulung mulai  berencana untuk membuka restoran yang lebih besar dan mencari karyawan.  Dia menyampaikan keinginannya ini pada adik kedua dan adik ketiga. Adik  ketiga yang sedikit manja dan rada-rada cengeng namun dia ahli dalam  soal keuangan, dengan cepat dia melakukan analisis usaha dan  menyimpulkan bahwa usaha restoran ikan kakap merah bakar memiliki  potensi besar untuk dikembangkan. Setelah mendapat rekomendasi dari adik  ketiga selanjutnya kakak sulung meminta adik kedua&amp;nbsp; untuk membuat  rencangan bangunan dan design interior. Sementar adik bungsu mereka yang  masih kecil belum mengerti apa-apa, bisa menikmati buah segar setiap  hari itu adalah hal paling menyenangkan baginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Sejak diresmikan restoran ikan bakar dengan menu khas ikan kakap merah  itu semakin ramai. Rasanya yang lezat menyematkan nikmat dilidah,  lokasinya yang stategis ditambah seringnya awak media yang meliput  hingga tempat itu semakin dikenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hingga pada  suatu hari musibah itu datang, restroran yang merupakan sumber  penghidupan mereka itu ludes dilalap sijago merah. Tidak ada satupun  yang berhasil mereka selamatkan, masih beruntung mereka masih sempat  menyelamatkan adik bungsu yang sedang tidur dalam ayunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Semenjak itu kakak sulung lebih sering sibuk sendiri, dia menganggap  kedua adiknya sudah cukup dewasa untuk mengasuh adik bungsu mereka yang  masih kecil hingga dia memutuskan untuk pergi dan bertapa di gunung.  Setelah ditinggal pergi kakak sulung, ketiga kakak beradik ini seakan  kesepian. Setiap malam mereka&amp;nbsp; berkumpul namun terpaku dalam kesibukan  masing-masing. Adik kedua lebih sering melewati malamnya duduk diatap  berncinta dengan bintang-bintang melalui teropongnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Kak beliin es krim donk..." si bungsu merengek pada kakak kedua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  "Tidak ada es krim malam ini, pergi sana!" Kakak merasa terganggu dan  mengancam akan memukul dengan teropong bintangnya bila sang adik tak mau  pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan wajah sembab menahan tangis adik  bungsu itu turun meninggalkan kakak kedua. Sesampainya kebawah dia  menemukan sesuatu diatas sosis tergeletak diatas meja dan dia tahu kalau  sosis itu adalah password facebook kakak ketiganya. Disembunyikannya  sosis itu, dia akan mengembalikan besok bila kakak ketiga mau membelikan  es krim untuknya. Setelah itu dia tidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semakin  hari semakin bertambah pula keusilan adik bungsu mereka ini. Dia  semakin berani menyembunyikan pintu kamar mandi sehingga kakak-kakaknya  bingung mau masuk lewat mana. Menyembunyikan pintu pagar rumahnya  sehingga tetangga yang berkunjung akan kebingungan mau pulang lewat  mana. Sering kali keusilan adik bungsu ini membuat kakak ketiganya  menangis, sedangkan kakak keduanya semakin tidak perduli dan asyik  bercinta dengan bintang-bintang malamnya. Dia sering marah-marah bila  kabut malam datang bertamu hingga dia tidak bisa leluasa menatap  bintang-bintangnya. Sudah sebulan ini kabut menyelimuti malam hingga  kakak kedua tidak bisa berkencan dengan bintang pujaannya. Kekesalannya  memuncak dan akhirnya dia memutuskan untuk hijrah kenegeri seberang agar  dia sana dia bisa lebih leluasa bercinta dengan bintangnya dan pastinya  tidak akan diganggu oleh adiknya yang usil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Kakak ketiga yang seorang ahli keuangan sekalipun akhirnya kewalahan  mengatasi keusilan adik bungsunya. Dia coba memasukan adiknya kesalah  satu play group tapi hanya beberapa hari dia dikembalikan karena  guru-guru tidak tahan dengan keusilannya. Juga pernah membawa adiknya  kesalah satu programer komputer agar adiknya di format lalu di install  ulang agar semua virus usilnya bisa hilang tapi nyatanya tetap gagal dan  prekuensi usilnya makin meningkat. Akhirnya kakak ketiga menemukan ide,  dia bertemu dengan sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak,  mereka juga berprofesi sebagai pawang di taman safari dan teryata  pasangan itu setuju untuk mengadopsi adiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Beberapa tahun kemudian, Adik bungsu yang telah beranjak dewasa coba  melacak keberadaan kakak-kakak yang disayanginya. Akankah mereka semua  akan bertemu lagi.&lt;b&gt;End&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 24 Mei 2011 17:18&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;*  dengar-dengar info kakak sulungnya saat ini masih berada di gunung  disalah satu daerah di Pulau Sulawesi, menurut pergeseran rasi bintang  kakak keduanya berada di suatu tempat di Pulau Kalimantan dan kakak  ketiganya bermukin di Kota Jakarta. Kenapa Adik bungsu kok malah berada  di Riau...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;MOHON KRITIK DAN SARANNYA TEMAN-TEMAN SEMUA...!!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dengan senang hati daku senantiasa menerimanya....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-6271651867476870367?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/6271651867476870367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/empat-saudara-dari-empat-pulau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/6271651867476870367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/6271651867476870367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/empat-saudara-dari-empat-pulau.html' title='Empat Saudara dari Empat Pulau'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mv0IAigkD8k/Tdy6Q-OkQnI/AAAAAAAAAs0/OT7NWlmEaxM/s72-c/4bersaudara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-189764045363099507</id><published>2011-05-21T14:02:00.008+07:00</published><updated>2011-05-25T16:12:48.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bocoran Cerita dari Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Obrolan Dua Calon Pengusaha pada suatu malam di tahun 2011&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(setetes asa sepuluh tahun silam)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0TzIqhnWJnM/Tdy4xMproyI/AAAAAAAAAsw/5ReMHlDBZRU/s1600/salju1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-0TzIqhnWJnM/Tdy4xMproyI/AAAAAAAAAsw/5ReMHlDBZRU/s320/salju1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Waktu menunjukan pukul 07:30. Sementara Arlojiku menunjukan pukul 11:30  karena sengaja kubiarkan tetap dengan zona Waktu Indonesia Barat. Suhu  sekitar 5 derajat celcius dan terus beranjak mendekati minus, syal dan  jacket berbulu tebal belum mampu mengusir dingin yang semakin menusuk  tulang. Salju semakin tebal menyelimuti permukaan, menyungguhkan  pemandangan putih sejauh mata memandang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih  satu jam kami berada dibalkon sambil minum teh, tak banyak yang kami  bicarakan. Aku membaca sebuah majalah atau lebih tepatnya melihat-lihat  gambar dimajalah lokal yang terbit dalam bahasa Rusia tidak ada satu  tulisanpun yang bisa kupahami. Gadis yang sengaja tidak disebutkan  namanya, berdiri didekat pagar sambil menyembunyikan kedua tangannya  kedalam saku jacket. Sepertinya dia sangat menikmati butiran-butiran es  yang turun dari langit memperindah suasana, diantara orang-orang yang  asyik bermain ski atau membuat boneka-boneka salju. Kurengkul tubuhnya  dari belakang sambil menopangkan dagu dibahunya seperti adegan Jack dan  Rose dalam film Titanic. Dia menatap dalam kearahku, sambil  menyembunyikan senyumnya saat aku mengecup lembut keningnya. Kami  kembali diam dalam pikiran masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Sekelompok gadis yang akan bermain ski es melambaikan tangan kearah kami  berdua. Ingatanku seakan diputar balik pada masa beberapa tahun silam.  Dulu Aku dan Dito, sahabatku suka berandai-andai sambil menonton  televisi bagaimana rasanya bermain ski es bersama gadis-gadis Rusia yang  cantik. Mungkin khayalan itu bisa kuwujudkan sekarang tapi kini ada  sesosok wanita yang lebih cantik. Jikapun aku ingin melakukannya aku  lebih memilih bersama gadis yang sengaja tidak disebutkan namanya  dibanding gadis-gadis Rusia itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku dan Dito  kenal saat kelas satu SMA, walau awalnya beda kelas tapi kita cukup  akrab karena sama-sama aktif dibebagai kegiatan organisasi sekolah dan  luar sekolah. Selepas SMA kita sama-sama melanjutkan ke Universitas yang  sama hanya beda fakultas, Aku memilih fakultas teknik jurusan sistem  informasi sedangkan Dito masuk jurusan managemen fakultas ekonomi. Sejak  pertama memasuki dunia kampus kami langsung terlibat dalam organisasi  dan pegerakan mahasiswa menyuarakan mahasiswa sebagai agent of change  dan sosial control. Ternyata tidak mudah, seperti Soo Hook Gie pernah  bilang politik itu kotor, lebih menjijikan lagi melolong bagai anjing  meneriakan keadilan tapi sebenarnya ditopangi kepentingan atau berteriak  atas pemintaan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dipenghujung semester  dua, aku keluar dari Universitas. Bukan kareda DO tapi aku memilih  keluar karena aku merasa tujuan yang ingin kucapai sudah tidak ada lagi  dikampus ini. Selepas menanggalkan jacket almamater aku berkelana ke  beberapa perusahaan mengumpulkan rupiah demi rupiah tapi tepap saja  keinginanku tidak kunjung kutemukan. Aku ingin bebas. Dua semester  kemudian Dito pun akhirnya memilih gantung jacket almamater.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Malam itu, tanggal 18 Mei 2011 mendekati pukul 23 aku masih berkutat  menyusun rekapitulasi pendapatan dari penjualan jasa ditempatku bekerja.  Sebuah pesan singkat dari Dito, mulai dari bertanya kabar masing-masing  cerita malam itupun mengalir. Dia baru saja pulang kerja, pekerjaannya  pada sebuah event organizer membuat dia tidak mempunyai jadwal kerja  yang tetap tapi itu jauh lebih baik dari pekerjaanku yang terikat jadwal  dengan rutinitas yang membosankan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Itu bagian dari perjalanan hidup saudara." Tulisnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  "Yup, benar tapi sekarang aku telah melakukan pemetaan kehidupanku  selanjutnya. Agar lebih mudah dan lebih efesien untuk mencapai tujuan  yang ingin dicapai." Balasku. Seminggu sebelumnya kami sempat bertemu  dan membicarakan beberapa rencana usaha yang ingin direalisasikan dalam  waktu dekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Hasil akhir bukanlah moment yang baik untuk  diceritakan. Bukankah dengan perjalanan yang panjang justru kita lebih  mengusai medan dan mampu memprediksi kemungkinan terburuk sehingga kita  bisa menciptakan perisai untuk bertahan dari segala kemungkinan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  "Ya itu benar, tapi lebih cepat itu lebih baik. Kamu percaya itukan?  Asalkan semuanya telah direncanakan dengan baik dan konsisten  menjalankannya." Sebelum ini kami sudah beberapa kali coba memulai usaha  tapi hanya sebatas mencoba karena kurang konsiten hingga apa yang  direncanakan tidak pernah tercapai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Iya, semoga saudara termasuk orang yang punya perencanaan baik sebelum mengeksekusi penalti kehidupan..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  "Amin, semoga saja semuanya terlaksana sesuai rencana. Dari itu akupun  mengharapkan dirimu bersiaga dibangku cadangan atau menyiapkan medis  jika sewaktu-waktu aku tumbang..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Insyaallah..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Tidak ingin menunggu lagi, kami memulai dari industri kecil. Berusaha  berkompetisi untuk menjadi pribadi pencipta bukan pembeli atau peminta.  Dito berkreasi dengan produk aksesorisnya dan aku memulai dari produk  makanan. Walau tidak bergabung dalam satu nama, kami tetap saling  support, menjadi mentor, penasehat dan juga pernah menjadi investor  disaat salah satu diantara kali hampir terkapar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Seiring waktu, bagai sebuah pohon kecil yang lalu akan tetap bisa tumbuh  jika terus disiram dan diberi pupuk serta media tumbuh yang memadai.  Kamipun merasa aksesoris dan makanan ringan tidak akan pernah cukup  untuk menumbuhkan sukses yang lebih besar. Hingga sepuluh tahun berlalu,  kami telah terjun keberbagai bidang, mulai properti, perbangkan,  pertanian, perikanan, travel &amp;amp; pariwisata, pendidikan, dan banyak  lagi dan itu mampu membuat kami menjadi besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Sungguh tidak mudah untuk mencapai semua itu, tapi percayalah semua itu  bisa capai dengan diawali sebuah mimpi yang besar, pantang menyerah,  konsisten dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, selalu berbagi. Jika  kita membagikan satu pada orang lain insya allah tuhan akan memberi kita  dua walaupun bukan dalam porsi yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Moskow, 24 Juli 2021&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* ditulis disela-sela canda bersama gadis yang sengaja tidak disebutkan namanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;** tidak sabar menunggu tanggal 24 Juli 2021 makanya note ini dipublikasikan sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-189764045363099507?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/189764045363099507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/bocoran-cerita-dari-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/189764045363099507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/189764045363099507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/bocoran-cerita-dari-masa-depan.html' title='Bocoran Cerita dari Masa Depan'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0TzIqhnWJnM/Tdy4xMproyI/AAAAAAAAAsw/5ReMHlDBZRU/s72-c/salju1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8473097278808596056</id><published>2011-05-12T21:35:00.002+07:00</published><updated>2011-05-15T21:47:54.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramuka'/><title type='text'>Tak sabar menanti Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-R06sgsPhgN4/Tc_mEF3B1LI/AAAAAAAAAss/HMhjgxjRf1k/s1600/ipeh-61-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-R06sgsPhgN4/Tc_mEF3B1LI/AAAAAAAAAss/HMhjgxjRf1k/s1600/ipeh-61-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ketua DKN, Syarifah Alawiyah dengan sejumlah pemain "Lima Elang"&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di tengah banyaknya keluhan orangtua dan  masyarakat umum tentang tayangan sinetron maupun film-film layar lebar  yang kurang mendidik, sebentar lagi kerinduan akan film nasional yang  menarik, menghibur, dan mengandung nilai-nilai pendidikan bakal  terjawab. Film petualangan anak-anak untuk semua umur berjudul “Lima  Elang” bakal ditayangkan di bioskop-bioskop di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lima Elang” yang berkisah tentang  persahabatan dan petualangan lima anak yang dipertemukan menjelang dan  dalam suatu perkemahan besar tingkat Kwartir Daerah, bisa disebut pula  sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati 50 Tahun (Tahun Emas)  Gerakan Pramuka.&lt;span id="more-487"&gt;&lt;/span&gt; Film itu memang merupakan  kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO  Films, suatu perusahaan film yang para pengelolanya telah sukses lewat  sejumlah film, termasuk film “Garuda Di Dadaku”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bertindak selaku produser adalah Kemal  Arsjad dan Salman Aristo. Yang disebut terakhir juga menulis skenario  film tersebut. Sedangkan sutradaranya adalah Rudi Soedjarwo, yang  sebelumnya telah sukses menelurkan 17 film layar lebar. Bertindak  sebagai produser eksekutif adalah sejumlah nama, termasuk Ketua Kwartir  Nasional, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah melalui proses persiapan cukup  lama, selama sebulan penuh pada awal April 2011, dilaksanakan syuting  film “Lima Elang” di sejumlah tempat. Dari pihak Kwarnas, juga ditunjuk  tim supervisi teknis yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas, Kak Amoroso  Katamsi. Sedangkan di lapangan untuk mendampingi tim produksi saat  syuting berlangsung, ditunjuk Kak Berthold Sinaulan (Andalan Nasional)  selaku kordinator, dengan anggota Kak Yusak Manitis (Staf Kwarnas) dan  Kak Syarifah Alawiyah (Ketua Dewan Kerja Nasional).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kak Berthold dan Kak Yusak bahkan sempat  ikut syuting walaupun hanya menjadi extra (figuran), sebagai tamu dari  Kwarnas yang diundang menghadiri perkemahan yang diadakan. Bahkan sang  tamu akhirnya ikut juga dalam proses pencarian anak hilang. Ada anak  hilang? Ya, itulah salah satu menarik dan serunya film tersebut.  Nantikan dan tonton saja “Lima Elang” nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selama proses syuting, juga cukup banyak  kendala yang dihadapi. Hujan deras yang turun berkali-kali, sempat  menunda syuting yang hampir sebagian besar dilakukan di alam terbuka.  Belum lagi ada juga yang terkena lintah atau terkena daun tumbuhan yang  menyebabkan tubuh gatal, seperti di Hutan Buru Kareumbi, yang terletak  di perbatasan Kabupaten Bandung, Sumedang, dan Garut. Untunglah,  kekompakan tim produksi, para talent, maupun extra, membuat pelaksanaan  syuting tetap dapat diselesaikan pada awal Mei 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut rencana, film tersebut akan  ditayangkan pada akhir Agustus 2011. Dan yang pasti, bakal ada satu lagi  tontonan menarik dan bermutu di Indonesia. Redaksi KN,&amp;nbsp; Berthold  Sinaulan/Syarifah Alawiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;CoPas from http://www.pramuka.or.id/ &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8473097278808596056?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8473097278808596056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/tak-sabar-menanti-film-petualangan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8473097278808596056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8473097278808596056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/tak-sabar-menanti-film-petualangan-anak.html' title='Tak sabar menanti Film Petualangan Anak-anak “Lima Elang”'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-R06sgsPhgN4/Tc_mEF3B1LI/AAAAAAAAAss/HMhjgxjRf1k/s72-c/ipeh-61-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-4215005084778150659</id><published>2011-05-10T18:57:00.007+07:00</published><updated>2011-05-15T18:20:03.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Antologi Kisah Misteri Kelahiran dan Kematian</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BWzR04_btLU/Tc-h_aqWN7I/AAAAAAAAAsk/EWFtiY6ZoNQ/s1600/Copy+of+Antologi+Kismis+Kelahiran+%2526+Kematian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-BWzR04_btLU/Tc-h_aqWN7I/AAAAAAAAAsk/EWFtiY6ZoNQ/s320/Copy+of+Antologi+Kismis+Kelahiran+%2526+Kematian.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Telah terbit di &lt;a href="http://www.leutikaprio.com/"&gt;LeutikaPrio&lt;/a&gt;!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;(Buku kedua saya)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Judul &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Antologi Kisah Misteri  Kelahiran dan Kematian&lt;br /&gt;Penulis&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Retno Adjie, dkk &amp;amp; Arista Devi,  dkk&lt;br /&gt;Tebal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : x + 226 hlmn&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harga&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Rp 47.900,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berpasang-pasangan,  demikian apa yang sudah digariskan oleh penguasa alam semesta. Seperti  Siang dan Malam, Gelap dan Terang, Kelahiran dan Kematian, kesemuanya  merupakan sebuah takdir yang ditentukan untuk saling berdampingan.  Sebenarnya masih banyak fenomena alam yang jika ditelusuri dan digali  lebih dalam lagi akan mampu mempertebal keimanan dan senantiasa membuat  kita menyadari akan kebesaran Sang Pencipta. Demikian pula yang ingin  diketengahkan dalam buku bertema Misteri Kelahiran dan Kematian ini,  para penulis di dalamnya berupaya menggali kejadian ganjil seputar  proses kelahiran atau kematian seseorang yang berhubungan dengan alam  gaib dan penghuninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini pula dilengkapi dengan 44  kata hikmah yang dituliskan oleh Unsawan-Unsawati dari berbagai kota  bahkan dari luar negeri, seputar kelahiran dan kematian yang jika Anda  mengambil intisari kalimatnya akan mampu mempertebal keyakinan dan  keimanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website &lt;a href="http://www.leutikaprio.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;7bbaa&amp;quot;, event, bagof({}));" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.leutikaprio.com&lt;/a&gt;,  inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk  pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met  Order,all!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Lampiran:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PENULIS ANTOLOGI KISMIS KELAHIRAN DAN KEMATIAN&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PENULIS  TEMA KEMATIAN : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Catatan Kematian Olivia - Agus  Budiawan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Padang Kematian Untuk Aya - Kiandra Aesha&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Labirin Kematian - Novyarini&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengetuk Pintu Mati - Lonyenk Rap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dendam Kematian - Gea Julia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Misteri Kematian Mak Iyang - Ragil  Kuning&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kematian Juragan Pesugihan - Syaque Hikaritokusaikizoku&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenapa Kau Harus Mati ? – Tri Lego&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Arista Devi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PENULIS  TEMA KELAHIRAN : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yazmin Aisyah - BERANAK DALAM KUBUR&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haris Firmansyah Hirawling - Ketika Cinta Beranak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasudungan  Rudy Yanto Sitohang - BERANAK SEHABIS HUJAN&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sinatrya Mayapada -  Beranak Sesosok Anak Bajang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rouzix Azahra - Misteri Rumah  Sumur Beranak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aina A-Azmi – Beranak Jin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Annas  Tupank - Mati Beranak Karena&amp;nbsp; Pelasit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Andhika  Wandhana - Beranak Janin Yang Tersembunyi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nisa nuraeni&amp;nbsp; -  Beranak Sang Penunggu Villa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Reza Irwansyah – Beranak Dalam  Lumpur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rofiq Hasansah - Setan Beranak Lumut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Silvia  Oktaresa – Beranak Berkepala Etawa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tien Tarmorejo – Perawan  beranak Titipan Dendam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ratna Wulandari - Beranak bayi  gondoruwo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ry Fitri - Setan Beranak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Retno Adjie&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;44  PENULIS KATA-KATA MUTIARA PENUH HIKMAH TENTANG KELAHIRAN DAN KEMATIAN :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Phoenix  Wibowo (Bojonegoro)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Muhammad Rasyid Ridho (Malang)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haris Firmansyah Hirawling (Cilegon)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;AnisaAe Kepompong,  Kepanjen, Jatim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nabilla Syarifatunnisa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hendy  Lazuardy Hendrawan (Balikpapan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‎Shri N'chy Maharani  (Karawang)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ugy Al Muzacky (Hongkong)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aina ( Palembang )  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lucky Andrean Sanusi ( Riau )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karin  Maulana (Hongkong)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maulana Usaid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Moedchuterz (  Payakumbuh)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Endang Ssn ( Madura )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Winwin  (Ngawi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tri Juni Ardhi (Pontianak)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sabil  Ananda&amp;nbsp; (Bogor)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;April (Garut)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dedek&amp;nbsp; (Tangerang  Selatan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sarie (Sentani)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Elsheeraknightvanrijkdom, Tegal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Evatya Luna&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Asni Januarti ( Palembang)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meizatety Qadarsih (Belitang)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nurman Arta (Mojokerto, Jatim)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mpok Mercy Sitanggang  (Kebun Jeruk, Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jaya Doank (Bengkulu)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zubeir Ibn Awwam el-Awwabi (Jakarta).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Vera Yudita  (Brebes-jateng)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Putrie'nezza Caiyank (Cilacap-Jateng)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fa'anni Khoirusy Syaja'ah (Tulungagung, Jawa Timur)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atikah Yusrifa ( Bandar Lampung )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mera Wati (Kota Metro -  Lampung)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atikah Yusrifa ( Bandar Lampung)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anindra Yudya Pradana.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aruel Pratama Yudistira ( Bogor,  Jabar)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dina Layla.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tia Marty Al-Zahira (  Bekasi )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;As Nawi Mangku Alam (Larangan - Tangerang)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Trx Wahana (Solo).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ade Anita (Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ry Fitri Keehl&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dwi Aprilytanti Handayani (Sidoarjo)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gugun Taq Gondrong&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-4215005084778150659?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/4215005084778150659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/antologi-kisah-misteri-kelahiran-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4215005084778150659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4215005084778150659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/05/antologi-kisah-misteri-kelahiran-dan.html' title='Antologi Kisah Misteri Kelahiran dan Kematian'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BWzR04_btLU/Tc-h_aqWN7I/AAAAAAAAAsk/EWFtiY6ZoNQ/s72-c/Copy+of+Antologi+Kismis+Kelahiran+%2526+Kematian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-601380085423332037</id><published>2011-04-30T01:17:00.006+07:00</published><updated>2011-05-02T11:55:59.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Tari Bali, Noken, dan TMII Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="yom-mod yom-art-content" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="bd"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_HEXJ0_O_Z0/TbsAfPdkjYI/AAAAAAAAAsI/YxV5QlVUf0g/s1600/201103290648260_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://1.bp.blogspot.com/-_HEXJ0_O_Z0/TbsAfPdkjYI/AAAAAAAAAsI/YxV5QlVUf0g/s320/201103290648260_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Indonesia kembali mengusulkan tiga unsur budaya untuk masuk dalam  nominasi warisan budaya ke Unesco di tahun 2011. Ketiga unsur budaya  tersebut adalah Tari Tradisi Bali, noken papua, dan Taman Mini Indonesia  Indah (TMII).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tari Tradisi Bali dimasukkan  dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda (Representative List of  Intangible Cultural Heritage). Noken,tas khas hasil kerajinan tangan  masyarakat Papua yang biasanya dibawa dengan disangkutkan di kepala,  sebagai nominasi dalam Daftar yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak  (Urgent Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Sedangkan, TMII  sebagai nominasi Penciptaan Ruang Budaya untuk Pelindungan,  Pengembangan, dan Pendidikan Warisan Budaya (Best Practices of  Intangible Cultural Heritage).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Noken dipilih  karena ada kekhawatiran kalau kerajinan tangan ini segera punah. "Saat  ini sudah tidak banyak orang yang bisa membuat Noken. Bahkan, di  kota-kota besar di Papua jarang yang menjual Noken," kata Menteri  Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada saat penandatanganan berkas  nominasi warisan budaya, Senin (28/3).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa  tahun lalu Kemenbudpar sudah mendaftarkan beberapa budaya dan beberapa,  seperti wayang, batik, keris, angklung, sudah diakui sebagai warisan  budaya. "Setelah diakui kita tanggung jawab untuk lestarikan. Kalau  hilang, bisa-bisa dicabut oleh Unesco," kata Jero.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jero  juga menuturkan tidak semua budaya bisa didaftarkan. Pendaftaran  dilakukan bertahap. Ia menyebut masalah biaya sebagai kendala. "Harus  mengeluarkan ratusan miliar rupiah untuk daftarkan semua budaya.  Lagipula, Unesco juga membatasi pendaftaran setiap negara," jelas Jero.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zwzAgOV63jc/TbsAoW9wT5I/AAAAAAAAAsM/U7BomGc6Zz0/s1600/B8xua3VVxK.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://4.bp.blogspot.com/-zwzAgOV63jc/TbsAoW9wT5I/AAAAAAAAAsM/U7BomGc6Zz0/s320/B8xua3VVxK.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Menteri  juga menyebutkan pentingnya dokumentasi budaya. Katanya, dokumen itulah  yang akan diteliti Unesco sebagai bukti kalau suatu budaya betul  berasal dari daerah yang diklaimkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan  masuknya unsur budaya Indonesia ke Unesco, menurut Jero, akan memberikan  beberapa fungsi, seperti pengakuan dunia akan budaya Indonesia serta  pengingatan kembali bagi diri sendiri untuk pelestarian. Dari segi  pariwisata, unsur budaya yang masuk Best Practices tentu akan  dipromosikan oleh Unesco ke seluruh dunia. (Ni Luh Made Pertiwi F.)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber:http://nationalgeographic.co.id/ &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat ini mata budaya Indonesia yang telah menerima inskripsi dari  Unesco yakni wayang (2003), keris (2005), batik (2009), dan angklung  (2010). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-601380085423332037?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/601380085423332037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/indonesia-usulkan-unesco-kukuhkan-tiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/601380085423332037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/601380085423332037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/indonesia-usulkan-unesco-kukuhkan-tiga.html' title='Tari Bali, Noken, dan TMII Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_HEXJ0_O_Z0/TbsAfPdkjYI/AAAAAAAAAsI/YxV5QlVUf0g/s72-c/201103290648260_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-5478668560232305012</id><published>2011-04-20T06:21:00.001+07:00</published><updated>2011-05-25T15:10:20.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramuka'/><title type='text'>Berita kawan Pramuka kita</title><content type='html'>&lt;h1 class="title" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malam tadi, sebagai anggota Gerakan Pramuka saya merasa terharu saat menyaksikan berita ditelevisi tentang kegiatan Perkemahan Pramuka yang pesertanya terdiri para kawan-kawan narapida dari berbagai lembaga pemasyarakatan Se-Jawa dan Bali. Ini merupakan hal menarik dan sarat manfaat. Sangat wajar jika kegiatan ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class="title" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Berikut ini beberapa cuplikan berita yang saya copy paste dari hasil googling pagi ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8647460876606790094&amp;amp;postID=5478668560232305012" name="main" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="google-buzz-button" data-button-style="small-count" href="http://www.google.com/buzz/post" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-decoration: none;" title="Post to Google Buzz"&gt;&lt;span class="buzz-counter-long" dir="ltr" id="buzz-842456786"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;script src="http://www.google.com/buzz/api/button.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;                            &lt;br /&gt;&lt;h1 class="title" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 225 Narapidana Ikut Jambore Pramuka Di Cibubur &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="submitted" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Selasa, 12 April 2011 | 12:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Wt0HSIu6bFs/Ta_YMl-LURI/AAAAAAAAAr4/PG37c_B_Vgc/s1600/image.tempointeraktif.com.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="113" src="http://3.bp.blogspot.com/-Wt0HSIu6bFs/Ta_YMl-LURI/AAAAAAAAAr4/PG37c_B_Vgc/s200/image.tempointeraktif.com.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #666666; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;,  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #666666; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; - Sekitar 225  anak narapidana dari 4 provinsi mengikuti Jambore Raimuna Pemasyarakatan  di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Acara jambore narapidana  anak dan remaja ini dilaksanakan sampai Kamis mendatang. "Ini pertama  kali dilaksanakan," ujar Arief Dwi Meiwanto, Kepala Humas Kantor Wilayah  Departemen Hukum dan Ham di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (12/4). Lebih lengkapnya Klik &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/04/12/brk,20110412-326827,id.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 class="gk_npro_header ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;150  Napi Ikuti Raimuna Pemasyarakatan 2011&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wEGVfbQgm0Y/Ta_ZY4q-4AI/AAAAAAAAAsA/sKtCTtl7ttc/s1600/stories.Tahun_2011.raimuna+dirjenpas1newspro1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-wEGVfbQgm0Y/Ta_ZY4q-4AI/AAAAAAAAAsA/sKtCTtl7ttc/s200/stories.Tahun_2011.raimuna+dirjenpas1newspro1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sepintas memang tak ada yang  berbeda dari peserta upacara pembukaan  Raimuna Pemasyarakatan 2011 yang  digelar di Bumi Perkemahan Cibubur pada  Selasa (12/4). Dengan berbaris  rapi dan mengenakan seragam pramuka  lengkap, para peserta perkemahan  ini terlihat khusyuk mendengarkan hymne  pramuka. Namun, siapa sangka  jika setengah peserta yang berdiri  di tengah lapangan dan mengikuti  kegiatan perkemahan dalam lingkup area  Jawa dan Bali ini adalah para  narapidana (napi). Kegiatan perkemahan  yang mengikutsertakan 150 napi  dari berbagai ... Klik &lt;b&gt;&lt;a href="http://kelanasolution.com/kumham-jakarta.info/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; untuk membaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai anggota Gerakan Pramuka yang masih butuh banyak belajar. Saya sedikit agak bingung dengan berita dibeberapa media online yang saya baca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, Berita di Media Tempo berjudul "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;225 Narapidana Ikut &lt;u&gt;Jambore&lt;/u&gt;  Pramuka Di Cibubur" sedangkan Website Kantor&amp;nbsp; Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta menulis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"150  Napi Ikuti &lt;u&gt;Raimuna Pemasyarakatan 2011".&lt;/u&gt; Saya juga tidak tahu mana sumber yang benar? Sesungguhnya Jambore dan Raimuna itu berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, Selain kedua media online yang saya sebutkan diatas juga ada beberapa media lain blog pribadi yang memuat berita serupa. Kenapa sih? Kata Narapidana (NAPI) bagitu ditonjol-tonjolkan. Apakah ini untuk menarik minat pembaca atau kegitan seperti ini terdengar aneh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebenarnya didalam Gerakan Pramuka itu tidak mengenal perbedaan latar belakang atau status sosial. Miskin atau kaya, putih atau hitam, cantik atau jelek kita semua sama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal seperti ini merupakan langkah tepat sebagai upaya meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Narapida, apakah karena kalimat itu kita lantas memvonis mereka adalah anak-anak jahat? Mereka harus menjalani masa tahan atas kesalahan yang mereka lakukan tapi mereka juga manusia yang mempunyai hati dan perasaan serta mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="gk_npro_text ta_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga, mengenai garis polisi yang pasang untuk membatasi ruang gerak para para peserta agar tidak kabur itu hanya menandakan belum maksimalnya penerapan dan pemahaman tentang&amp;nbsp; Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Jika mereka telah benar-benar memahami serta mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka pastilah mereka tidak akan kabur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat buat kawan-kawan semua yang telah mengikuti kegiatan ini, teruslah tempa dan persiapkan diri kalian untuk kembali ke masyarakat. Ibu Pertiwi akan senantiasa menerima kalian sebagai insan-insan muda untuk turut membangun Bangsa dan Negera Indonesia tercinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-5478668560232305012?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/5478668560232305012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/berita-kawan-pramuka-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/5478668560232305012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/5478668560232305012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/berita-kawan-pramuka-kita.html' title='Berita kawan Pramuka kita'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Wt0HSIu6bFs/Ta_YMl-LURI/AAAAAAAAAr4/PG37c_B_Vgc/s72-c/image.tempointeraktif.com.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-2432489203218752803</id><published>2011-04-17T17:04:00.007+07:00</published><updated>2011-05-03T10:21:26.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Tuhan, selamatkanlah Marya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Marya, seorang lelaki setengah ganteng designer disebuah  perusahaan advertising yang bersebelahan dengan butik tempatku berkerja.  Orangnya asyik diajak ngobrol, rada aneh dan susah ditebak. Kadang baik  kadang jahil suka mengacak-acak rambutku. Usia kami hanya terpaut  beberapa bulan tapi Marya jauh lebih dewasa dan selalu bisa membuatku  tersenyum. Sering membuat kejutan-kejutan kecil seperti menjepretku  diam-diam lalu beberapa hari kemudian memajang foto hasil rekayasanya di  dinding dekat meja kasir atau meletakan di tangan manekin dekat pintu  masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sore ini cuaca mendung seperti hatiku. Aku baru  putus dengan Sammy, aku selalu perhatian padanya tapi dia malah  bersayang-sayangan dengan cewek lain dihadapanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kok  matanya sembab Dee, habis nangis ya?” Marya tersenyum seperti akan  meledekku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hm…” ternyata tidak, dia hanya membelai  kepalaku lalu pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sudah pukul satu, aku tak bisa  tidur. Kesal, marah dan sakit hati menjadi satu. Ingin aku berteriak  tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku, aku masih sayang pada  Sammy. Coba menelpon Marya tapi tidak diangkat. Akhirnya kukirim sms,  ungkapkan kegalauan hatiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hai non! Nyadar dkit napa?  Mau2nya djadiin hiasan doank! Kyk boneka disyng2 trs klo udh bsan  dibuang. Mkr donk pke otak!” Kulempar handphone, kubenamkan wajah  menangis dibawah bantal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebulan berlalu, sejak SMS malam  itu aku tidak pernah lagi berteguran dengan Marya. Aku mulai kangen  kata-kata. Ledekan-ledekannya selama ini seperti memberiku energi lebih  untuk membuktikan apa yang Marya katakan itu salah dan aku bisa  membuktikannya. Kusingkirkan gengsi untuk menyapanya lebih dulu. Dia  masih seperti dulu, biasa saja seperti tidak pernah merasa bersalah,  ingin rasanya aku menonjok mukanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjelang sore, Marya  datang membawakan brownies untukku. Dia juga menyodorkan sebuah buku  tentang ibu, baru membaca sedikit mataku berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Kok nangis, merasa bersalah sama ibu ya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Banget.”  Kuhapus air mata tidak ingin diledeknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kamu sih bandel  jadi anaknya…” Dia membelai kepalaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jangan nangis  lagi, ntar aku pergi nggak ada lagi yang mau m’bujuk kayak gini.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Memangnya mau pergi kemana?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ke Jepang. Mengikuti  pertukaran pemuda antar negera.” Jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Berapa lama?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Enam bulan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tiga hari kemudian Marya dijemput oleh  seorang cewek cantik berambut pirang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  *&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku putus lagi dengan Suta. Ingin menelpon  Marya tapi takut teringat kata-katanya yang menyakitkan. Namun apa yang  dikatakan Marya itu benar, selama ini aku hanya dijadikan hiasan oleh  mantan-mantanku, mereka tidak menghargaiku, tidak seperti Marya selalu  mengerti aku. Air mataku tidak mau berhenti, aku menangisi kebodohanku  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Aku&lt;/b&gt; terbangun saat sinar sang  surya menerobos masuk kedalam kamar, mataku bengkak karena menangis  semalaman. Siaran berita televisi pagi ini mengabarkan bahwa Jepang  diguncang gempa dan tsunami dahsyat. Langsung kuhubungi Marya tapi  nomornya tidak aktif. Sendai kota tempat Marya berada mengalami  kerusakan paling parah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tuhan selamatkanlah Marya, tidak  sanggup jika harus kehilangannya…” Tubuhku lemas  sambil berurai air mata.***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 29 Maret 2011 01:01&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cerita ini  didedikasihkan untuk para korban bencana gempa dan tsunami  Jepang.  Salut, dalam krisis bencana dahsyat mereka tetap tertib dan  saling   menghargai satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/217787_217392994937716_100000010510736_972295_1315348_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://www.boston.com/bigpicture/2011/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img class="img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/206596_217393048271044_100000010510736_972296_4577028_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-2432489203218752803?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/2432489203218752803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/tuhan-selamatkanlah-marya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/2432489203218752803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/2432489203218752803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/tuhan-selamatkanlah-marya.html' title='Tuhan, selamatkanlah Marya'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-7303178056491071554</id><published>2011-04-02T11:27:00.002+07:00</published><updated>2011-05-03T10:14:13.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi dan Motivasi'/><title type='text'>Ni Wayan Mertayani: Gadis Pemulung dari Bali, Menang Lomba Foto Internasional Museum Anne Frank</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Googling pagi ini membuatku terdiam sejenak, berpikir sambil menarik napas dalam, Ni Wayan Mertayani. Sebagian orang sudah pasti tahu hal ini tapi aku juga yakin masih ada yang belum mengetahui siapa Ni Wayan Mertayani, berikut ini saya copy paste dari beberapa website berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ni Wayan Mertayani: Gadis Pemulung dari Bali,  Menang Lomba Foto Internasional Museum Anne Frank&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UOcL0B0ZuFo/TZai8lklrvI/AAAAAAAAApg/BNlR_ANiHko/s1600/Ni-Wayan-Mertayani-Profil-Anak-Bangsa-Berprestasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-UOcL0B0ZuFo/TZai8lklrvI/AAAAAAAAApg/BNlR_ANiHko/s320/Ni-Wayan-Mertayani-Profil-Anak-Bangsa-Berprestasi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alur hidup Mertayani bisa dikatakan hampir mirip Anne Frank.  Sama-sama hidup dalam tekanan, tapi penuh harapan dan cita-cita. Dan,  ternyata Mertayani pun mengagumi Anne Frank setelah membaca bukunya yang  sesungguhnya sebuah diary.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada kemiripan hidup antara Mertayani dan Anne Frank. Sama-sama  ditekan dalam sebuah kondisi yang begitu menyulitkan. Bedanya, Anne yang  keturunan Yahudi besar di bawah tekanan tentara Nazi pada masa itu,  sementara Mertayani besar di bawah tekanan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kondisi ekonomi yang sangat sulit memaksa Mertayani harus dewasa di  usianya yang masih 14 tahun. Sehari-harinya, Mertayani membantu ibunya  berjualan asongan di pinggir pantai selain menjalani tugas belajar  sebagai siswi di SMPN 2 Abang. Kadangkala, dia ikut mencari barang  rongsokan di tepi pantai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mertayani merupakan putri sulung almarhum I Nengah Sangkrib dan Ni  Nengah Sirem. Sejak ayahnya meninggal, Mertayani tinggal bersama ibunya  Ni Nengah Sirem dan adiknya Ni Made Jati. Sejak itu pula, tiga wanita  ini berjuang untuk melanjutkan hidupnya dari hari ke hari dengan  berjualan atau mencari barang rongsokan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aktivitas ini sama sekali tak pernah terbersit dalam benak Mertayani  untuk dilakoni. Namun ketabahan ibunya dalam menjalani itu semua membuat  Mertayani cuek terhadap cibiran di sekelilingnya. Dan, siapa menyangka,  dari aktivitas mengasong dan mencari barang rongsokan, Mertayani justru  kenal dengan para wisatawan. Termasuk Mrs Dolly Amarhoseija yang  meminjamkan kamera digital serta mengajarkan Mertayani cara  membidikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mertayani sendiri mengaku kagum dengan sosok Anne Frank. Sosok belia  ini penuh dengan harapan dan cita-cita meski kenyataannya hidup dibawah  tekanan. “Saya mulai mengaguminya (Anne Frank,Red) sejak membaca  buku-bukunya,” kata Mertayani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari bacaan itu juga, Mertayani seperti mendapat sokongan semangat  bahwa hidup itu memang harus dijalani. Suka duka harus diarungi tanpa  harus menanggalkan cita-cita atau harapan. Soal cita-cita, Mertayani  sendiri mengaku hendak menjadi wartawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang dialami Mertayani itu ternyata tak berlebihan. Ibunya, Ni  Nengah Sirem menuturkan bagaimana pedihnya membesarkan Mertayani dan  adiknya, Ni Made Jati. Saat menerima kenyataan bahwa harus ditinggalkan  suaminya, Ni Nengah Sirem harus berjuang seorang diri membesar dua  putrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pernah sekali waktu, saat dirinya mencari rongsokan, Sirem dikerjai.  Ceritanya, saat itu dirinya sedang sibuk mencari barang rongsokan di  tepi pantai. Kemudian, ada seseorang mengatakan bahwa ada tempat yang  banyak terdapat barang rongsokannya. Mendengar itu, Sirem langsung  bergegas ke tempat tersebut. Tak dinyana, sesampainya di sana bukannya  barang rongsokan yang ditemuinya, melainkan bangkai anjing. “Saya cuma  bisa bersabar saja,” kata Sirem saat mendampingi Mertayani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KYy48Q_1uQc/TZakzuVY1MI/AAAAAAAAApk/owYsgjS--AQ/s1600/Profil-Ni-Wayan-Mertayani.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://3.bp.blogspot.com/-KYy48Q_1uQc/TZakzuVY1MI/AAAAAAAAApk/owYsgjS--AQ/s320/Profil-Ni-Wayan-Mertayani.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meski hidup serbakekurangan, ada satu hal yang selalu diajarkan Sirem  kepada dua orang puterinya yakni keikhlasan. Karena itulah rumah  Mertayani kerap didatangi para wisatawan. Bahkan, sampai ada yang  menginap dan Sirem harus menyediakan makanan dengan memotong beberapa  ekor ayam peliharaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”Tempo hari ada tamu cewek-cewek dari Italia. Mereka menginap di  sini. Mereka nggak keberatan tidur di atas bale. Karena tempat tidur  yang kami punya memang hanya itu saja,” pungkas Sirem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan prestasi yang diperoleh Mertayani, Sirem kini tambah semangat.  Apa yang dia yakini dan lakukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia  pun berharap, anaknya itu bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: http://www.indonesiaberprestasi.web.id/?p=5411&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ni Wayan Mertayani, Ayam dan Mimpi jadi Wartawati&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lQB5Jx5aAe8/TZalef6-1UI/AAAAAAAAApo/8Z8BamPC8uQ/s1600/Foto-Menang-Ni-Wayan-Mertayani.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-lQB5Jx5aAe8/TZalef6-1UI/AAAAAAAAApo/8Z8BamPC8uQ/s320/Foto-Menang-Ni-Wayan-Mertayani.jpg" width="206" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan langkah malu-malu, Ni Wayan Merta-yani, 14 tahun, menemui  sejumlah wartawan di Radio Netherlands Training Centre di Hilversum,  Belanda, Kamis pekan lalu. Dia hanya mengenakan jumper- jaket tipis  bertutup kepala-berwarna abu-abu, kaus oblong, dan sepatu kets. Matanya  langsung berbinar melihat para kuli tinta menyingkirkan udara dan angin  dingin yang berembus kencang menggigit kulit. Maklum, Wayan amat  terobsesi menjadi wartawati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku The Diary of Anne Frank, tentang Annelies Marie FVank alias Anne  Frank, menginspirasinya untuk rae-matri cita-cita terse-but Dolly  Amarhosoija, turis asal Belanda. adalah orang yang memperkenalkan gadis  asal Baniar Biasiantang, Desa Purwakerti. Kecamatan Abang. Karangasem,  itu dengan sosok Anne yang menjadi korban Holocaust di Amsterdam,  Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak cuma buku, Wayan juga meminjam kamera foto milik Dolly. Dia  membuat 15 foto dengan kamera itu. Jepretan terakhirnya adalah sebuah  potret pohon ubi karet dengan dahan tanpa daun yang tumbuh di depan  rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan, serta handuk  berwarna merah jambu dan baju keseharian yang dijemur di bawahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak dinyana, foto sederhana itu memikat 12 fotografer kelas dunia  dari World Press Photo yang menjadi juri lomba foto internasional 2009,  yang digelar Yayasan Anne Frank di Belanda. Tema lomba yang yang diikuti  200 peserta itu adalah “Apa Harapan Terbesarmu?” Wayan menjelaskan,  ayam itu simbolisasi diri dan kehidupannya. “Ayam itu kalau panas  kepanasan, hujan kehujanan. Sama seperti saya,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sulung dari dua bersaudara ini memang berasal dari keluarga miskin.  Ibunya, I Nengah Kirem, 52 tahun, sudah bertahun menderita ginjal dan  harus bekerja serabutan. Ayah Wayan telah meninggal. Mereka tinggal di  gubuk berdinding bilik bambu dengan satu kamar tidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk menopang kehidupan, tiap sore hingga gelap menyergap, pelajar  kelas HI SMP Negeri 2 Abang, Karangasem, itu berjualan kue jajanan di  Pantai Kadang. Jika dagangannya laku, dia bisa memperoleh pendapatan  hingga Rp 50 ribu. Tapi lebih sering dia rugi karena banyak yang tidak  bayar. “Atau kalau tak habis saya makan sendiri, jadi ya rugi,” ujar  Wayan tersipu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia mengaku punya puluhan ayam dan bebek serta beberapa ekor kambing.  Ayam-ayamnya pun dibiarkan berkeliaran tak dikandangkan. Terkadang  Wayan harus menyabit rumput untuk memberi makan kambingnya sebelum  berjualan. Namun, di sela kehidupan keras yang dilaluinya, Wayan biasa  meluangkan waktu dengan membaca di perpustakaan milik Marie Johana  Fardan, tetangganya yang warga Belanda pemilik vila Sinar Cinta di  Pantai Amed.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sudah dua tahun dia menjadi langganan tetap perpustakaan. Dia  menyukai buku Anne Frank itu,” ujar Marie, yang mengantar Wayan dan  adiknya, Ni Nengah Jati, terbang ke Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Negeri Kincir Angin menjadi tempat pertama Wayan mengenal dunia di  luar Bali Wayan mengaku .senang bisa menjejakkan kaki di Belanda, yang  menurut dia bersih, ramai, meski cuacanya kurang bersahabat. “Senang  tapi makanannya tidak enak, mentah-mentah. Lebih enak jajanan saya,”  ujarnya disambut tawa hadirin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Yayasan Anne Frank, Wayan menerima hadiah berupa kamera saku dan  sebuah komputer jinjing dari Radio Netherlands Wereldomroep.  Rencananya, jika Yayasan Anne Frank mengadakan acara di Bali, dia akan  diundang untuk memamerkan foto-fotonya. Radio Netherlands juga  menawarkan tempat untuk Wayan mengirim cerita pendek atau  tulisan-tulisannya untuk disiarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wayan berharap bisa menyelesaikan sekolah dan mewujudkan cita-citanya  menjadi jumalis. Sepulangnya dari Belanda, ia mendapat kabar gembira  berupa kelulusannya dari ujian nasional. “Saya ingin membahagiakan ibu  saya,” ujarnya sendu. Matanya bulat menerawang. Dia sangat sadar  kemiskinan mengancam kelanjutan pendidikannya. “Anne Frank lebih susah  hidupnya. Jika dia tak mengeluh, saya juga seharusnya tidak,” ujarnya  kemudian.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Sumber: http://bataviase.co.id/node/213068&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-7303178056491071554?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/7303178056491071554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/ni-wayan-mertayani-gadis-pemulung-dari.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7303178056491071554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7303178056491071554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/04/ni-wayan-mertayani-gadis-pemulung-dari.html' title='Ni Wayan Mertayani: Gadis Pemulung dari Bali, Menang Lomba Foto Internasional Museum Anne Frank'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UOcL0B0ZuFo/TZai8lklrvI/AAAAAAAAApg/BNlR_ANiHko/s72-c/Ni-Wayan-Mertayani-Profil-Anak-Bangsa-Berprestasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-7239620313379717521</id><published>2011-03-30T19:58:00.001+07:00</published><updated>2011-04-01T10:43:46.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Jangan Menangis Papa</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WT3bnYtKwtY/TZVJ5H9gq8I/AAAAAAAAApc/Elv2yy9b6u4/s1600/197505_213055858704763_100000010510736_940792_5430286_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-WT3bnYtKwtY/TZVJ5H9gq8I/AAAAAAAAApc/Elv2yy9b6u4/s1600/197505_213055858704763_100000010510736_940792_5430286_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jangan Menangis Papa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh. Annas Tupank&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kok  papa nangis sih?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa lagi sedih ya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jawab donk papa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa  jangan bohong donk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap kali ditanya selalu bilang tidak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi  kenapa papa menangis,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jawab donk papa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa sedih  karena aku nakal ya pa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku janji gak akan nakal lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi  papa juga harus janji,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa gak akan sedih lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kan  papa nangis lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa sedih kenapa,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa papa kangen sama  mama?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mama memang jahat ya pa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa jangan sedih  terus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biar mama gak ada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kan aku tetap sayang sama papa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papa  jangan menangis lagi ya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 30 Maret  2011 19:49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"maaf jika telah membuatmu menangis..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-7239620313379717521?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/7239620313379717521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/jangan-menangis-papa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7239620313379717521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7239620313379717521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/jangan-menangis-papa.html' title='Jangan Menangis Papa'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WT3bnYtKwtY/TZVJ5H9gq8I/AAAAAAAAApc/Elv2yy9b6u4/s72-c/197505_213055858704763_100000010510736_940792_5430286_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-6143010439255208245</id><published>2011-03-27T10:12:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T01:03:52.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Haram</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Haram&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh.  Annas Tupank&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram, bisikmu ketelingaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat  kita bersama-sama melihat kejadian waktu itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itu haram, bisikmu  lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menegaskan agar aku menyetujui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram, cibirmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sambil  meludah lalu berlalu pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku tersentak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram!  vonismu mengikuti hentakan palu wibawamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itu haram! ucapmu lebih  keras dekat mukaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram! kau melotot memandangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram  menjadi makananmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Haram menjadi senandungmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu  mudahnya kau kata haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu gampangnya  kau vonis haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu  lekasnya kau berfatwa haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku bingung akan dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak  mengerti akan makna haram bagimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sepertinya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau  pusing bila sehari saja tidak bertemu haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Panas bila semenit  saja tidak bersenandung haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesak bila tidak bernapas haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekalipun  kau tak pernah jelaskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa itu haram?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenapa kau  tak pernah menjawab tanya tololku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seperti apa saja haram itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah  kau juga pernah mengharamkan dirimu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melotot diam kau berteriak  haram kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 26 Maret 2011 10:12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"untuk  sang haram dari diri yang haram" [bunyi sms yang kuterima waktu itu].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;fb:like font="arial" href="http://annastupank.blogspot.com/" show_faces="true" width="450"&gt;&lt;/fb:like&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=APP_ID&amp;amp;xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;fb:comments href="http://annastupank.blogspot.com/" num_posts="2" width="500"&gt;&lt;/fb:comments&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-6143010439255208245?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/6143010439255208245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/haram.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/6143010439255208245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/6143010439255208245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/haram.html' title='Haram'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-4188791377906854938</id><published>2011-03-26T18:27:00.006+07:00</published><updated>2011-03-29T14:13:36.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Lomba'/><title type='text'>Lomba Menulis Catatan Heroik Perempuan : GIRL'S POWER</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Lomba Menulis  Catatan Heroik  Perempuan : &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=197475283620275"&gt;GIRL'S POWER&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;oleh El Kinanti   pada 25 Maret 2011 jam 23:03&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Bismillahirrahmanirrahim...&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wYrZWRffD34/TY3RYEfzHBI/AAAAAAAAAlA/jzDHR_ENIGA/s1600/wanita-perkasa2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="https://lh5.googleusercontent.com/-wYrZWRffD34/TY3RYEfzHBI/AAAAAAAAAlA/jzDHR_ENIGA/s320/wanita-perkasa2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Temans,   sepanjang bulan April hingga Mei ternyata adalah bulan-bulan penuh   catatan heroik, baik dari kategori pahlawan wanita, pahlawan pendidikan   hingga pahlawan revolusi yang terabadikan dalam Hari Besar Nasional :   Hari Kartini (21 April), Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) hingga Hari   Kebangkitan Nasional (20 Mei).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hingga tergelitik rasanya   ingin mengabadikan momen terindah ini dalam sebuah &lt;b&gt;catatan   heroik perempuan, &lt;/b&gt;dalam sebuah lomba menulis bertemakan&lt;b&gt;  &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=197475283620275"&gt;GIRL’S POWER&lt;/a&gt;. &lt;/b&gt;Tulisan tidak selalu harus bertemakan tentang   pejuang nasional, namun siapapun di sekitar kita bisa saja bersikap dan   bermental pejuang. Terbuka untuk lelaki atau perempuan, cowok atau   cewek, asalkan tokoh dalam tulisan notabene ‘Perempuan’, dan orang yang   memang kamu kenal baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lomba ini diadakan dalam   rangka memperingati kebangkitan semangat EL Kinanti untuk tetap   konsisten menulis, meski hobinya ini putus sambung dan dalam kondisi   apapun. Serta memperingati &lt;b&gt;Milad ke 40 &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1785278495"&gt;EL Kinanti&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; di   tanggal yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada   tanggal 20 Mei.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sedikit hal tentang EL Kinanti adalah dari   beberapa buku baik yang ditulis sendiri maupun antologi bersama yang   telah diterbitkan, antara lain: &amp;nbsp;Antologi Puisi Mengenang Ibu Tien   Suharto (1994), Antologi Lovely Lebaran - La Tahzan (Indie Publishing -   Februari 2011), Buku Kumpulan Cerpen UNFORGIVEN (Indie Publishing -   Maret 2011), &amp;nbsp;Buku Kumpulan Cerpen NIGHTMARE (dalam proses terbit,   2011), Antologi Scary Moment (dalam proses terbit, Indie Publishing,   2011), dan Antologi 55 Surat Cinta Untuk Rasulullah &amp;nbsp;serta Antologi Baby   Traveler (dalam proses terbit, 2011).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PERSYARATAN   LOMBA DAN KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA.&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan   Umum :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lomba ini terbuka untuk umum tanpa   batasan usia, gender, maupun profesi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Naskah ditulis dalam   bahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam bentuk narasi, diketik di   kertas A4, spasi 1,5, font TNR ukuran 12, margin normal, dengan panjang   naskah berkisar antara 3-6 halaman. Boleh diselipkan dialog di dalam   tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau hasil   plagiat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tema :&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=197475283620275"&gt;&lt;b&gt;GIRL’S POWER&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.   Catatan heroik perempuan, berdasarkan &lt;b&gt;Kisah atau Pengalaman   Nyata&lt;/b&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Naskah belum pernah   dipublikasikan di media manapun dan tidak sedang diikutsertakan dalam   sayembara lain. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Khusus :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak   boleh menuliskan nama dan identitas lainnya pada naskah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuliskan   Biografi Naratif maximal 100 karakter, dan info lain berupa Nama Asli,   Nama FB, Judul Tulisan, No HP, No Rekening yang masih aktif, Email dan   alamat rumah; yang ditulis pada lembaran terpisah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Artikel   dikirimkan via email ke naskah_eniyalindakinanti@yahoo.co.id, dengan  format  subject : LMCHP_EL Kinanti_Judul_Penulis. Contoh : LMCHP_EL   Kinanti_Wanita Kuli Panggul_Ahmad.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta diharap memposting   materi lomba di account FB dengan mentag El Kinanti, serta minimal 30   teman peserta lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Yang diposting pada   notes di account FB peserta hanya materi lomba saja dengan subject :   LMCHP – Lomba Menulis Catatan Heroik Perempuan: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=197475283620275"&gt;GIRL’S POWER&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lebih   disukai naskah yang dilengkapi dengan gambar pendukung (misal foto si   tokoh serta aktifitasnya).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ketentuan Umum :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diharapkan   kepada peserta agar meng-add El Kinanti di facebook, sebagai   penyelenggara lomba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Naskah artikel pemenang akan dibukukan dan   diusahakan bisa diterbitkan oleh penerbit umum. Namun jika tidak ada   penerbit yang melirik, maka kumpulan empatpuluh catatan terbaik bersama   catatan EL Kinanti akan diterbitkan secara indie.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ke-empatpuluh   peserta dengan catatan terbaik akan mendapatkan Piagam Elektronik.&lt;b&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Da&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;n&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,   tiga pemenang akan mendapatkan hadiah berupa :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Juara  I&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  : Total uang tunai Rp 125.000,- + Piagam, paket buku karya EL  Kinanti  dan buku Antologi GIRL’S POWER.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Juara II&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Total uang  tunai Rp  75.000,- + Piagam, salah satu buku karya EL Kinanti, buku  Antologi  GIRL’S POWER. Juara III &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Total uang tunai Rp 50.000,- +  Piagam, dan  salah satu buku karya EL Kinanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Tidak  ada  pembagian royalty bagi naskah peserta yang ikut dibukukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.   Total Hadiah yang diterima pemenang : Hadiah bisa berubah (bertambah)   jika ada donatur yang menyumbang. (Mohon di-inbox ke FB El Kinanti)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6.   Naskah ‘Catatan Heroik Perempuan’ Peserta akan dinilai langsung oleh  EL  Kinanti yang akan dibantu oleh penulis senior lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7. Hanya   naskah yang memenuhi persyaratan umum dan khusus, yang akan dinilai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8.   Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 9. Untuk segala   pertanyaan seputar lomba bisa langsung ke inbox El Kinanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ketentuan   Khusus :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Waktu lomba terhitung &amp;nbsp;tanggal 25 Maret  -&amp;nbsp;  19 April 2011 pukul 23.59 WIB&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengumuman Update Peserta  tanggal  21 April 2011, bertepatan dengan Hari Kartini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengumuman  Empat  Puluh Naskah terbaik pada tanggal 20 Mei 2011 bertepatan dengan  Milad  EL Kinanti yang ke-40 dan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemenang   diumumkan pada tanggal 31 Mei 2011 pada Notes di akun FB EL Kinanti   (pemenang akan dihubungi langsung via sms).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengumuman   Penerbitan Naskah Catatan Heroik Perempuan : &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=197475283620275"&gt;&lt;b&gt;GIRL’S POWER&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;,   pada bulan Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengiriman Hadiah dan Penghargaan kepada   Tiga Pemenang antara tanggal 1-7 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yuuk ah,   gerakin tangan temans untuk menuliskan catatan heroik perempuan yang   bertebaran di sekitar kita. Tolong sebarkan notes ini. ^_^ ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salam   Kreatif,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1785278495"&gt;EL Kinanti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Eniya Linda Kinanti)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-4188791377906854938?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/4188791377906854938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/lomba-menulis-catatan-heroik-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4188791377906854938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4188791377906854938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/lomba-menulis-catatan-heroik-perempuan.html' title='Lomba Menulis Catatan Heroik Perempuan : GIRL&apos;S POWER'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-wYrZWRffD34/TY3RYEfzHBI/AAAAAAAAAlA/jzDHR_ENIGA/s72-c/wanita-perkasa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-3561028740575696802</id><published>2011-03-25T19:24:00.007+07:00</published><updated>2011-03-29T14:15:17.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Lomba'/><title type='text'>Audisi Menulis Asma Nadia Inspirasiku</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asma Nadia adalah penulis yang  menginspirasi. Leutika, lewat event    ini, mengajak para pencinta Asma  Nadia dengan karya-karyanya untuk    mengabadikan perubahan paling  mengesankan setelah membaca    karya-karyanya yang menjadi titik motivasi  untuk bangkit dan    menginspirasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-nCFz6eqZLag/TY3DkZI0OBI/AAAAAAAAAk4/C3kINUbSGY8/s1600/196335_211744302169252_100000010510736_932230_4298812_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh3.googleusercontent.com/-nCFz6eqZLag/TY3DkZI0OBI/AAAAAAAAAk4/C3kINUbSGY8/s320/196335_211744302169252_100000010510736_932230_4298812_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mari kita menjadi satu bagian dari Audisi Asma   Nadia Inspirasiku dengan cara:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.    Ceritakan episode inspiratifmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.   Judul karya bebas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Boleh dari pengalaman pribadi atau   orang-orang sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.    Tulis dalam 3-4 halaman A4   spasi 1 ½ Times New Roman 12.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Teknis penulisan menggunakan kata   ganti orang pertama (aku, gue,  saya dsb….).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Boleh  menyisipkan  dialog di dalam cerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.     Kirim karya  kamu ke  asmanadiainspirasiku@hotmail.com dengan   attachment sebagai  berikut:  (Mohon untuk meng-attach file dan tidak   menaruhnya di badan  email.  Setiap karya yang dikirim ke selain email di   atas, tidak bisa  kami data  dan kami anggap tidak sah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Biodata lengkap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; i.   Nama lengkap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ii. Nama yang ingin dicantumkan di buku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; iii.   Alamat kirim buku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; iv. Alamat e-mail&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; v. Alamat FB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; vi.   No telp yg bisa dihubungi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; vii. No rek yg masih aktif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.   Biodata dalam bentuk cerita/ narasi untuk keperluan penerbitan  buku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.   Publish materi, banner, dan hotnews di notes FB masing-masing,  dengan   menyertakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Kalimat ajakan untuk mengikuti lomba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.  Info  Hotnews Leutika. (Teks Hotnews ada di bawah materi lomba).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c.  Tag  minimal 25 teman selain Leutika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Leutika  memilih 30  karya  terbaik untuk kemudian diterbitkan dalam  bentuk  buku. Lomba  ini dibuka  dari 28 Februari 2011 hingga 26 Maret 2011  jam  24.00 WIB.  Pengumuman  pemenang pada tanggal 4 April 2011 pukul  12.00  WIB di fb  leutika  publisher dan &lt;a href="http://www.leutika.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;0f9c0&amp;quot;, event, bagof({}));" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.leutika.com&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hadiah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Royalti   10% dibagi 30 pemenang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Piagam penghargaan elektronik untuk   seluruh peserta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Piagam penghargaan hardcopy untuk pemenang + 1   (satu) eksp buku  “Asma Nadia Inspirasiku”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;buatlah cintamu  lebih produktif, jadikan cinta sebagai motivasi untuk berkarya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;salah  satunya mengikuti event menulis Asma Nadia Inspirasiku ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hotnews:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mau   nerbitin sendiri? Hanya Rp 500.000 all in. Tinggal duduk, buku  jadi   deh!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Info lengkap, klik! &lt;a href="http://leutika.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;0f9c0&amp;quot;, event, bagof({}));" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://leutika.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-3561028740575696802?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/3561028740575696802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/audisi-menulis-asma-nadia-inspirasiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/3561028740575696802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/3561028740575696802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/audisi-menulis-asma-nadia-inspirasiku.html' title='Audisi Menulis Asma Nadia Inspirasiku'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-nCFz6eqZLag/TY3DkZI0OBI/AAAAAAAAAk4/C3kINUbSGY8/s72-c/196335_211744302169252_100000010510736_932230_4298812_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-1171565959664465216</id><published>2011-03-24T18:32:00.004+07:00</published><updated>2011-03-29T14:15:40.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Lomba'/><title type='text'>Kesempatan berkolaborasi dengan Penulis terkenal dalam Buku Ibuku Adalah... 2!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-6ayrdqgvRn0/TY3OyyXrIsI/AAAAAAAAAk8/HmDfwDQNSBA/s1600/197399_211492288861120_100000010510736_931206_686808_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="https://lh4.googleusercontent.com/-6ayrdqgvRn0/TY3OyyXrIsI/AAAAAAAAAk8/HmDfwDQNSBA/s320/197399_211492288861120_100000010510736_931206_686808_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SEGERA MILIKI BUKU BEST SELLER IBUKU ADALAH... SEBAGAI SYARAT MENGIKUTI AUDISI MENULIS BUKU IBUKU  ADALAH... 2 DAN BERKOLABORASI DENGAN PARA PENULIS LAINNYA, SEPERTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Taufan E. Frast - ketua FLP jakarta&lt;br /&gt;2. Awy Ameer Qolawun - Pengurus  Flp Saudi Arabia&lt;br /&gt;3. Riyanto el- Haris - Novelis Best Seller Takbir  Takbir Cinta&lt;br /&gt;4. Naqiyah Syam - Penulis Antologi Populer&lt;br /&gt;5. Dhony  Firmansyah - Motivator Pemenang Kehidupan&lt;br /&gt;6. Anam Khoirul Anam -  Novelis Best Seller Dzikir Dzikir Cinta&lt;br /&gt;7. Faradina Izdihary -  Penyair wanita populer&lt;br /&gt;8. Sinta Yudisia - Ketua Flp Jatim .&lt;br /&gt;9.  khrisna Pabichara – Cerpenis best seller Mengawini Ibu&lt;br /&gt;10. Yeti A. KA  – Cerpenis popular&lt;br /&gt;11. Itok kurniawan – Penulis Yang Muda Yang  Kreatif Menpora&lt;br /&gt;12. Denny Herdy – Penulis Cinta Jangan Kau Pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin  bergabung dengan mereka bercerita tentang sosok seorang ibu ?&lt;br /&gt;Miliki  buku “Ibuku Adalah” sebagai syarat utamanya, kemudian kirim naskah  kepada : dangaji@yahoo.com.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Syarat naskah :&lt;br /&gt;NASKAH PADA  EMAIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Kisah inspiratif ( true story), boleh juga berbetuk  prosa, maksimal 4 halaman, A4, 12 TNR, file doc atau docx. 1 peserta 1  naskah.&lt;br /&gt;- Nama file : Nama Naskah + Nama FB&lt;br /&gt;- Paragraph pertama  dimulai dengan kata ; “Ibuku adalah….. “&lt;br /&gt;- Lampirkan foto Ibu pada  akhir naskah, atau ilustrasi foto seorang ibu jika tidak ada dengan  menuliskan sumbernya.&lt;br /&gt;- Lampirkan biodata maksimal 50 kata di akhir  naskah ( jangan dipisah).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PADA FB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Posting  potongan cerita pada naskah yang anda kirim, maksimal 100 kata disertai  foto anda memegang buku Ibuku adalah ( sendiri atau bersama-sama silakan  saja) sebagai bukti memiliki buku Ibuku Adalah.&lt;br /&gt;- Jika tidak  memposting catatan, maka naskah pada email akan kami tolak.&lt;br /&gt;- Catatan  diharuskan mentag jazim naira chand dan diposting di group UNTUK  SAHABAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULIS IBUKU ADALAH.. ( 1) TIDAK DIBENARKAN  MENGIKUTI AUDISI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DICARI 15 NASKAH, SETIAP PESERTA TERPILIH AKAN  MENDAPAT SATU BUKU TANDA TERBIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROYALTI 10% DIBAGI JUMLAH  PENULIS (SETELAH DIKURANGI BIAYA AUDISI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO BERSAMA BUKU IBUKU  ADALAH TERBAIK AKAN MENERIMA UANG TUNAI RP 100.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEADLINE 21  Maret – 21 April 2011, pengumuman naskah terpilih diumumkan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Pesan  buku Ibuku Adalah dengan menginbox facebook &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000080081552"&gt;Dang Aji Sidik&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018454780"&gt;Jazim Naira Chand&lt;/a&gt;  atau &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100001886225571"&gt;Leutika Prio&lt;/a&gt;. Harga Rp 36.000,- + ongkos kirim&lt;br /&gt;***Bagi sahabat  yang berada di Privinsi Riau dan sekitarnya bisa memesan dengan cara  menginbox facebook &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000010510736"&gt;Annas Tupank&lt;/a&gt;. (dengan harga yang sama).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-1171565959664465216?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/1171565959664465216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/kesempatan-berkolaborasi-dengan-penulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/1171565959664465216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/1171565959664465216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/kesempatan-berkolaborasi-dengan-penulis.html' title='Kesempatan berkolaborasi dengan Penulis terkenal dalam Buku Ibuku Adalah... 2!'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-6ayrdqgvRn0/TY3OyyXrIsI/AAAAAAAAAk8/HmDfwDQNSBA/s72-c/197399_211492288861120_100000010510736_931206_686808_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-1713643048014920151</id><published>2011-03-20T00:43:00.005+07:00</published><updated>2011-03-29T14:16:11.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hanya Selember Kertas</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hanya Selember Kertas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh. Annas Tupank&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img class="img" height="242" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190360_210300798980269_100000010510736_923998_326190_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya  selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanggung jika membeli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membelipun tidak akan  ada uang kembali&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya butuh selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya hanya  selember saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak perlulah aku meminta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku ini tidak  mencuri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku hanya mengambil selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya  selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya berapalah harganya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku tidak akan  dibilang pencuri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Negarapun tidak akan rugi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masa iya  mengambil selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas aku dibilang korupsi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya  benar hanya selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pastilah tidak kan ada yang keberatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku  hanya mengambilnya selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masa iya aku harus dipenjara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumpah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku  hanya mengambil selembar saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak lebih hanya selembar kertas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa  itu termasuk korupsi juga?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 20 Maret  2011 00:43&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Sebelumnya diniatkan untuk diikutsertakan dalam lomba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;antalogi  puisi tentang korupsi namun apalah daya waktu telah berlalu."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-1713643048014920151?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/1713643048014920151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/hanya-selember-kertas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/1713643048014920151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/1713643048014920151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/hanya-selember-kertas.html' title='Hanya Selember Kertas'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-48232868118155089</id><published>2011-03-07T13:52:00.006+07:00</published><updated>2011-03-29T14:16:48.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kenangan dalam Wangi Kenanga</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-lhoubT5h5h8/TXXSz1nw4ZI/AAAAAAAAAks/qjbHOhf2Qa8/s1600/untitled.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="https://lh5.googleusercontent.com/-lhoubT5h5h8/TXXSz1nw4ZI/AAAAAAAAAks/qjbHOhf2Qa8/s320/untitled.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Senja menjelang, angin mengarak gumpalan awan menuju tempat yang lebih dingin. Pertanda sebentar lagi angin laut akan menggantikan angin darat seiring bertukarnya siang menjadi malam. Berbonceng pada angin wangi kenanga itu menyusup masuk kedalam kamar. Ranting kenanga yang kutancapkan didekat pusaramu tiga tahun lalu kini tumbuh subur dengan bunga-bunga berwarna kuning indah mewangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kamu bukan siapa-siapa, aku pertama kali bertemu denganmu di jembatan layang saat aku dan Vega, bibi kecilku pulang sekolah sekolah. Tubuhmu kurus, muka comot dan badanmu kotor dan berbau. Dari matamu terlihat kalau kamu sering kelaparan dan kamu beruntung selalu mendapatkan sepotong roti manis dari Vega. Dugaanku kamu adalah korban kekerasan atau dilecehkan oleh majikanmu sehingga kamu melarikan diri hingga terdampar kejalanan kota ini. Akan lebih baik jika kamu pergi ke perumahan dipinggiran kota. Mungkin disana ada orang yang bersedia menerima kehadiranmu dan tentunya memperlakukanmu dengan lebih baik. Tapi itulah sebuah pilihan dengan daya pikirmu yang terbatas atau mungkin kamu tidak pernah memikirkan hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Aku mulai bosan menunggu Vega siang ini, tidak biasanya dia keluar lebih lambat dariku. Hampir satu jam menunggu akhirnya bel sekolah itu berbunyi, akhirnya gadis kecil dengan rambut dikepang dua itu muncul diantara keramaian anak-anak berseragam putih donker. Vega menjelaskan kenapa hari ini sekolahnya keluar agak lambat tapi aku tidak begitu ingin mengetahuinya, kuperlebar langkah agar cepat sampai kerumah karena dari tadi alarm diperutku mengingatkan agar lambungku segera diisi. Beberapa kali Vega memanggil minta tunggu sambil berlari kecil menyusul langkahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Di jembatan layang, aku kembali bertemu denganmu untuk kesekian kalinya. Tidak aneh lagi, Vega akan berbaik hati selalu menyiapkan sepotong roti manis untukmu. Kali ini aku menemukan pemandangan yang lebih mengenaskan dari biasanya. Kaki kirimu terluka dan mengeluarkan darah, mungkin kamu baru saja terserempet kendaraan atau dianiaya oleh orang jahat. Sungguh diluar dugaan, melihat hal itu Vega malah mengajakmu ikut pulang kerumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Aku tidak ingin protes pada bibi kecil adik ayahku ini, yang penting dia tidak merepotkanku. Sampai kerumah Vega langsung mengambil kota P3K mempraktekan ilmunya sebagai anggota PMR yang mendapat predikat A. Kamu hanya butuh beberapa hari untuk pulih dari luka dikakimu. Sekarang badanmu bersih dan tampak lebih tampan. Vega selalu memandikanmu dan merawatmu dengan penuh kasih sayang. Untuk urusan makanpun Vega tidak segan berbagi menu istimewa denganmu, wajar saja tubuhmu jadi lebih sehat dan lebih gemuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Melihat keadaanmu sekarang orang tidak akan pernah mengira kalau dulu kamu pernah menjalani kehidupan yang keras dijalanan. Matamu yang sipit membuat orang lain mengatakan kamu itu menggemaskan. Bagiku kamu tetaplah binatang, bukannya aku anti binatang, aku menyukai binatang tapi aku tidak ingin memelihara binatang. Kenapa dengan alasan suka, sayang tapi malah mengekangnya, merampas kebebasannya untuk hidup secara wajar. Ini menurutku, kalau tidak setuju ya terserah, tapi coba saja bayangkan jika kita yang&amp;nbsp; berada diposisi mereka apa mau kita diperlakukan berlebihan tidak sesuai dengan kodrat dan kehilangan naluri hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tubuh gemuk dan mata sipit yang&amp;nbsp; tersamarkan oleh rambut&amp;nbsp; halus dimukamu menarik perhatian orang-orang yang berkunjung kerumah ini. Bukannya aku sirik, tapi&amp;nbsp; kamu terlena dengan kebaikan dan kasih sayang Vega, setiap hari kerjamu hanya bermalas-malasan diatas sofa. Apalagi soal makan, kamu menjadi sangat pemilih, kuberi kepala ikan kamu menolak dengan sombongnya sambil berlalu. Saat aku lengah sedikit kamu malah membawa kabur bandeng goreng dari piringku. Beberapa saat kemudian kamu muncul sambil menjilati bibir seperti mengejekku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Awas kuhajar! Kamu mau lari kemana?” kuraih racket tennis milik kakek untuk memburumu. Kamu berlari kepintu depan dan langsung melompat kepelukan Vega yang entah darimana datangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Ada apa! Mau ngapain pake racket itu?” Vega melotot memandangku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Aku tidak ingin ribut dengan bibi kecilku ini, bisa-bisa nanti aku dideportasi pulang kampung hingga sekolahku tidak selesai. Kuhabiskan nasi dipiring hanya dengan sayur bening tanpa lauk. Malamnya kamu kembali membuatku kesal, kamu tidur diatas lipatan seragamku hingga aku harus mencuci seragamku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Bukan hanya pemalas dan sombong, tapi juga bodoh kamu hanya cuek membiarkan saat ada seekor tikus berlari tidak jauh darimu. Menurutku kucing yang tidak bisa membunuh tikus bukan kucing lagi namanya, wajar jika dulu kamu diusir oleh majikanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Siang itu aku baru pulang sekolah, kamu berdiri didepan pintu lalu begeleyut menggesek-gesekan tubuh dikakiku. Bersama bibi kecilku kamu bisa&amp;nbsp; bermanja-manja seperti itu tapi&amp;nbsp; tidak denganku. Dengan sekali tendangan&amp;nbsp; aku sukses membuatmu terpantal beberapa meter hingga berhari-hari&amp;nbsp; Vega cemberut tak ingin bicara denganku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sorenya aku dan Vega membantu Nenek merapikan taman mini yang berantakan karena angin ribut semalam sore. Pot-pot berisi bunga koleksi Nenek berserakan, bahkan ada yang pecah. Beberapa anggrek terlepas dari inangnya. Sehingga Nenek menyuruh Vega untuk membeli tali rapia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Nggak usah ikut.” Vega menghalaumu, tapi kamu tetap berjalan pelan mengikuti orang yang sangat menyayangimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Aku bilang nggak usah ikut.” Vega menggendong mengantarmu kembali, mendaratkan ciuman lalu merebahkanmu diatas rumput hijau lantai taman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Aku tahu kenapa kamu tidak ingin jauh-jauh dari Vega, kamu masih trauma setelah terpental beberapa meter siang tadi. Matamu melirik kemana Vega melangkah. Disaat Vega menyeberang jalan kamu langsung melompat berlari menyusulnya. Diwaktu bersamaan sebuah truk melintas dengan kecepatan tinggi. Mendengar jeritan Vega, Aku dan Nenek langsung berlari. Ternyata kamu terlindas oleh truk yang langsung pergi tanpa pertanggung jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Kamu bandel sih, Aku bilang nggak usah ikut kamu ikut juga.” &amp;nbsp;Marah, kesal dan sedih menjadi satu dihatinya menyesalkan tindakanmu sambil menangis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kamu bersimbah darah, organ-organ dalam tubuhmu berhamburan keluar, kaki dan sebagian tubuhmu remuk. Matamu terlihat berkaca-kaca mungkin kamu menyesal karena telah membangkang. Napasmu tesengal-sengal satu persatu dan akhirnya terhenti, kamu pergi&amp;nbsp; untuk selama-lamanya. Membuat tangis Vega semakin tersedu-sedu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sesaat setelah itu kuangkat tubuhmu lalu kukuburkan jazadmu disudut taman sebelah timur lalu kutancapkan sepotong ranting kenanga didekat pusaramu. Keesokan harinya mata bibi kecilku tampak bengkak karena hampir semalaman menangisimu. Aku menyadari, aku bukan&amp;nbsp; pencinta binatang sebaik Vega&amp;nbsp; yang begitu sayang dan mau berbagi denganmu. Namun hingga kini, setiap wangi kenanga itu menyapa aku selalu terkenang akan dirimu. Semoga kamu tenang dialam sana.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pekanbaru, 07 Maret 2011 15:07&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-48232868118155089?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/48232868118155089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/48232868118155089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/48232868118155089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Kenangan dalam Wangi Kenanga'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-lhoubT5h5h8/TXXSz1nw4ZI/AAAAAAAAAks/qjbHOhf2Qa8/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8608284369024567217</id><published>2011-02-24T02:37:00.006+07:00</published><updated>2011-03-29T14:17:15.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Untitled (LPI Vs LSI di Rumah Madu)</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-eaVPZXCo9lQ/TY4TGyRVcSI/AAAAAAAAAlk/SLMP9UpU_HA/s1600/2596185230102872335S500x500Q85.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="https://lh3.googleusercontent.com/-eaVPZXCo9lQ/TY4TGyRVcSI/AAAAAAAAAlk/SLMP9UpU_HA/s320/2596185230102872335S500x500Q85.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Raja  siang terus mengarah ke arah barat, sosoknya tidak lagi terlihat  karena  telah dikeroyok oleh kawanan awan lembab, sinarnya  mengacung-acung  bagai kepalan tangan para demonstran yang menuntut  keadilan dan hawa  panas yang ditinggalkan seakan terus membakar  semangat untuk terus  melakukan perubahan kearah yang lebih baik.  Begitulah aku memaknai sore  hari ini, sebentar lagi jam kantor akan  berakhir. Dalam seminggu aku  hanya tiga hari berada dikantor para staf  dan karyawan mulai pulang  karena pekerjaan mereka telah selesai. Sejak  pagi tadi aku merasa tidak  nyaman dan ingin segera pulang, tapi sebagai  Kabag Office Boy gengsi  rasanya jika aku pulang lebih cepat, itulah  prinsipku masuk dan pulang  tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lewat  satu menit  aku pulang. Kulepas senyum untuk satpam yang setia berjaga  lalu kuinjak  pedal gas Mitsubishi Lancer warna hitam meninggalkan  gerbang kantor  tempatku bekerja. Kaca mobil kubiarkan terbuka menikmati  terpaan angin  sore dengan iringan lagu I’m your jason mraz. Menurut  Reika Kabag  Personalia yang sudah lama suka padaku, aku bisa saja  mendapatkan  posisi yang lebih baik. Dibagian Humas atau IT misalnya tapi  aku tidak  begitu berambisi untuk menduduki posisi itu. Aku lebih nyaman  sebagai  Kabag Office Boy, lebih banyak kesempatan untuk berbuat baik  dan yang  lebih penting aku tidak mempunyai kesempatan dan peluang untuk  korupsi.  Dulu aku memang tidak sukai oleh para Office Boy tapi sekarang   disiplindan ketegasan yang kuterapkan berhasil mengorbitkan beberapa   orang diantara mereka mendapatkan jabatan yang lebih baik diperusahaan   ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengenai  pendapatan juga biasa saja, sebagai Kabag  gajiku hanya tiga persen  lebih besar dari gaji para Office Boy lainnya.  Mitsubishi Lancer dan  rumah tipe 36 yang terletak diujung gang kubeli  dari honorku sebagai  penulis freelance  dibeberapa media dan royalty  dari penulisan buku ditambah penghasilan  sampingan bila ada yang  mengundangku untuk menjadi narasumber dalam  seminar atau  pelatihan-pelatihan walaupun aku tidak pernah berharap  lebih dari situ,  bagiku bisa berbagi pada banyak orang adalah hal yang sangat  menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Separuh  perjalanan aku berbelok arah  menuju sebuah tempat yang kami namai Rumah  Madu. Sejak berumur enam  bulan hingga lulus SMP aku tinggal dipanti  asuhan ini. Saat aku kelas  satu SMP kami tidak ingin lagi tempat ini  disebut panti asuhan, bersama  teman dan kakak-kakak lainya kami  mengganti papan nama panti asuhan  menjadi Rumah Madu karena dibeberapa  sudut rumah ini terdapat sarang  lebah madu yang madunya saring kami  ambil untuk dikonsumsi atau dijual  dan hebatnya lagi lebah-lebah itu  juga sering member pelajaran bagi  siapa saja yang datang dengan niat  jahat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat  SMA aku tidak  lagi menetap disini karena aku sudah mulai mempunyai  penghasilan. Ibuku  juga mempunyai pekerjaan yang cukup sehingga kami  bisa mengontrak  sebuah rumah. Aku bisa menerima alasan kenapa dulu aku  dititipkan  dipanti asuhan itu. Waktu itu ibu bekerja dari pagi hingga  malam untuk  membiayai kebutuhanku dan teman-teman dipanti. Sedangkan  ayah telah  meninggal dalam sebuah kecelakaan kerja sebelum sempat  diberitahu kalau  ibu telah mengandung aku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku memarkir  mobil dibawah  pohon flamboyant yang rindang. Seminggu tidak kesini aku  merasa aneh,  halaman Rumah Madu yang luas biasanya riuh oleh anak rumah  madu dan  anak-anak sekitar bermain bola tapi hari ini hamparan rumput  hijau itu  sepi seperti tidak ada kehidupan. Saat aku masuk kulihat ada  tiga orang  yang tidur dikursi. Samad salah satu penghuni rumah madu yang  masih  kelas empat SD sedang asyik membaca komik dan tiga orang anak  perempuan  juga asyik bermain kulit kerang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sepinya, yang lain kemana Mad?” tanyaku sambil meletakan kantong plastik berisi goreng pisang keatas meja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ivan sama Rusli pergi mancing kepiting bang.” Samad bangkit dari tiduran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Yang lain?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Bang  Aldo pergi ngajar, Kak Evi ngajar juga.” Jelas Ides menghentikan   permainan kulit kerangnya. “Kak Yanti dan Kak Irra ikut Nenek  Kepasar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aldo  dan Evi yang sudah kelas dua SMA mengajar  private mencari penghasilan  tambahan untuk biaya sekolah dan uang  jajan. Memang itu bukan suatu  keharusan karena sudah ada beberapa orang  alumni Rumah Madu yang menjadi  donator tetap tapi hidup mandiri adalah  hal utama yang diajarkan  disini. Ketiga anak perempuan ini berhenti  bermain dan duduk didekatku menikmati goreng pisang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dulu   waktu aku masih disini, ada yang bekerja paruh waktu dirumah makan,   jadi tukang cuci dibengkel dan ada juga yang jadi pedagang asongan.   Sekarang penghunnya tidak seramai dulu, fasilitas Rumah Madu sekarang   jauh lebih baik. Kuhampiri sikecil berumur delapan bulan tidur pulas   didalam ayunan, dia diasuh disini sejak baru berumur beberapa hari   setelah ditemukan warga dipinggir jalan. Mungkin sengaja ditinggalkan   oleh orang tuanya, dia beruntung mendapat perhatian dan penuh kasih   sayang ditempat ini. Tidak jauh dari situ seorang janda  anaknya nenek  tersenyum saat beradu pandang denganku. Dia sedang  memotong sayur  dibantu oleh Rika yang sudah kelas dua SMP.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku terkejut saat melihat layar TV yang disilang dengan lakban warnah hitam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Itulah kerjaan si Ihsan.” Bibi Isyah memberitahu sambil tersenyum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Ada  masalah apa hingga Ihsan menyegel TV ini?” kubuka tempelan lakban  hitam  dan coba kunyalakan tapi hanya suara gemuruh tumpukan semut yang   terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Katanya  dia kecewa sama PSSI bang, jadi  kita tidak boleh nonton bola. Dia juga  tidak membolehkan kita main bola  bang.” Samad menunjukan tumpukan karet  bola yang sudah diiris  kecil-kecil oleh Ihsan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bibi  Isya, Rika dan yang lainnya  hanya tertawa melihat aku bangong tidak  habis pikir dengan apa yang  Ihsan lakukan, bukan hanya layar TV saja  yang disegel tapi antenna  parabola juga dia turunkan supaya benar-benar  tidak ada penghuni Rumah  Madu ini yang menonton acara atau pertndingan  sepak bola. Aku sendiri  akhirnya ikut tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Muhammad  Ihsan, Warga Paling Istimewa di  Rumah Madu ini. Murid SLB berbadan  gemuk, Ibunya meninggal saat  melahirkan dia tujuhbelas tahun lalu,  sedangkan Ayahnya bekerja sebagai  TKI di Hongkong menjenguknya setiap  enambulan. Walau keterbelakangan  mental tapi sepertiga dari sekitar  limapuluh piala dan medali yang  memadati lemari depan adalah bukti  prestasinya dibidang Lempar cakram,  tolak peluru dan tenis meja di  berbagai lomba antar siswa SLB. Selain  itu dia juga pemain sepak bola  yang sangat piawai sebagai penjaga  gawang. Aku sendiri pernah beberapa  hari susah berjalan karena cedera  setelah ditekel olehnya. Kali ini semangat revolusi PSSI turut  merasukinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sekarang mana dia?” tanyaku sambil terus tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tuh dia bang diatas pohon jambu monyet.” Rika menunjuk keluar jendela.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku keluar diikuti Samad dan yang lainnya. Rika dan BI Isya menjenguk melalui jendela.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Hoy…  Kapten sedang mengapa disitu?” Panggilku sambil mendongak keatas   memandang tubuh gemuk yang duduk diranting sekitar tiga meter itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dia tidak mau dipanggil Kapten lagi bang.” Ujar Samad dibelakangku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Hoy  Muhammad Ihsan Bin Nurdin sedang mengapa kamu disitu?” walau  lebih  pelan dia langsung menoleh dan tersenyum dengan mata terpejam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mau goreng pisang tidak, kalau tidak kami habiskan.” Kuacungkan potongan goreng pisang sebelum masuk kedalam mulutku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Minta…” jari-jari gemuk itu menadahkan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya turun, tuh goreng pisangnya sama bibi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Dia  menjatuhkan buku teka-teki silang dan pena lalu menjatuhkan diri.   Ditimpa tubuh gembul lebih dari enampuluh kilogram itu aku terjerambab   ketanah dan sepontan mendorongnya hingga dia berguling-guling dan   menjadi riuh oleh gelak tawa yang melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bermain   catur, main ular tangga dan ngobrol dari sabang sampai merauke.   Kubutuhkan waktu hampir satu jam untuk meredam emosi sang kapten yang   lagi kecewa berat dengan PSSI sebelum mengintrogasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sebenarnya ada masalah apa sehingga bola dijadikan keripik bawang seperti itu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya kesal aja sama PSSI bang!” jawabnya menunduk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  ”Iya,  Abang ngerti tapi sebaiknya jangan anarkis sampai menurunkan  antenna TV  juga, kasiankan adik-adik tidak bisa nonton TV, Bibi sama  Nenek tak  bisa nonton ceramah pagi.” Terangku dan diangguki oleh Bibi  Isya dan  yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya  bang tapi kenapa PSSI sampai  mengharamkan LPI, LPI itukan salah satu  bukti niat baik untuk kemajuan  prestasi sepak bola tanah air, membentuk  tim sepak bola professional  yang tidak rawan korupsi. Kita-kita cinta  sepak bola, kita ingin timnas  menang dan jadi juara dunia.” Jika tidak  melihat siapa yang berbicara  orang-orang pastilah mengira dia adalah  seorang komentator sepak bola  terkenal atau pengamat sepabola yang gusar  dengan carut marut didalam  tubuh lembaga sepak bola nasional kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “yah…” kutarik napas dalam, “Abang juga tidak tahu banyak soal itu, abang juga ingin Indonesia bisa jadi juara dunia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Memang  salah ya kalau dinegeri ini ada dua liga. Mestinya dua liga  bisa  bersaing membuktikan siapa yang lebih baik dalam menciptakan  pemain  professional yang mempunyai nilai jual tinggi. Mengapa PSSI  beralasan  LPI tidak diakui oleh FIFA bukannya mengupayakan agar LPI  bisa diakui  secara resmi. Mungkin lebih baik tidak ikut FIFA agar kita  benar-benar  berbenah diri daripada sibuk ikut FIFA bermimpi jadi tuan  rumah piala  dunia tapi kenyataannya omong kosong semua!” sepertinya dia  mulai lega  berhasil memuntahkan kekesalannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Abang   mengeti tapi kita ini tidak bisa berbuat apa-apa, baiknya kita perbaiki   antenna TV dulu. Besok Abang belikan bola dan sorenya kita main bola   lagi.” Ucapku sambil menepuk pundaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah  selesai,  TV sudah kembali normal aku berpamitan pada Nenek dan Bibi  serta  adik-adik Rumah Madu lainnya. Aku pulang dan tiba dirumah  menjelang  azan magrib tiba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah  selesai sholat magrib Ibu  tersenyum mendengar ceritaku tentang kejadian  di Rumah Madu sore tadi.  Malalui chatting kusampaikan kisah ini pada  beberapa alumni Rumah Madu  dan semuanya setuju dengan rencana  pertandingan sepak bola besok sore.  Bahkan ada seorang yang berjanji  akan membelikan baju pertan dingan.  Kabar dan undangan itupun terus  berlanjut menyebar bagai virus melalui  sms, bahkah yang lebih lucu lagi  aku juga diundang via sms padahal aku  yang mengegas acara ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjelang  siang, para alumni  Rumah Madu mulai berdatangan. Bahkan beberapa orang  yang sudah  berkeluarga tidak segan membawa serta istri dan anak mereka.  Aku senang  melihat Nenek, Bibi dan Ibu tersenyum bahagia, acara ini  menjadi ajang  reuni para alumni Rumah Madu. Tanpa ada schedule  sebelumnya Mariani  yang sekarang bekerja disebuat perusahaan stasiun  televise swasta sibuk  mendata para alumni yang akan menjadi pemain.  Kemudian membaginya  menjadi dua tim yang beri nama Tim LSI berkostum  Merah dan tim LPI  berkostum Putih. Sorakan dan yel-yel menyemangati  pemain kedua tim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Aku  tidak tahu kalau Reike yang bukan alumni juga datang, teriakannya   membuatku semakin bersemangat untuk mencetak gol namun selalu berhasil   digagalkan oleh Ihsan. Hingga pertandingan berakhir tak satu gol pun   yang bisa kuhasilkan malah kebobolan tiga gol. Walaupun tim LPI kalah   tapi semuanya tetap mengatakan Go Go LPI! Kami semua menginginkan Liga   sepak bola professional bebas korupsi dinegeri ini.***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 24 February 2011 02:37&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8608284369024567217?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8608284369024567217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/untitled-lpi-vs-lsi-di-rumah-madu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8608284369024567217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8608284369024567217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/untitled-lpi-vs-lsi-di-rumah-madu.html' title='Untitled (LPI Vs LSI di Rumah Madu)'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-eaVPZXCo9lQ/TY4TGyRVcSI/AAAAAAAAAlk/SLMP9UpU_HA/s72-c/2596185230102872335S500x500Q85.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-312558370900549499</id><published>2011-02-22T22:53:00.001+07:00</published><updated>2011-05-15T17:21:00.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Akhirnya terbit setelah Tiga Bulan dalam Penantian</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Embun pagi mulai turun, hamparan kabut&amp;nbsp; tipis tidak  mau kalah menyelimuti kota Pekanbaru (khususnya disekitar tempatku)  menit demi menit menanti pukul 06:00. Waktunya istirahat setelah  duabelas jam bekerja mulai pukul 18:00 semalam. Tidak ada yang istimewa  dihari ini, tubuh dan pikiranku sudah sepekat untuk segera menghampiri  tempat tidur. Beberapa bulan ini suhu tubuhku selalu naik saat menjelang  akhir bulan mungkin karena bertambahnya kesibukan dan tanggung jawab  yangharus diselesaikan. Tagihan Listrik, Speddy dan Telepon sudah beres  tinggal merekapitulasi dan menyusun laporan bulanan sehingga hari ini  aku bisa lebih santai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah mandi aku merasa suhu  tubuhku meningkat bahkan lebih dari biasanya. Beberapa kali berpindah  tempat tetap saja aku tidak tidur nyenyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Siang  berakhir, tetap saja tidak ada yang istimewa selain dari porsi makanku  yang bertambah (hehe apa hubungannya). Setelah makan aku berkunjung  kerumah kedua didunia maya, ada beberapa pesan di inbox dan notif  memberitahukan aktifitas rekan-rekan facebooker selama sehari ini. Biasa  saja, sekedar say hello atau ledekan yang meminta senyuman.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Kabar bahagia itu menyapa dalam Tag sebuah catatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;ALHAMDULILLAH....AKHIRNYA  ANTOLOGI KISAH KASIH IBU [IBUKU ADALAH....] TELAH TERBIT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;oleh  Jazim Naira Chand pada 22 Februari 2011 jam 12:04&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Alhamdulillah Puji Syukur Kepada Allah Swt. Kabar bahagia yang  kunantikan sejak tigabulan ini (22 Desember 2010-22 Februari 2011)  akhirnya menyapa. Antologi Kisah Kasih Ibu [Ibuku Adalah…] ini merupakan  antologi pertamaku. tidak sabar rasanya menunggu buku [salah satu mimpi  yang menjadi nyata] itu tiba…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MJTCmNlyDB0/TZGPWvzaFJI/AAAAAAAAApQ/XBrZJafHpF8/s1600/197399_211492288861120_100000010510736_931206_686808_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-MJTCmNlyDB0/TZGPWvzaFJI/AAAAAAAAApQ/XBrZJafHpF8/s1600/197399_211492288861120_100000010510736_931206_686808_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; Telah terbit di LeutikaPrio!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Judul : Ibuku Adalah.... (Antologi Kisah Kasih Ibu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penulis : Jazim Naira Chand, dkk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tebal : vi + 148 hlm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Harga : Rp 36.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah Batas Logikaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah Buku Kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah Perempuan Tertangguh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah Cawan Cinta Yang Tak Habis Kureguk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah Setiap Tarikan Nafasku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah Pembelajar Kehidupan Ulung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ibuku Adalah... Dia Tak Terdefinisikan !&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Buku ini ditulis oleh 37 orang penulis, yang  masing-masing menceritakan kisah nyata tentang suka, duka juga nesatapa  perjalanan hidup seorang wanita bergelar Ibu, dan wanita itu adalah Ibu  kandung mereka sendiri.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Melalui buku ini juga, anda akan diajak untuk memahami  dan menghayati tentang bagaimana peran sosok seorang Ibu dalam  memperjuangkan kehidupan keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;37 Penulis itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Ibuku Adalah Perempuan Tertangguh, Anita Ba’daturohman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Ibuku Adalah Batas Logikaku, Mutaminah Sang Penulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Ibuku Adalah Buku Kehidupan, Endang Ssn&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4. Ibuku Adalah Sumber Pengampunan, Mytha Nugroho&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5. Cawan Cinta Yang Tak Habis Kureguk, Fitri Gita  Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;6. Ibuku  Adalah Surga Bagi Keluarga, Eric Shandy Admadinata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;7. Ibuku Adalah Permata Jiwaku, Asni A Sueb Aan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;8. Ibuku Adalah Nafas Hidupku, Mieny Angel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;9. Ibuku Adalah….She’s My Real Hero, Karin Maulana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;10. Selembar Surat Untuk Ibu (Happy Mother Day),  Inggar Saputra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;11. Bait-Bait Curahan Hati Untuk Ibu, Visya Blue&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;12. Ibuku Perempuan Yang Kupanggil Mamak, Dwi Endah  Septyani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;13. Ibuku Adalah Segalanya, Mas Adi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;14. Ibuku Adalah Bidadari Surga, Yully Riswati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;15. Ibuku Adalah Bintang Hidupku, Vera Yudita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;16. Ibuku Adalah Sosok Tangguh Nan Bersahaja, Tri Lego  Indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;17. Ibuku  Adalah Setiap Tarikan Nafasku, Sanchia Yorftberth&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;18. Ibuku Adalah Pembagi Cinta, Rossy Meilani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;19. Ibuku Adalah... Dia Tak Terdefinisikan, Robin  Wijaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;20. Ibuku  Adalah Pembelajar Kehidupan Ulung, Phoenix Wibowo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;21. Ibu Adalah Segalanya, Nessa Kartika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;22. Ibuku Adalah Mamak Super Tangguh, Lin Lanisa  Jingga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;23. Ibuku  Selalu Dihati Dan Dinanti, Kiki Masduki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;24. Ibuku Adalah Kunci Surgaku, Hendy Lazuardy Hg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;25. Ibu Adalah Super Heroku, Ragil Kuning&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;26. Ibuku Adalah Pengukir Sejarah Terhebat, Fauziah  Harsyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;27. Cukup, Ibuku Adalah Bumi Bagiku, Dyah InsyaAllah Bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;28. Ibuku Adalah Pelita Hidupku, Deva Del Amor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;29. Pencipta Kacang Telur “Ridho”, Mohammad Rasyid  Ridho&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;30. Ibuku  Adalah Kerinduan Yang Tak Terbatas, Eros Rosita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;31. Ibuku Adalah Bidadariku, Oksa Puko Yuza&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;32. Ibuku Adalah Segalanya Bagi Hidupku, Fernando&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;33. Sms Dari Anak-Anak Ibuku, Annas Tupank&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;34. Ibuku Adalah Irreplaceable Mom, Mega Anindyawati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;35. Aku Mencintaimu Lebih dari yang Kutahu, Fiyan  Arjun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;36. Tentang  Cap Jempol Ummi , Dang Aji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;37. Senyum Cinta Perempuan Hebat dalam Hidupku, Jazim Naira  Chand&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;***Pesan buku Ibuku Adalah... dengan menginbox &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000080081552"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dang Aji Sidik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018454780"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jazim Naira Chand&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.leutikaprio.com/"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Leutika  Prio.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Harga Rp 36.000,- + ongkos kirim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; ***Bagi sahabat yang berada di Privinsi Riau dan sekitarnya bisa memesan  dengan cara menginbox &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000010510736"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;saya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. (dengan harga yang sama).&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Met Order all&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-312558370900549499?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/312558370900549499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/akhirnya-terbis-setelah-tiga-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/312558370900549499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/312558370900549499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/akhirnya-terbis-setelah-tiga-bulan.html' title='Akhirnya terbit setelah Tiga Bulan dalam Penantian'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MJTCmNlyDB0/TZGPWvzaFJI/AAAAAAAAApQ/XBrZJafHpF8/s72-c/197399_211492288861120_100000010510736_931206_686808_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-4998834812147929360</id><published>2011-02-22T22:32:00.004+07:00</published><updated>2011-03-29T14:17:48.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antologi'/><title type='text'>Antologi Kisah Kasih Ibu "Ibuku Adalah..." terbit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3sRBmh7Ya1I/TXLX0K-f4aI/AAAAAAAAAkk/WN-aurGYeQ0/s1600/181934_203908539619495_100000010510736_881462_6406998_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://4.bp.blogspot.com/-3sRBmh7Ya1I/TXLX0K-f4aI/AAAAAAAAAkk/WN-aurGYeQ0/s320/181934_203908539619495_100000010510736_881462_6406998_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Embun pagi mulai turun, hamparan kabut&amp;nbsp; tipis tidak mau kalah  menyelimuti kota Pekanbaru (khususnya disekitar tempatku) menit demi  menit menanti pukul 06:00. Waktunya istirahat setelah duabelas jam  bekerja mulai pukul 18:00 semalam. Tidak ada yang istimewa dihari ini,  tubuh dan pikiranku sudah sepekat untuk segera menghampiri tempat tidur.  Beberapa bulan ini suhu tubuhku selalu naik saat menjelang akhir bulan  mungkin karena bertambahnya kesibukan dan tanggung jawab yangharus  diselesaikan. Tagihan Listrik, Speddy dan Telepon sudah beres tinggal  merekapitulasi dan menyusun laporan bulanan sehingga hari ini aku bisa  lebih santai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah mandi aku merasa suhu tubuhku  meningkat bahkan lebih dari biasanya. Beberapa kali berpindah tempat  tetap saja aku tidak tidur nyenyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Siang berakhir, tetap  saja tidak ada yang istimewa selain dari porsi makanku yang bertambah  (hehe apa hubungannya). Setelah makan aku berkunjung kerumah kedua  didunia maya, ada beberapa pesan di inbox dan notif memberitahukan  aktifitas rekan-rekan facebooker selama sehari ini. Biasa saja, sekedar  say hello atau ledekan yang meminta senyuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kabar bahagia itu menyapa dalam Tag sebuah catatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;ALHAMDULILLAH....AKHIRNYA ANTOLOGI KISAH KASIH IBU [IBUKU ADALAH....] TELAH TERBIT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;oleh Jazim Naira Chand pada 22 Februari 2011 jam 12:04&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Alhamdulillah Puji Syukur Kepada Allah Swt. Kabar bahagia yang  kunantikan sejak tigabulan ini (22 Desember 2010-22 Februari 2011)  akhirnya menyapa. Antologi Kisah Kasih Ibu [Ibuku Adalah…] ini merupakan  antologi pertamaku. tidak sabar rasanya menunggu buku [salah satu mimpi  yang menjadi nyata] itu tiba…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Judul : Ibuku Adalah.... (Antologi Kisah Kasih Ibu)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penulis : Jazim Naira Chand, dkk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tebal : vi + 148 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harga : Rp 36.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku  ini ditulis oleh 37 orang penulis, yang masing-masing menceritakan  kisah nyata tentang suka, duka juga nesatapa perjalanan hidup seorang  wanita bergelar Ibu, dan wanita itu adalah Ibu kandung mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melalui  buku ini juga, anda akan diajak untuk memahami dan menghayati tentang  bagaimana peran sosok seorang Ibu dalam memperjuangkan kehidupan  keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;37 Penulis itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Ibuku Adalah Perempuan Tertangguh, Anita Ba’daturohman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Ibuku Adalah Batas Logikaku, Mutaminah Sang Penulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Ibuku Adalah Buku Kehidupan, Endang Ssn&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Ibuku Adalah Sumber Pengampunan, Mytha Nugroho&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Cawan Cinta Yang Tak Habis Kureguk, Fitri Gita Cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Ibuku Adalah Surga Bagi Keluarga, Eric Shandy Admadinata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Ibuku Adalah Permata Jiwaku, Asni A Sueb Aan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Ibuku Adalah Nafas Hidupku, Mieny Angel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Ibuku Adalah….She’s My Real Hero, Karin Maulana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. Selembar Surat Untuk Ibu (Happy Mother Day), Inggar Saputra&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;11. Bait-Bait Curahan Hati Untuk Ibu, Visya Blue&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;12. Ibuku Perempuan Yang Kupanggil Mamak, Dwi Endah Septyani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;13. Ibuku Adalah Segalanya, Mas Adi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;14. Ibuku Adalah Bidadari Surga, Yully Riswati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;15. Ibuku Adalah Bintang Hidupku, Vera Yudita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;16. Ibuku Adalah Sosok Tangguh Nan Bersahaja, Tri Lego Indah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;17. Ibuku Adalah Setiap Tarikan Nafasku, Sanchia Yorftberth&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;18. Ibuku Adalah Pembagi Cinta, Rossy Meilani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;19. Ibuku Adalah... Dia Tak Terdefinisikan, Robin Wijaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;20. Ibuku Adalah Pembelajar Kehidupan Ulung, Phoenix Wibowo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;21. Ibu Adalah Segalanya, Nessa Kartika&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;22. Ibuku Adalah Mamak Super Tangguh, Lin Lanisa Jingga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;23. Ibuku Selalu Dihati Dan Dinanti, Kiki Masduki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;24. Ibuku Adalah Kunci Surgaku, Hendy Lazuardy Hg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;25. Ibu Adalah Super Heroku, Ragil Kuning&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;26. Ibuku Adalah Pengukir Sejarah Terhebat, Fauziah Harsyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;27. Cukup, Ibuku Adalah Bumi Bagiku, Dyah InsyaAllah Bisa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;28. Ibuku Adalah Pelita Hidupku, Deva Del Amor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;29. Pencipta Kacang Telur “Ridho”, Mohammad Rasyid Ridho&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;30. Ibuku Adalah Kerinduan Yang Tak Terbatas, Eros Rosita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;31. Ibuku Adalah Bidadariku, Oksa Puko Yuza&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;32. Ibuku Adalah Segalanya Bagi Hidupku, Fernando&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;33. Sms Dari Anak-Anak Ibuku, Annas Tupank&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;34. Ibuku Adalah Irreplaceable Mom, Mega Anindyawati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;35. Aku Mencintaimu Lebih dari yang Kutahu, Fiyan Arjun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;36. Tentang Cap Jempol Ummi , Dang Aji&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;37. Senyum Cinta Perempuan Hebat dalam Hidupku, Jazim Naira Chand&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ps:  Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via inbox Fb Leutika Prio dengan  subjek PESAN IBUKU ADALAH. Ongkir untuk wilayah jawa 10rb, untuk luar  jawa 15rb. Untuk Pembelian di atas 90rb, GRATIS ONGKIR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk  para sahabat yang berada di Pekanbaru atau Provinsi Riau dan sekitarnya  bisa juga memesan secara kolektif melalui saya via inbox facebook atau  sms ke 0852 7873 7651. Terimakasih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Met Order all&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;div id="fb-root"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-4998834812147929360?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/4998834812147929360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/antologi-kisah-kasih-ibu-ibuku-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4998834812147929360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4998834812147929360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/antologi-kisah-kasih-ibu-ibuku-adalah.html' title='Antologi Kisah Kasih Ibu &quot;Ibuku Adalah...&quot; terbit'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3sRBmh7Ya1I/TXLX0K-f4aI/AAAAAAAAAkk/WN-aurGYeQ0/s72-c/181934_203908539619495_100000010510736_881462_6406998_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-7807299128149513350</id><published>2011-02-05T19:35:00.006+07:00</published><updated>2011-03-29T14:18:07.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flash Fiction'/><title type='text'>Terjebak dalam Imajinasi</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img class="img" height="257" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/179275_199420636734952_100000010510736_851528_5178832_a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Waktu terus melangkah mendekati pukul&amp;nbsp; dua dini hari. Lelaki cadel itu&amp;nbsp;  berbaring tengkurap dengan kedua kali ditekuk sekitar 125 derajat,  seperti gambar seorang lelaki tambun yang berserakan didunia maya.  Bedanya, lelaki tambun itu berada disisi dikolam renang sedangkan lelaki  cadel ini dihadapan laptop yang sering dianiaya untuk menjalankan  perintah diluar batas kemampuan memori. Dia menggeliat-geliat sambil  memutar kepalanya hingga terdengar bunyi gemeretak sambil  mengayun-ayunkan kedua kaki mengikuti irama musik. Ternyata lelaki cadel  ini mempunyai selera music yang universal, mulai dari lagu pop,  keroncong, jazz, metal dan beberapa jenis music lainnya bergantian  mengalun ditengah sunyinya malam.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akhirnya sebuah lagu yang  sudah amat sangat&amp;nbsp; dikenal mengalun dengan indahnya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Balonku ada lima&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rupa-rupa warnanya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hijau, kuning, kelabu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merah muda dan  biru&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meletus balon hijau DOR!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Hatiku sangat kacau…”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selesai lagu itu  kembali mengalun untuk ketiga kalinya, sepertinya lagu ini memang cocok  sebagai soundtrack permainan waktu tanpa batas dan aturan dimalam ini.  Dia sendiri terjebak didalam permainan Itu, seperti beberapa malam  sebelumnya imajinasi bergerak liar tanpa kendali.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Awalnya  dia bersama CorelDRAW telah menentukan misi malam itu adalah  menyelesaikan design cover&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Antologi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Kisah  Cinta Sepak Bola tapi radar &lt;b&gt;I&lt;/b&gt;majinasi malah mendeteksi  keberadaan sebuah file rancangan &amp;nbsp;Logo Komunitas Pena Santri yang  sempat ketinggalan dihalte deadline. (facebook/selasa, 01/02/2011  02:23). Imajinasi langsung mengeksekusi file itu, segala perintah cancel  untuk segera kembali pada misi awal tidak dihiraukannya. Beberapa jam  kemudian terciptalah logo yang sebelumnya diniatkan untuk didedikasihkan  pada Komunitas Pena Santri &amp;nbsp;beserta filisofinya. Namun hal itu tidak  akan pernah terwujud karena batas akhir pengirimannya sudah berakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Malam ini dia kembali dengan misi yang sama, mengerjai design cover&amp;nbsp;  buku yang ditargetkan akan rampung dalam waktu 2x45 menit, namun salah  perhitungan hingga file yang sudah dibuka langsung di minimize-nya.  Beralih pada proyek file Microsoft Office Word, coba melanjutkan cerpen  yang belum jelas alur ceritanya. Dengan cepat dia mengetik kata demi  kata&amp;nbsp; tapi beru beberapa kalimat saja dia terhenti. Terdiam sambil  menggigit bibir atasnya kemudian dia mem-blok beberapa kalimat lalu  menekan Ctrl+X&amp;nbsp; lalu dipaste, memindahkan kelimat yang ada diakhir ke  awal paragraph, manggut-manggut masih tetap menggigit bibir atasnya dia&amp;nbsp;  menekan Ctrl+Z untuk mengembalikan kalimat itu ketempat semula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Konsentrasinya terganggu, seekor king of the nyamuk sedang  menjilat-jilat kupingngya dengan penuh nafsu. Dengan cepat dia  melayangkan kepalan tinju kearah wajah kink of the nyamuk itu. Tapi  kalah cepat, king of the nyamuk lebih gesit selamat dari pukulan yang  bisa merontokan giginya itu. tidak berselang lama king of the nyamuk itu  kembali melintas sambil menjulurkan lidah dan kedipan mata menggoda.  Lelaki cadel itu langsung mengangkat laptop ingin melempar tapi dia  keburu sadar kalau dia mesih membutuhkan laptop itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia  ingin kembali menulis namun ide yang akan ditulis sudah hilang,  cepat-cepat dia mengaduk-aduk folder ajaibnya dengan sekali sim salabim  ebook panduan menulis cerpen tersaji dengan kepulan asap dan aroma yang  menggugah selera. Sekitar duapuluh menit menikmati lezatnya tapi dia  tidak juga merasa kenyang (tidak mengerti apa yang dibaca maksudnya),  ebook itu mendapat perlakuan yang sama, di minimize. Bertaffakur  beberapa saat dia memaximize design cover Antologi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Kisah  Cinta Sepak Bola, mengimport beberapa gambar namun dia tidak tahu lagi  apa konsep dan tema yang akan dibuat, membuka lembar kerja baru lalu  tidak jelas apa yang akan dilakukannya hanya menatap lembar kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Sudah lebih dari lima jam dia terperangkap dalam permainan itu, tidak  satupun yang dihasilkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “hm... sepertinya harus ada yang  dinomor dua dan tigakan,” gumamnya. “padahal aku maunya sekaligus dalam  waktu bersamaan.” (facebook/rabu, 02/02/2011 18:52).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Selangkah sebelum jarum jam menginjak pukul 04 dinihari, dia menutup  semua program dan men shuts down laptop lalu menarik selimut membungkus  tubuhnya. Pelan-pelan hawa dingin menyapa, coba memejamkan mata tapi  terasa berat dan ada perlawanan agar tetap melek. Berkali kali merubah  posisi dan bantal mulai terasa panas, pikirannya berlarian dari suatu  masa ke masa lain, dari kenangan ke harapan lalu berbalik pada  kenyataan. Dicobanya untuk mengikuti pikirannya tapi tidak berhasil  berkali-kali dia memaksa diri untuk tidur, menyiapkan energi untuk  bekerja besok hari namun tetap saja tidak berhasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada  apa dengan memori ini, membaca dan membaca yang telah lalu. Tidak  memberiku kesempatan untuk tidur, semuanya rencana jadi berantakan.  (twitter/jum’at, 04/02/2011 06:09). Dia menyibak selimut yang membungkus  tubuh lalu beranjak naik kepuncak bangunan tempat tinggalnya. Duduk  melamun sendirian sambil menatap sesosok bintang dilangit timur dari  sisa-sisa malam yang kerlipnya kian cerah. Dia teringat pada seseorang  yang ditemuinya diatas lambung kapal dalam perjalanan menuju pulau weh  menjelang akhir tahun lalu. Awalnya dia agak cuek tapi senyum dan sapaan  ramah gadis itu mampu mengukir indah didinding keras dihatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Setelah hari itu, akankah kita kan bertemu lagi. jarak begitu jauh  memisahkan kita. ada perasaan rindu dihati ini, entahlah dirimu yang  jauh. (twitter/senin, 31/01/2011 03:17). Menguap sambil meregangkan  tubuh, lalu kembali kekamar mengambil kupluk dan baju kaos. Setelah  memakai sepatu kets dia menuruni tangga sambil mengenakan baju kaosnya.  Berlari bersama embun menghadang hadirnya&amp;nbsp; matahari. Tubuhnya basah oleh  keringat walaupun matahari belum juga datang memenuhi undangan sebagai  tamu kehormatan disiang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kembali kekamar dia  menggerutu sambil geleng-geleng kepala, walau sangat pelan tapi  omelannya itu terdengar jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tidak ada larangan merokok  disini tapi yang tidak kusuka adalah abu dan puntung rokok yang  berserakan, oia satu lagi! Lain kali kalau makan permen karet limbahnya  ditelan aja sekalian.” Tidak jelas kalimat itu ditujukan kepada siapa,&amp;nbsp;  terserah pada anda yang merasa aja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 05 Februari  2011 20:09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;istimewanya buat diri sendiri dan yang  telah membaca aja.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-7807299128149513350?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/7807299128149513350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/waktu-terus-melangkah-mendekati-pukul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7807299128149513350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7807299128149513350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/02/waktu-terus-melangkah-mendekati-pukul.html' title='Terjebak dalam Imajinasi'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-6892367219449104722</id><published>2011-01-27T22:55:00.003+07:00</published><updated>2011-03-29T14:18:28.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flash Fiction'/><title type='text'>Dosamu Comblangku</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/168909_197008883642794_100000010510736_836679_4708408_a.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Seminggu sudah panasnya belum juga turun. Dia tetap menjalani  rutinitasnya berkali-kali dia melompat keatas sofa lalu kembali lagi  kehadapan kumputer untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tiba-tiba dia  merasa dunia menjadi gelap dan banyak bintang-bintang diatas kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “belum sembuh juga?” Jane memasuki ruang studio sambil memeluk toples  berisi kue lebaran yang masih tersisa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “hm… ambilkan air  minum Jen.” Pintanya tanpa membuka mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jane meletakan  toplesnya, mengambil segelas air. Dia merasakan panas yang tinggi saat  menyentuh dahi Royan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sudah tau sakit masih juga maksa  kerja, bawa istirahat dulu kenapa!” Jane keluar pulang kerumahnya yang  bersebelahan dengan studio mengambil sapu tangan dan air dingin untuk  kompres.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “makanya jangan begadang terus. Kalau tidak  sembuh maka kamu akan mati.” Jane membisikan kalimat itu ketelinga Royan  sambil meletakan sapu tangan basah didahinya, dia sangat paham kalau  lelaki ini paling susah disuruh minum obat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Royan  tersenyum, dia berusaha membebaskan diri dari rasa sakitnya. sedangkan  Jane asyik melompat-lompat membuka dari jendela satu ke jendela lainya  di facebook sambil mengunyah kue dari toples didalam pelukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Dosa terbesar orang pacaran ada pada diri seorang mak comblang.” Dia  mengeja nyaring sambil mengetik memperbarui status facebooknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Nggak juga, tergantung mereka yang menjalaninya. Apalagi kalo  comblangannya itu berhasil mengantarkan mereka kepernikahan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  “Itu dia masalahnya, kamu biarkan orang itu bertahun-tahun mejalani  hubungan dengan orang yang tidak dia cintai.” Jane meletakan toples  berdiri didepan jendela, menarik napas dalam sambil menatap kosong  ruangan dihadapannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “maksudnya?” Royan bangun sambil  meraih sapu tangan kompres didahinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “iya! Kamu tidak  pernah memberiku kesempatan memilih kebahagiaan yang kuinginkan.  Sekarang bilang, kalau sebenarnya kamu sayang sama aku!” Terdengar parau  dan matanya mulai berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jen, jangan main-main,  sebentar lagi kalian akan menikah.” Royan menatap wajah sembab sang  gadis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mana yang lebih baik, membatalkan rencana  pernihakan itu sekarang atau bercerai setelah menikah. kenapa kamu tidak  jujur tentang perasaan kamu yang sebenarnya...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lelaki  itu diam, tidak ada kata yang terucap dari bibirnya, dia membenamkan  Jane kedalam pelukannya.&lt;b&gt;end&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Pekanbaru,  27 Januari 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;dengan perubahan dari tulisannya  sebelumya yang pernah diikutsertakan dalam lomba cerpen 300 kata.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Pekanbaru,  22 September 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Jujurlah pada hatimu"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;_Annas  Tupank_&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-6892367219449104722?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/6892367219449104722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/01/dosamu-comblangku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/6892367219449104722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/6892367219449104722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2011/01/dosamu-comblangku.html' title='Dosamu Comblangku'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8999624695951197830</id><published>2010-12-27T15:34:00.004+07:00</published><updated>2011-05-04T16:06:10.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi dan Motivasi'/><title type='text'>Nuryati, Mantan TKW yang berhasil menjadi Dosen</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XSu2vz6_1_0/TcEP99n_9yI/AAAAAAAAAsg/T9BBnDfcUwo/s1600/nuryati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-XSu2vz6_1_0/TcEP99n_9yI/AAAAAAAAAsg/T9BBnDfcUwo/s320/nuryati.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemerintah memberikan apresiasi kepada  para buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKl) yang sekembalinya  dari negeri rantau beralih profesi menjadi wirausaha di negeri sendiri,  bahkan mampu memberikan nilai tambah untuk masyarakat dan lingkungan di  sekitarnva.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apresiasi kepada para buruh migran diwujudkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indonesia Migran Worker’s Award&lt;/span&gt; tahun 2010 pada peringatan Hari Migran Inter­nasional (&lt;i&gt;International Migrants Day&lt;/i&gt;) yang dicanangkan Perse­rikatan Bangsa Bangsa (PBB) setiap tanggal 18 Desernber.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Penghargaan  tersebut diserahkan oleh Menakretrans Muhaimin Iskandar di Kantor  Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2010). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kegiatan yang digagas UKM­ Center FEUI  bekerjasama deng­an Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat,  Kemenakertrans, Kementerian Pember­dayaan Perempuan dan BNP2TKI ini  memberikan penghargaan untuk empat kate­gori, yaitu Puma TKI Wira­usaha,  Remitansi Produktif, Purna TKI Motivator dan Peng­hargaan Petugas  Pelayanan Kepulangan Pekerja Migran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para  finalis kebanyakan ber­asal dari kantong-kantong TKI seperti NTB,  Jabar, Lampung, Jatim dan Jateng. Setelah dilakukan penjurian beberapa  ta­hap akhirnya pemerintah mem­berikan satu penghargaan kepada TKI  terbaik untuk masing­-masing kategori. Untuk Peng­hargaan Purna TKI  Wirausaha dimenangkan Siti Maryam, mantan TKI Hongkong asal Trenggalek,  Jawa Timur. Sele­pas bekerja sebagai TKI, Siti membuka wirausaha di  bidang salon dan &lt;i&gt;video shooting&lt;/i&gt;. Atas keberhasilannya ini, Siti menda­patkan piala dari Menko Kesra dan uang pembinaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penghargaan  dari Meneg PP untuk kategori Remitansi Produktif dimenangkan oleh  Keluarga Jaharudin asal Bima, Nusa Tenggara Barat. Keluarga Jaha­rudin  berhasil memanfaatkan remitansi dari anaknya yang bekerja di Arab Saudi  untuk modal usaha mebel dan biaya sekolah anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan  Pcnghargaan Menakertrans untuk kategori Purna TKI Motivator berhasil  diraih Nuryati Dosen Untirta dan Advokasi Pemberdayaan asal Serang,  Banten. Nuryati yang pernah jadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi,  menggunakan hasil usahanya untuk melanjutkan sekolah dan sekarang  menjadi dosen di Fakul­tas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa  Banten. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terakhir,  Penghargaan Ke­pala BNP2TKI untuk Petugas Pelayanan Kepulangan Pekerja  Migran Terbaik diraih Mohammad Adib, Petugas di Ban­dara Adi Sumarmo,  Solo, Jawa Tengah. Meski mengaku sangat butuh uang, ternyata Mohammad  Adib tidak mau memeras TKI. Dia lebih memilih untuk mem­bantu,  membimbing dan menga­rahkan TKI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menakertrans  mengatakan penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari  pemerintah kepada TKI yang berhasil beralih dari pekerja di negeri orang  menjadi wira­usaha di negeri sendiri bahkan mampu memberikan nilai  tam­bah untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Mereka  patut menjadi con­toh dan inspirasi bagi seluruh TKI beserta  keluarganya, agar hasil bekerja di luar negeri dapat benar-benar  dimanfaatkan un­tuk mengembangkan wirausaha dan membuka lapangan kerja  di dalam negeri, di kampung halamannya sendiri, " kata Muhaimin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kisah Nuryani, TKI Motivator yang berhasil menjadi Dosen &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://papahende.multiply.com/photos/hi-res/1M/7068" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" class="alignmiddleb" src="http://multiply.com/mu/papahende/image/+jhUhubHhqyptEpPt42B1A/photos/1M/300x300/7068/Nuryati.JPG?et=xzzM5tIUxFI6oPKD%2CYtAOw&amp;amp;nmid=0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sosok  Nuryati, seorang man­tan TKI yang kini menjadi dosen berhasil meraih  penghargaan kategori Purna TKI Motiva­tor. Dosen Universitas Sultan  Ageng Tirtayasa (Untirta) Se­rang, Banten, ini pernah menco­ba mengadu  nasib di Arab Saudi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perempuan asal Subang ini melamar sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baby sitter&lt;/span&gt;  selama tiga tahun pada 1998 hingga 2001. Sebelumnya ia tak membayangkan  akan beker­ja di tanah rantau setelah lulus SMA. Sebab, perempuan  kela­hiran 2 Juni 1979 itu adalah lulusan terbaik SMA Prisma, Serang,  Banten. Bahkan sejak kelas satu, dia langganan juara dan mendapat  beasiswa. Dikarenakan orang tuanya tak punya biaya untuk melan­jutkan  hingga kuliah, akhirnya ia bulatkan tekad untuk berang­kat menjadi TKI  di Arab Saudi. Meski begitu, dalam dirinya memendam impian untuk bisa  berkuliah setelah pulang dari mcngumpulkan uang dari pe­kerjaan di Arab.  Hingga isi koper yang akan dibawa ke Arab pun berisi buku-buku  pelajaran SMA dan buku pengetahuan umum. Meski ke­inginannya untuk bisa  menge­nyam bangku kuliah pupus, ia ingin tetap bisa terus belajar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di Arab, Nuryati diterima bekerja di keluarga dokter, bahkan dinilai &lt;i&gt;well educated&lt;/i&gt;,  ia kerap diminta mendampingi putri sang majikan saat belajar dan  mengerjakan tugas sekolah. Ia juga mendapat izin tidur siang dan  meluangkan waktu untuk membaca buku. Selama di sana ia berusaha  berdisiplin dalam berbagai hal. Termasuk dalam pembukuan gaji yang  diterima. Bahkan, ia selalu meminta kwitansi pembayaran gaji yang  ditandatangani sang majikan. Hal ini dilakukan agar ia bisa tahu berapa  gaji sebenarnya yang diterima seti­ap bulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain  itu, untuk kesela­matan pribadi, nomor-nomor telpon penting, seperti  nomor konsulat dan kedutaan dicatatnya dengan sulaman berkode khusus di  kerudung yang selalu dipakainya ke mana-mana. De­ngan cara inilah,  hal-hal yang dikhawatirkan pun tidak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah  bekerja selama 2 tahun 8 bulan, Nuryati tak sengaja menyaksikan acara  wisuda di Universitas Al Azhar di televisi lokal. Hasrat untuk pulang  kian menggebu-gebu. Akhirnya ia berpamitan kepada majikannya untuk  pulang ke Indonesia. Selang tiga hari sekembali ke tanah air, ia  langsung mengi­kuti tes masuk Fakultas Hukum Untirta. Dia pun dinyatakan  lulus. Kuliah sambil bekerja pun harus ia lakoni. Di tempatnya bekerja,  Pizza Hut Cilegon, ia harus belajar secara sembunyi­-sembunyi di  toilet. Bahkan di pintu toilet diberi tanda toilet dalam perbaikan,  untuk meng­hindari teguran dari atasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kecerdasan dan ketekunan yang dijaganya membuat Nur­yati mampu lulus dengan IPK 3,7 dan meraih predikat &lt;i&gt;cum laude&lt;/i&gt;.  Dia lulus dalam waktu tiga tahun dan menjadi satu­-satunya sarjana di  kampung hingga merubah hidupnya seca­ra drastis dan menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Empat  tahun kemudian, Nur­yati menyabet gelar master bidang hukum dari  Universitas Jayabaya, Jakarta. Ia herha­sil meraih sertifikat advokat  dari Persatuan Advokat Indo­nesia, namun kemudian memu­tuskan untuk  mengabdi di alma­maternya, menjadi dosen Untirta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengalamannya  sebagai mantan TKI dan kini jadi dosen, Nuryati kerap mendapat undangan  menjadi pembicara da­lam seminar-seminar tentang ketenagakerjaan. Kini  ia sedang menempuh studi doktoral di Universitas Padjajaran Ban­dung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8999624695951197830?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8999624695951197830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/12/kepergiannya-menjadi-tenaga-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8999624695951197830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8999624695951197830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/12/kepergiannya-menjadi-tenaga-kerja.html' title='Nuryati, Mantan TKW yang berhasil menjadi Dosen'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XSu2vz6_1_0/TcEP99n_9yI/AAAAAAAAAsg/T9BBnDfcUwo/s72-c/nuryati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8379789124422295696</id><published>2010-12-20T00:08:00.001+07:00</published><updated>2010-12-20T00:10:09.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antologi'/><title type='text'>Ayo dukung Timnas Merah Putih Jadi Juara! Ikuti Juga ANTOLOGI CINTA SEPAK BOLA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TQ46Vll2dQI/AAAAAAAAAiM/5e8zkVldeuw/s1600/im+gw+c%252C+1969-1970.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TQ46Vll2dQI/AAAAAAAAAiM/5e8zkVldeuw/s320/im+gw+c%252C+1969-1970.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buat teman-teman semua para pendukung setia Timnas Merah Putih yang  sudah berhasil masuk final setelah memenangkan dua kali pertandingan atas Filipina. atau teman-teman yang mempunya pengalaman, cerita menarik seputar  sepak bola ayo tulisan ceritamu itu dan ikut sertakan dalam Antologi  Cinta Sepak Bola.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syarat Peserta :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Kirim naskah + biodata melalui email (attach file) :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta wanita : abangsoil@ymail.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta lelaki  : uncuannas@ymail.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Jumlah halaman ;  3 – 4 / 1.5 Spasi / kertas A4 / Hurup 12 TNR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. 1 peserta  1 naskah terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.   Buat catatan fb berjudul : ANTOLOGI CSB  [“ JUDUL NASKAH” ], sertakan   dalam catatan tersebut : gambar apa saja yg bertema sepakbola   nasional/dunia , judul naskah yang dikirim dan penggalan/ potongan   cerita tersebut,  tidak lebih dari 100 kata. Tag fb : &lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/rusmin.nuryadin2"&gt;Rusmin Nuryadin   Abizz&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000010510736"&gt;Annas Tupank&lt;/a&gt;, selebihnya tag tidak dibatasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Dicari 17 naskah terbaik untuk diterbitkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Deadline : 18 – 25 Desember 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Antologi ini didukung oleh : &lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/group.php?gid=274194420818"&gt;GROUP UNTUK SAHABAT (UNSA)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8379789124422295696?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8379789124422295696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/12/ayo-dukung-timnas-merah-putih-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8379789124422295696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8379789124422295696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/12/ayo-dukung-timnas-merah-putih-jadi.html' title='Ayo dukung Timnas Merah Putih Jadi Juara! Ikuti Juga ANTOLOGI CINTA SEPAK BOLA'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TQ46Vll2dQI/AAAAAAAAAiM/5e8zkVldeuw/s72-c/im+gw+c%252C+1969-1970.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-3173927530366370530</id><published>2010-11-18T19:56:00.003+07:00</published><updated>2011-03-06T07:51:24.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Free Lunch Method: Menuai untung dari menggratiskan karya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tanggal 1 November 2010, &lt;a data-rapid_p="1" href="http://www.pandji.com/"&gt;Pandji Pragiwaksono&lt;/a&gt;, seorang musisi dan rapper Indonesia merilis album ketiga yang berjudul &lt;a data-rapid_p="2" href="http://merdesa.pandji.com/"&gt;"Merdesa"&lt;/a&gt;.   Sebenarnya jika dilihat dari kacamata penikmat musik adalah suatu hal   yang biasa seorang musisi merilis album mereka. Yang membuat peluncuran   album ini menjadi tidak "biasa" adalah album ini dirilis secara online   dan gratis. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Pandji bisa   mendapatkan profit dari album ini jika ia merilisnya secara gratis?   Bahkan untuk menutup biaya produksi pun tentunya dibutuhkan investasi   dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara  dengan Pandji  berkaitan dengan metode distribusi gratis yang ia lakukan.  Pada  wawancara tersebut Pandji menjelaskan apa yang ia sebut dengan &lt;i&gt;"Free Lunch Method"&lt;/i&gt;,   bagaimana metode "gratisan" itu justru bisa membiayai seluruh album   bahkan memberikan profit. Tentunya metode baru ini akan jadi sebuah   alternatif bagi musisi dan pelaku dalam industri musik di Indonesia   sekaligus merubah paradigma pemasaran yang biasanya dianut oleh pelaku   bisnis di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk  lebih jelasnya Anda bisa menyimak video  wawancara saya dengan Pandji  Pragiwaksono di bawah ini tentang  bagaimana ia memasarkan album  ketiganya dengan &lt;i&gt;"Free Lunch Method"&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/K0T2YQ-cHbw?fs=1" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-3173927530366370530?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/3173927530366370530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/11/ngobrol-dengan-pandji-pragiwaksono.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/3173927530366370530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/3173927530366370530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/11/ngobrol-dengan-pandji-pragiwaksono.html' title='Free Lunch Method: Menuai untung dari menggratiskan karya'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/K0T2YQ-cHbw/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-2252722683737732842</id><published>2010-11-08T21:29:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T21:29:48.967+07:00</updated><title type='text'>Jujur pada diri sendiri untuk memahami kepribadianmu</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Seorang psikolog  mengembangkan bentuk-bentuk ini, yang telah diuji secara luas di dunia  selama beberapa tahun. Warna warnanya telah mengalami perbaikan dan  diuji lagi sampai didapatkan satu set bentuk yang terbaik. Bentuk-bentuk  ini mewakili sembilan tipe kepribadian dasar. Pilih sebuah bentuk di  bawah ini yang paling anda senangi lalu baca kepribadian anda di  bawahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ingat,  pilihan anda harus jujur dan tidak  boleh dimanipulasi karena hasil test  tipe kepribadian ini hanya anda  yang tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_Ld0_EurdZ_s/TLPR3NxRO9I/AAAAAAAABdY/0FN2tLH-JF0/s530/tes_gambar.jpg" style="height: 283px; width: 436px;" /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Jawaban yan  Anda pilih:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar Nomor 1. Introspektif, Sensitif,   Reflective&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda lebih sering dan fokus terhadap diri dan lingkungan sendiri  daripada berinteraksi dengan orang lain. Anda membenci kedangkalan,  lebih senang menyendiri daripada terluka karena bisikan orang. Tapi  hubungan anda dengan teman-teman anda sangat intensif, yang memberikan  anda ketenangan dan keserasian yang anda butuhkan untuk merasa baik.  Bagaimanapun itu bukan masalah bagi anda untuk menyendiri untuk beberapa  waktu tanpa menjadi bosan.&lt;br /&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar Nomor 2. Mandiri, Tidak biasa (tidak   konvensional), Tak tertekang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda menginginkan kebebasan dan ketidakterikatan hidup yang membiarkan  anda menentukan jalan anda sendiri. Anda memiliki bakat artistik dalam  kerjaan anda dan aktifitas luang. Desakan untuk bebas kadang menyebabkan  anda melakukan perbuatan yang sangat berlawanan dengan apa yang anda  inginkan. Gaya hidup anda sangat individual. Anda tidak akan meniru  secara buta apa yang sedang “in”, di sisi lain anda mencari kehidupan  yang sesuai dengan cita-cita dan dan pendirianmu, bahkan bila harus  berenang melawan pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar Nomor 3. Dinamis,  Aktif, Mementingkan  hal-hal lahir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda sungguh berkeinginan untuk menerima beberapa resiko dan berkomitmen  kuat dalam menukar ketertarikan dan pekerjaan yang bervariasi. Rutin,  berlawanan, cenderung berefek melumpuhkan anda. Apa yang paling anda  sukai adalah bisa memainkan peran dalam banyak bidang. Dalam  melakukannya, inisiatif anda lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar  Nomor 4. Bersahaja,  Sangat teguh pendirian, harmonis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda menghargai gaya dan cinta alami yang tidak rumit. Orang mengagumi  anda karena anda memiliki kemampuan kuat dan mereka bergantung pada  anda. Anda memberikannya pada orang yang dekat perlindungan dan jarak.  Anda merasa hangat dan manusiawi. Anda menolak segala sesuatu yang  mencolok dan usang. Anda cenderung ragu pada tingkah/perubahan trend  mode. Bagi anda, pakaian harus praktis dan bagus yang tidak menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar Nomor 5. Professional, Pragmatis,   Percaya diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda bertanggung jawab pada hidup anda, meletakkan lebih kecil  keberuntungan anda dan lebih kepada perbuatan sendiri. Anda memecahkan  masalah dengan tindakan yang praktis dan tidak rumit. Anda memandang  secara realistis sesuatu dalam hidup anda dan menanganinya dengan baik.  Anda diberi tanggung jawab yang besar dalam pekerjaan, karena orang tahu  bahwa anda dapat diandalkan. Kekuatan tegas terhadap kemauan akan  memproyeksikan keyakinan anda terhadap orang lain. Anda tidak akan  pernah benar-benar merasa puas sampai semua cita-cita anda tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar   Nomor 6. Tenang/Damai, Bijaksana, Tidak Agresif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda menanggapi hidup mudah karena bijaksana. Anda mendapatkan teman  tanpa kesukaran karena menikmati keprifasian anda dan kemandirian. Anda  sering menjauh darinya dan menyendiri dari waktu ke waktu untuk  merenungi arti kehidupan dan menikmati sendiri. Anda membutuhkan tempat  untuk persembunyian yang indah, tapi anda tidak seorang penyendiri. Anda  tenang terhadap diri sendiri dan dunia, dan menghargai hidup dan apa  yang dunia tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar   Nomor 7. Riang, Suka bermain/melucu, menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda   menyukai kehidupan yang bebas dan spontan. Dan anda berusaha   menikmatinya secara penuh karena memegang moto &lt;span&gt;”Anda hanya hidup   sekali."&lt;/span&gt;  Keingintahuan anda besar dan terbuka terhadap segala sesuatu yang baru,  anda berkembang dengan perubahan. Anda menganggap lingkungan anda  serbaguna dan selalau memberikan kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt; &lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar Nomor 8. Romantis, Pemimpi, Emosional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda sangat sensitif. Anda menolak melihat sesuatu dari sudut pandang  kesederhanaan dan rasionalitas. Apa yang perasaan anda katakan sangat  penting untuk anda. Kenyataanya, Anda merasa penting untuk memiliki  mimpi-mimpi dalam hidup. Anda menolak orang yang mencemoohkan romantisme  dan hanya dikendalikan oleh rasionalitas. Anda menolak untuk membiarkan  sesuatu membatasi keragaman kekayaan mood dan emosi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-weight: bold;"&gt;Gambar Nomor 9. Analitis, Terpercaya,   Percaya diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Senstifitas sebentar anda mewakili kualitas dan ketahanan yang tinggi.  Konsekuensinya, anda suka menyelimuti diri anda dengan ”mutiara kecil”  yang anda temukan di mana pun orang lain mengabaikannya. Lalu, Budaya  sangat mempengaruhi kehidupan anda. Anda telah temukan kehidupan anda  sendiri, yaitu elegan/luwes dan eksklusif, bebas dari pengaruh mode.  Ideal anda, anda mendasarkan kehidupan anda, adalah dibudayakan  kesenangan. Anda menilai tingkatan budaya seseorang pada siapa anda  berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-2252722683737732842?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/2252722683737732842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/11/jujur-pada-diri-sendiri-untuk-memahami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/2252722683737732842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/2252722683737732842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/11/jujur-pada-diri-sendiri-untuk-memahami.html' title='Jujur pada diri sendiri untuk memahami kepribadianmu'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ld0_EurdZ_s/TLPR3NxRO9I/AAAAAAAABdY/0FN2tLH-JF0/s72-c/tes_gambar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-4635845007256879224</id><published>2010-10-27T15:57:00.014+07:00</published><updated>2011-01-16T05:59:43.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi'/><title type='text'>Saya Ingin Belajar di JCU Singapura Karena Saya Ingin Lebih Baik.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfeLeKxFiI/AAAAAAAAAgY/Dfhj9Ia70nI/s1600/JCU+Singapore.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfeLeKxFiI/AAAAAAAAAgY/Dfhj9Ia70nI/s200/JCU+Singapore.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat ini usia saya 21 tahun, sekarang saya bekerja disebuah perusaahaan kecil di kota Pekanbaru. Saya&amp;nbsp; terlahir dan dibesarkan dikeluarga sederhana, ayah saya seorang petani kecil sudah meninggal dunia tahun 2008 lalu, sedangkan ibu saya seorang penjual kue dan juga seorang bidan kampung (baca: Tradisional). Meski lahir dan besar dikampung, namun saya juga mempunyai impian akan menjadi orang sukses seperti orang-orang kota bahkan orang-orang luar negeri sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai anak kampung saya ingin sekali bisa belajar di JCU Singapura, bukan berarti saya mengatakan Universitas/ Perguruan Tinggi di Indonesia tidak baik tetapi saya menginginkan yang lebih baik. sebelumnya saya sudah pernah kuliah namun terhenti dipenghujung semester 2 salah satu penyebabnya adalah kekurangan biaya. Karena itu sekarang saya berusaha bekerja untuk mengumpulkan rezeki agar bisa kuliah lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat masih sekolah dulu saya sering kali menggerutu dengan kinerja guru yang tidak profesional, mengajar hanya memenuhi tuntutan profesi, tidak disiplin, memanfaatkan siswa sebagai lahan materi sama sekali tidak memperdulikan kondisi siswa-siswi yang diajarnya. Saat menjadi Mahasiswa (hanya 2 semester) keprehatian itu semakin bertambah, manajemen kampus yang amburadul, dosen yang seenak hati membatalkan jadwal kuliah tanpa komfirmasi yang sebelumnya. Lebih memprehatinkan lagi sebagian mahasiswa mengikuti kuliah hanya untuk mengumpulkan nilai dan mendapatkan gelar serjana secepatnya. Tidak hanya sampai disitu, tempat saya bekerja sekarang membuat saya semakin mengerti betapa parahnya teknologi menggerogoti moral dan intelektual anak-anak Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ditengah kerasnya kehidupan ini, saya ingin sekali seseorang yang bisa merubah semua itu sebelum saya menjadi objek yang berhasil dirubah oleh dunia. Saya memilih ingin belajar di JCU Singapore juga bukan hanya demi gengsi semata. JCU Singapore merupakan lembaga pendidikan yang berkualitas seperti yang saya dambakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Alasan kuat kenapa saya memilih JCU Singapore?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;JCU Singapore&lt;/b&gt; adalah perusahaan yang mayoritas dimiliki &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;James Cook University Australia&lt;/b&gt;.  Universitas ini(JCU Singapore) didirikan pada tahun 2003 sebagai bagian  dari internasionalisasi kegiatan JCU, dalam mencapai visi “Menyediakan  Kehidupan yang Lebih Baik Bagi Masyarakat di Daerah Tropis”. JCU  Singapore memiliki level yang tidak jauh beda dengan JCU Australia yang  saat ini berada di &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;peringkat 4% universitas terbaik di dunia&lt;/b&gt; dan merupakan universitas riset tropis terkemuka di Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_740" style="width: 415px;"&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Apa saja yang ditawarkan JCU Singapore?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;JCU Singapore menawarkan beberapa program studi baik itu tingkat  sarjana maupun pascasarjana. Untuk&amp;nbsp; tingkat sarjana, JCU Singapore  menawarkan paket program berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Program Sarjana S1&lt;/b&gt; di bidang Bisnis, Ilmu Lingkungan, Teknologi Informasi, Pemasaran, Psikologi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Program Pascasarjana S2&lt;/b&gt; di bidang Administrasi  Bisnis, Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Teknologi Informasi,  Psikologi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Program Doktorat&lt;/b&gt; di bidang Psikologi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di JCU  Singapore terdapat program jalur cepat yang memungkinkan  siswa  untuk  menyelesaikan gelar sarjana hanya dalam waktu 2 tahun dan   program pascasarjana hanya dalam waktu 1 tahun. Semua program JCU   Singapore terdaftar di Dewan Pendidikan Swasta Singapura dan   pengoperasiannya diatur oleh EduTrust. Bahkan pada tahun 2008, JCU mendapatkan Singapore Quality Class untuk Akreditasi Organisasi Pendidikan Swasta!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan untuk pascasarjana, JCU Singapore menawarkan paket program berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Program Persiapan Bahasa Inggris&lt;/b&gt; (4 tingkat yang  dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris ke  tingkat yang diperlukan bagi program sarjana atau pasca sarjana)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Program Foundation&lt;/b&gt; (Program 8 Bulan Persiapan masuk Universitas bagi siswa yang tidak mampu memenuhi persyaratan normal)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Lokasi Kampus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kampus JCU Singapore terletak di 600 Upper Thomson Road Singapore 574421. Untuk lebih detailnya bisa dilihat di bawah ini :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;amp;source=s_q&amp;amp;hl=en&amp;amp;geocode=&amp;amp;q=James%20Cook%20University%20Singapore&amp;amp;sll=1.37519,103.828494&amp;amp;sspn=9.675559,21.51123&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;hnear=Singapore&amp;amp;ll=1.375182,103.828939&amp;amp;spn=0.009374,0.021007&amp;amp;z=14&amp;amp;iwloc=A&amp;amp;cid=8753091231776147533&amp;amp;source=embed" style="color: blue; text-align: left;"&gt;View Larger Map&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Fasilitas Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfkk8xmqHI/AAAAAAAAAgc/We4tex-e4vE/s1600/lecture-room.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfkk8xmqHI/AAAAAAAAAgc/We4tex-e4vE/s400/lecture-room.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;18 ruang kuliah /&amp;nbsp; tutorial dilengkapi dengan proyektor OHP, proyektor LCD, &lt;i&gt;motorized screen&lt;/i&gt;, papan tulis dan flip-chart &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4 ruang laboratorium komputer Untuk menampung 35 siswa, &lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_743" style="width: 490px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfk9Yoc3QI/AAAAAAAAAgg/U8xc5OuFl4k/s1600/computer-laps.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfk9Yoc3QI/AAAAAAAAAgg/U8xc5OuFl4k/s400/computer-laps.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5 penelitian laboratorium untuk percobaan, penelitian dan diskusi,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 ruang teater untuk menampung 143 siswa,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 perpustakaan dengan lebih dari 2000 buku referensi, &lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_744" style="width: 490px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img alt="library" class="size-full wp-image-744" height="266" src="http://hellgalicious.files.wordpress.com/2010/10/library.jpg?w=480&amp;amp;h=320" title="library" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 Ruangan informasi yang memungkinkan siswa untuk memiliki akses online atau web surfing,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jaringan nirkabel yang memungkinkan untuk seluruh area kampus JCU Singapore&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Fasilitas untuk Mahasiswa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Student Services Centre&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Klinik Psikolog&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Student Lounge &lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_747" style="width: 490px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img alt="student-lounge" class="size-full wp-image-747" height="266" src="http://hellgalicious.files.wordpress.com/2010/10/student-lounge.jpg?w=480&amp;amp;h=320" title="student-lounge" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Student Locker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Male/Female Prayer Room&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Open Terrace Study Area &lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_746" style="width: 490px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img alt="open-terrace-study-area" class="size-full wp-image-746" height="266" src="http://hellgalicious.files.wordpress.com/2010/10/open-terrace-study-area.jpg?w=480&amp;amp;h=320" title="open-terrace-study-area" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Stationery and Book Shop&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kantin &lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_745" style="width: 490px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img alt="cafetaria" class="size-full wp-image-745" height="266" src="http://hellgalicious.files.wordpress.com/2010/10/cafetaria.jpg?w=480&amp;amp;h=320" title="cafetaria" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Fasilitas Olahraga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lapangan Basket &lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_741" style="width: 490px;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img alt="Basketball court" class="size-full wp-image-741" height="266" src="http://hellgalicious.files.wordpress.com/2010/10/basketball-court.jpg?w=480&amp;amp;h=320" title="Basketball court" width="400" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lapangan multifungsi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lapangan Olahraga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Keuntungan Kuliah di JCU Singapore?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siswa JCU Singapore sudah dibekali keterampilan berpikir kritis,  pemecahan masalah, komunikasi yang efektif dan informasi teknologi. Yang  tentunya dipersiapkan untuk bekal saat bekerja di perusahaan nanti.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Staff pengajar profesional yang berpengalaman dan berkualifikasi tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suasana kampus yang mendukung dengan pendekatan intensif antara staf pengajar dengan siswa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;JCU Singapore merupakan universitas dengan penelitian yang intensif dan diakui secara internasional&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan kuliah di JCU Singapore, maka kita akan memiliki kesempatan untuk bertukar ilmu dengan JCU Australia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lulusan dari James Cook University, akan memiliki gelar yang diakui  secara internasional dari dunia peringkat universitas di Australia.  Selain itu lulusan juga akan mendapat peluang kerja di lebih dari 7.000  perusahaan multi-nasional yang memiliki kantor utama di Asia-Pasifik  yang berada di Singapura.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para siswa berhak mendapatkan ‘Sertifikat Kelulusan Kelayakan Kerja’  / Employment Pass Eligibility Certificate yang memungkinkan mereka  untuk tinggal di Singapura selama 1 tahun tambahan setelah menyelesaikan  program studi mereka dalam rangka mencari pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memiliki ikatan alumni yang sangat kuat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Itulah alasannya kenapa saya ingin belajar di JCU Singapore, saya percaya keinginan besar tidak akan pernah terwujud jika tanpa usaha dan kerja keras untuk mencapainya." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berikut jika kita ingin tau lebih lanjut tentang JCU Singapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;JCU SINGAPORE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;600 UPPERTHOMSON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SINGAPORE 574421&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.jcu.edu.sg/"&gt;http://www.jcu.edu.sg/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;T: +6565766833&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;F: +6564552833&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertanyaan Umum: enquiries@jcu.edu.sg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penerimaan Pertanyaan: admissions@jcu.edu.sg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bandara,Bertemu dan Menyambut: meetngreet@jcu.edu.sg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akomodasi Service: accommodations@jcu.edu.sg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Student Services: studentservices@jcu.edu.sg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alumni Matters: alumni@jcu.edu.sg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buat Rekan-rekan semua yang punya akun facebook dukung Annas ya dengan  like foto Annas. Caranya gampang cukup jadi Fans di JCU Singapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jcu.singapore.fanpage"&gt;http://www.facebook.com/jcu.singapore.fanpage&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selanjutnya berikan satu like pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=23790&amp;amp;id=100000010510736#%21/photo.php?fbid=172320959444920&amp;amp;set=o.148484168497341&amp;amp;pid=660660&amp;amp;id=100000010510736"&gt;http://www.facebook.com/album.php?aid=23790&amp;amp;id=100000010510736#!/photo.php?fbid=172320959444920&amp;amp;set=o.148484168497341&amp;amp;pid=660660&amp;amp;id=100000010510736&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau kamu pengen ikutan juga bisa klik saja disini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jcu.edu.sg/pestablog/contest.html"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;http://www.jcu.edu.sg/pestablog/contest.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terimakasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pekanbaru, 27 Oktober 2010 / 16.05 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8647460876606790094&amp;amp;postID=4635845007256879224" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-4635845007256879224?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/4635845007256879224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/10/saya-ingin-belajar-di-jcu-singapura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4635845007256879224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4635845007256879224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/10/saya-ingin-belajar-di-jcu-singapura.html' title='Saya Ingin Belajar di JCU Singapura Karena Saya Ingin Lebih Baik.'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMfeLeKxFiI/AAAAAAAAAgY/Dfhj9Ia70nI/s72-c/JCU+Singapore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-1841750251153663409</id><published>2010-10-27T02:26:00.001+07:00</published><updated>2010-10-27T07:42:56.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramuka'/><title type='text'>DPR Sahkan RUU Gerakan Pramuka Jadi UU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMd0BHF2dDI/AAAAAAAAAgU/u51hUuv7Ovg/s1600/Andi+Malarangeng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMd0BHF2dDI/AAAAAAAAAgU/u51hUuv7Ovg/s320/Andi+Malarangeng.jpg" width="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang, Selasa (26/10/2010). Pengesahan tersebut diketuk dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD-RI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kementerian Pemuda dan Olahraga melansir Ketua DPR-RI Marzuki Alie dalam rapat paripurna di Gedung MPR/DPR/DPD-RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka menjadi Undang-Undang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rapat paripurna yang dipimpin langsung Marzukie Alie berjalan cukup lancar dan tergolong cepat. Setelah Ketua Komisi X Prof. Machyudin membacakan RUU Gerakan Pramuka, seluruh anggota DPR-RI dari masing-masing fraksi langsung menyetujui agar RUU Gerakan Pramuka segera disahkan menjadi UU.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Alhmadulillah, rapat paripurna untuk mengesahkan RUU Gerakan Pramuka ini tidak terlalu panjang, dan semuanya sudah sepakat," ujar Marzukie.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara itu, dalam sambutanya, Menpora, Andi Malaranggeng mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung penuh untuk terbentuknya Undang-Undang Gerakan Pramuka ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras ikut dalam proses terbentuknya UU Gerakan Pramuka. Jika ada salah atau kekeliruan selama proses terbentuknya UU ini, maka kami Kemenpora juga minta maaf," kata dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lebih lanjut, dikatakan Andi, dengan telah disahkannya UU Gerakan Pramuka ini, maka Pramuka di Indonesia akan memiliki payung hukum dan lebih bergairah dalam melakukan semua kegiatanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Dengan disahkanya Undang-Undang Gerakan Pramuka ini, maka akan menjadi pijakan penting untuk melakukan gerakan revitalisasi Pramuka sesuai yang dinginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pramuka Indonesia harus bisa menjadi bagian penting dari pramuka dunia," terangnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Undang-undang yang telah disahkan bisa didownload disini.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;http://www.dpr.go.id/id/ruu/83/RUU-TENTANG-GERAKAN-PRAMUKA&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-1841750251153663409?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/1841750251153663409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/10/dpr-sahkan-ruu-gerakan-pramuka-jadi-uu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/1841750251153663409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/1841750251153663409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/10/dpr-sahkan-ruu-gerakan-pramuka-jadi-uu.html' title='DPR Sahkan RUU Gerakan Pramuka Jadi UU'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TMd0BHF2dDI/AAAAAAAAAgU/u51hUuv7Ovg/s72-c/Andi+Malarangeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-4574870099263963954</id><published>2010-10-10T00:47:00.002+07:00</published><updated>2010-10-10T00:55:37.131+07:00</updated><title type='text'>Nobel, Penghargaan Paling bergengsi di Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;JIKA ilmuwan sejati merasa bersalah dengan temuan, maka hasilnya  adalah manfaat bagi dunia sepanjang masa. Itulah yang terjadi pada  Aflred Bernhard Nobel si penemu dinamit kelahiran Swedia 21 Oktober  1833, yang kemudian menghasilkan penghargaan paling bergengsi untuk  berbagai tokoh di dunia, yaitu Nobel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada 10 Desember 2010 mendatang, penganugerahan Nobel kembali akan  berlangsung di Swedia dan Norwegia. Diambil dari nama belakang Alfred  Bernhard Nobel, penghargaan ini memanglah lahir setelah munculnya sisi  negatif dinamit, maha karyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika menciptakan bahan peledak itu, Alfred hanya berfikir untuk  membantu pekerjaan konstruksi. Memang, semula dinamit itu digunakan  sesuai harapan Alfred. Karyanya ini juga membuahkan limpahan kekayaan  padanya. Alfred menjadi salah seorang industriawan terkenal, memiliki 90  pabrik dinamit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata, dinamit juga menjadi salah satu alat pembunuh yang paling  kejam. Mulai dari peperangan yang menebar kematian, hingga pada kegiatan  terorisme yang menyebar ketakutan ke segala penjuru dunia. Itulah  sebabnya, Alfred sempat dikecam sebagai "Saudagar Maut". Inilah yang  paling disesalinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/500getty_nobel.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ALFRED wafat pada 10 Desember 1896. Setahun sebelumnya, Alfred  sempat menebus rasa bersalahnya. Dia menghibahkan hartanya untuk  perkembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dunia lewat Institut  Nobel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu didirikanlah lembaga untuk memberikan penghargaan tertinggi  bagi perdamaian, sastra, kimia, kedokteran dan fisika. Lima tahun  setelah wafat, tepatnya pada 1901, berdirilah Nobel Foundation. Pada 10  Desember di tahun itu, diberikan penghargaan pertama untuk enam tokoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah seorang peraih Nobel yang terkenal di masa itu adalah Jean  Henri Dunant dari Swiss yang sangat berperan dalam dalam mendirikan  Komite Palang Merah Internasional. Selain itu ada Frederic Passy dari  Perancis, yang adalah pendiri utama Inter Uni Parlementer dan juga  penyelenggara utama pertama Kongres Perdamaian Universal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada 1968, ada penambahan kategori penghargaan yaitu ekonomi yang  pada 1995 dinamai ilmu sosial. Di sini terbuka kesempatan untuk bidang  ilmu politik, psikologi, dan sosiologi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kini Nobel menjadi penghargaan paling berkelas di dunia. Untuk  memperoleh penghargaan nobel tak gampang, harus melalui penilaian dari  3000 orang terpercaya dari berbagai kalangan yang kredibilitasnya sangat  terpercaya. Peraihnya tentu saja tokoh yang sanggup membawa perubahan  pada dunia menuju kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PADA 10 Desember mendatang, kembali penghargaan Nobel akan mewarnai  dunia. Pemberian Nobel ini digelar di Stockholm Concert Hall, Swedia.  Sedangkan untuk penghargaan perdamaian di Oslo City Hall, Norwegia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejumlah tokoh penerima Nobel sudah diumumkan. Di antaranya ada  Mario Vargas Llosa memenangkan Penghargaan Nobel 2010 dalam bidang  Sastra. Warga Peru berusia 74 tahun ini adalah penulis Amerika Latin  paling terkenal. Akademi Swedia menilai karyanya tentang kartografi  memiliki struktur kekuatan dan gambaran tajam perlawanan individu,  pemberontakan, dan kekalahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua di antara lebih 30 karyanya adalah The Green House dan The War  of the End of the World. Sekretaris tetap Akademi Swedia, Peter Englund,  menyebutnya sebagai pencerita berbakat "hadiah Tuhan". Buku-bukunya  telah diterjemahkan ke 31 bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pujangga di bidang bahasa Spanyol penerima Hadiah Cervantes pada  1995-- ini tak lain adalah kandidat dalam pemilihan presiden tahun 1990  di Peru. Dia kalah dari Alberto Fujimori. Saat ini, Vargas mengajar di  Princeton University, New Jersey, AS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain Vargas, ada Richard F. Heck, Ei-ichi Negishi dan Akira  Suzuki. Trio ini memenangkan Penghargaan Nobel 2010 dalam bidang Kimia  untuk karya mereka dalam sintesis organik. Royal Swedish Academy of  Sciences menyebutkan penghargaan itu wujud penghormatan pada penelitian  dalam mengembangkan kopling silang paladium-katalis di dalam sistem  organik. Penelitian mereka ini digunakan pada obat-obatan, agrikultur  dan elektronik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Richard Heck, 79 tahun, adalah ilmuan dari Amerika. Dia seorang  profesor emeritus Universitas Delaware. Adapun Ei-ichi Negishi, 75  tahun, dan Akira Suzuki, 80 tahun, adalah dua ilmuwan Jepang. Negishi  adalah profesor kimia di Universitas Purdue, West Lafayette, Indiana.  Sedangkan Akira Suzuki, adalah profesor di Universitas Hokkaidodi  Sapporo, Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk bidang fisika, Nobel diraih dua ilmuan Rusia yaitu Andre Geim,  51 tahun, dan Konstantin Novoselov, 36 tahun. Geim adalah warga negara  Belanda, sedangkan Novoselov memegang dua kewarganegaraan, Inggris dan  Rusia. Mereka lahir di Rusia dan memulai debut fisikanya juga di Rusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka pertama bekerja sama di Belanda. Kemudian pindah ke Inggris.  Di sinilah mereka mengisolasi grapheme pada 2004. Kemudian melahirkan  selotip super untuk mengisolasi grapheme. Ini sebuah bentuk karbon hanya  setebal satu atom, tetapi lebih kuat 100 kali lipat dari baja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Percobaan ini mengarah pada perkembangan superstrong baru dan bahan  ringan yang dapat digunakan untuk membuat satelit, pesawat terbang dan  mobil. Diperkirakan, temuan mereka akan melahirkan perkembangan  elektronik yang inovatif, termasuk layar sentuh transparan, komputer  yang lebih efisien dan sel surya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian, Nobel Kedokteran diterima Robert G. Edwards. Ahli  fisiologi dari Inggris yag berusia 85 tahun ini dinilai berprestasi  dalam temuan kesuburan in vitro. Dari penelitiannya bersama Patrick  Steptoe inilah yang menyebabkan kelahiran bayi tabung pertama, Louise  Joy Brown, pada Juli 1978.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komite Nobel Kedokteran menyebutkan karya Edward membawa kebahagiaan  bagi orang-orang yang mengalami masalah kesuburan di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/500ap_liuxiaobo.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;KONTROVERSI datang dari Nobel Perdamaian yang kali ini diraih Liu  Xiaobo. Pemerintah Cina menyebut Liu sebagai seorang penulis pembangkang  dan diganjar 11 tahun penjara pada Desember 2009. Penghargaan kepada  profesor sastra Cina ini akan menarik perhatian dunia terhadap catatan  Hak Azazi Manusia di Cina.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nobel ini tentu saja menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Cina.  Itulah sebabnya, Pemerintah Cina pernah menyebutkan pemberian hadiah  kepada Liu akan merusak hubungan antara Norwegia dan Cina. Sebaliknya,  mantan pemenang hadiah perdamaian Uskup Desmond Tutu, pemimpin spiritual  Tibet Dalai Lama dan Vaclav Havel malah menyerukan agar Liu mendapatkan  penghargaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemilihan Liu sebagai pemenang juga menunjukkan penghargaan Nobel  perdamaian ini telah kembali ke jalur sebenarnya. Sebab, tahun 2009,  penerima anugerah ini adalah Presiden Amerika Barack Obama. Pilihan ini  mendapat kecaman dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebab, Obama belum mengantongi catatan yang kuat untuk dalam  penegakan HAM. Dia tak bisa disetarakan dengan Nelson Mandela yang  meraih Nobel Perdamaian pada 1993. Presiden Afrika Selatan ini yang  cukup keras perjuangan dalam menegakkan HAM di negaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang tak boleh ada cela untuk Nobel yang prestisius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nurlis Effendi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img align="left" src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/newsroom/80nurlisavatar.jpg" /&gt;Nurlis Effendi, mantan wartawan TEMPO, kini menjadi penulis  lepas di sejumlah media dan aktif di dunia pertelevisian. Di Yahoo! dia  menulis politik, hukum, kriminal dan feature.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Email: nurlismeuko[at]yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-4574870099263963954?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/4574870099263963954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/10/nobel-penghargaan-paling-bergengsi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4574870099263963954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/4574870099263963954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/10/nobel-penghargaan-paling-bergengsi-di.html' title='Nobel, Penghargaan Paling bergengsi di Dunia'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-9199602005584402657</id><published>2010-09-20T19:03:00.009+07:00</published><updated>2011-03-26T18:10:06.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Flash Fiction'/><title type='text'>Shimoe dan Kacu Pramuka</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdNbmCSwSI/AAAAAAAAAeY/5LdNBQg_gZg/s1600/39735_152640014746348_100000010510736_536521_3109560_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdNbmCSwSI/AAAAAAAAAeY/5LdNBQg_gZg/s200/39735_152640014746348_100000010510736_536521_3109560_n.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;&lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;&lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;&lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Baru beberapa menit memasuki tanggal 14 Agustus 2010, Hari Pramuka Ke-49. Aku teringat malam tanggal 14 setahun lalu, Shimoe gadis lugu yang terlahir tanpa pernah mengenal kasih sayang ibu dan sekarang menjadi ibu tanpa ikatan nikah diusia muda menitipkan kacu pramukanya padaku.&lt;/span&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;"tolong simpan ya Nas, benda ini sangat berarti bagiku." Shimoe memasukan kain berwarna merah putih itu kedalam genggamanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;"hm..." Aku prihatin atas kejadian yang dialaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;"aku merasa tidak pantas lagi memakainya, pramuka telah membesarkanku. Aku tidak ingin pramuka menjadi buruk karena hal ini, semua ini murni kesalahanku."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Setelah malam itu aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Shimoe telah mengajariku banyak hal tentang seorang wanita dan bagaimana cara memperlakukan perasaanya yang lembut dan patah bila dikerasi. Beberapa bulan kemudian Shimoe meneleponku, berkhabar bahwa ada seorang lelak iyang ingin menikahinya walau dia sendiri merasa tidak pantas dan tidak mencintainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Menjelang sahur kucari kacu yang dulu Shimoe titipkan padaku, kutemukan diantara tumpukan buku-buku sedikit berdebu namun tidak mengurangi makna didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Aku tidak tahu dimana Shimoe sekarang, semoga dengan berkah ramadhan ini tuhan melimpahkan rahmatnya padamu dan anakmu. Melalui lelaki berhati malaikat yang dikirimkannya padamu semoga kamu bisa mencintai dan menghargainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;﻿&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Diikutkan pada Lomba Cerpen 200 kata&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;“Aku, Kamu &amp;amp; Ramadhan 01-31 Agustus 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;yang diselenggarakan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://cerpentigatujuh.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://cerpentigatujuh.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;semoga menjadi ihtibar bagi kita semua &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;trim's&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-9199602005584402657?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/9199602005584402657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/shimoe-dan-kacu-pramuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/9199602005584402657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/9199602005584402657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/shimoe-dan-kacu-pramuka.html' title='Shimoe dan Kacu Pramuka'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdNbmCSwSI/AAAAAAAAAeY/5LdNBQg_gZg/s72-c/39735_152640014746348_100000010510736_536521_3109560_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8683602162405756095</id><published>2010-09-05T22:48:00.010+07:00</published><updated>2010-10-10T01:00:13.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Aku telah jatuh cinta kepadanya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TIO9MAquAaI/AAAAAAAAAeA/TORwJWCDmWc/s1600/ring.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TIO9MAquAaI/AAAAAAAAAeA/TORwJWCDmWc/s320/ring.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBilling%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBilling%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBilling%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kulirik jam yang duduk manis disudut meja sebelah tempat tidurku, jarumnya sudah melewati angka 2, tapi mataku sama sekali tidak merasa ngantuk, kutarik selimut dan bersembunyi didalamnya tapi&amp;nbsp; tapi juga tidak berhasil membuatku tidur. Kusibakan selimut dan melangkah keluar menuju kamar mama, aku mengintip kedalam lewat pintunya yang tidak tertutup rapat, ternyata mama juga belum tidur, dia sedang menyulam sarung bantal untuk anak bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kok mama belum tidur?...” tanyaku masuk lalu melabuhkan tubuhku duduk disebelahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kamu sendiri kenapa belum tidur?” mama balik bertanya sambil menoleh sekilas kearahku lalu kembali berkonsentrasi pada sulamannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“belum ngantuk ma…” tapi aku malah menguap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“belum ngantuk?” mama kembali menoleh kearahku sambil tersenyum tapi terlihat seperti akan menggoda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“mama buatin untuk siapa, ada yang mesan ya?” aku berusaha tidak terpancing karena mama memang selalu menggoda anak-anaknya. Menyulam adalah salah satu usaha mama sejak kami masih kecil. Bahkan sebagian biaya sekolah kami adalah dari hasil penjualan sulaman mama, selain dari biaya tunjangan sebagai janda seorang perwira TNI yang gugur dalam menjalankan tugas Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Irra istri abang sepupu kamu sudah hampir melahirkan jadi mama sengaja buatin buat dia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“tapi kok warnanya pink, belum tentu anaknya cewek.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kalo nggak cocok nanti mama bikin lagi, yang ini mama simpan buat cucu mama.” Mama tersenyum menggodaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku hanya tersenyum menanggapi godaan mama, kurebahkan tubuhku dibelakang mama, tanpa sepengetahuannya kutatap jari manisku, ada sebingkai cincin yang melingkarinya. Ya malam ini aku bahagia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;#&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lelaki itu Ahmad Fadhillah, seorang pemuda dari daerah pesisir utara provinsi Riau. Dengan naik mobil dari kota Pekanbaru ini akan menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai kampung halamannya. Aku pertama kali melihatnya tiga tahun lalu. Saat itu Fadhil menjadi perwakilannya kampusnya dalam lomba debat mahasiswa antar universitas se-Sumatera. Aku sendiri adalah salah seorang dari panitia yang menyelenggarakan acara itu. Meski dia tidak berhasil membawa kampusnya menjadi juara tapi aku telah melihat jiwa idealis yang kental dalam diri seorang Ahmad Fadhillah. Pada saat makan malam menjelang acara penutupan, semua peserta dan panitia yang terdiri dari mahasiswa dari ujung timur hingga ujung barat pulau sumatera berbaur tanpa ada melihat perbedaan, tanpa sengaja aku duduk satu meja dengan dia hingga punya kesempatan lebih untuk ngobrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari situ aku mengetahui kalau dia adalah seorang mahasiswa semester dua fakultas teknik informatika. Namun dia tidak gagap politik dan buktinya dia mampu berdebat dengan mahasiswa-mahasiswa yang lebih senior dari kampus lain. Sikap dan bicaranya membuat aku merasa ada sesuatu yang menarik untuk diketahui. Apalagi sesekali dia berbicara dengan aroma sastra seperti seorang penyair yang sedang jatuh cinta dan aku sangat menyukai hal itu. Pertama kusimpulkan lelaki bernama Ahmad Fadhillah itu orangnya romantis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap kali kontak atau smsan dia selalu saja berbicara pada hal-hal yang berorientasi pada anak kecil, meskipun aku seorang mahasiswi pendidikan anak usia dini, aku merasa pemahamannya tentang anak kecil jauh lebih baik dibanding aku. Tidak dipungkiri aku banyak belajar dari dia, aku tidak mengira kalau seorang engenering beraroma sastrawan itu juga menyukai anak kecil. Kesimpulan kedua, dia itu orangnya penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah itu komunikasi berlanjut lewat telepon dan sms atau sesekali chatting di internet. Suatu pagi aku mendapat sms darinya yang meminta do’a dan dukungan karena dia sebentar lagi dia akan bertanding. Aku tidak mengerti karena smsnya tidak lengkap, sebagiannya pesannya gagal terkirim. Karena merasa penasaran aku langsung menelpon balik, ternyata dia sedang berjuang untuk membawa nama baik daerahnya dalam dalam sebuah event olahraga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa bulan setelah itu aku mendengar kalau Fadhil meninggalkan kampus dengan alasan ketiadaan biaya, sungguh alasan yang tidak bisa kuterima. Mustahil orang seperti dia tidak bisa mencari tambahan penghasilan untuk membayar biaya kuliahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kami mulai jarang kontak, smsanpun jarang. Katanya diperkebunan tempatnya kerja sekarang tidak ada jaringan internet bahkan signal handphone saja susah. Beberapa bulan jarang kontak, dia berkabar bahwa dirinya sekarang berada di kota Pekanbaru, bekerja pada sebuah perusahaan advertising. Tidak lama setelah itu dia kembali menghilang, tidak ada kabar darinya dan aku sendiri merasa malu untuk bertanya dimana dia berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku sendiri sekarang diterima mengajar disebuah taman kanak-kanak untuk mengaplikasikan apa yang selama ini kupelajari dikampus dan mulai vakum dari kegiatan kemahasiswaan. Sore hari dalam perjalanan pulang dari taman kanak-kanak tempatku mengajar, handphoneku bergetar ternyata Fadhil menelpon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“assalamualaikum, apa kabar Dil?” sapaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“waalaikum salam, baik.” Terdengar suara bising kendaraan didekatnya. “cantik banget kamu Van pakai jilbab warna biru.” Cerocosnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“apa kamu bilang…” tanyaku sambil memastikan warna jilbab yang kupakai sambil memandang sekelilingku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kamu cantik banget pakai jilbab warna biru.” Ulangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“jangan menggoda dech, kamu dimana sekarang?” aku terus mengamati sekitarku tapi tidak terlihat seseorang sedang menelpon yang layak untuk dicurigai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiba-tiba mataku menangkap sesosok yang duduk diatas sepeda motor memakai jacket warna hitam dan helm berkaca gelap. Sambil menelpon dan terus berhati-hati menyebarang jalan menghampiri orang itu, sambil mendekat aku terus mengamatinya, sepertinya orang itu tidak sedang menelpon tapi mungkin saja handphonenya dia selipkan dicelah helm. kututup telepon dan kucoba menelpon balik namun tidak diangkat, orang itu tidak bergerak sama sekali tapi aku mendengar suara dering ringtone dari dalam helmnya. Aku yakin orang ini adalah Fadhil, aku mendekat tapi dia masih berpura-pura tidak&amp;nbsp; menyadari keberadaanku. Sekali lagi aku matikan dan lalu kutelepon balik. Akhirnya sukses untuk membuatnya membuka helm dengan wajah memerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia tertawa sambil menyeka keringat yang bercucuran diwajahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“tumben, lama nggak ada kabar tiba-tiba muncul, kerja dimana sekarang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“aku sudah tiga bulan disini, tadi kebetulan aja lewat, eh liat kamu.” Jelasnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam perjalanan dia bercerita banyak hal kenapa dia memilih berhenti kuliah. Perseteruan antara nurani dan harga diri yang berdampak pada hilangnya rezeki. Diakhir penjelasannya kusimpulkan bahwa itu egois dan dia hanya tertawa. Karena hari sudah sore dia langsung pulang setelah mengantarkanku sampai kerumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semenjak itu dia sering menjemputku pulang dari mengajar untuk sekedar jalan-jalan dan mengantarku pulang. Meski perwira dirumah ini telah gugur dalam menjalankan tugas tapi rumah ini masih mempunyai seorang pengawal yang akan mengintrogasi setiap orang asing yang datang. Dialah Vriska, adik perempuan tomboiku, tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda tetap akan diintrogasinya saat berada didepan pintu. Sekalipun dia tidak pernah menampilkan wajah bersahabat pada setiap teman cowok yang datang kerumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbeda dengan Fadhil, hanya sekali bertemu dia langsung jinak bahkan terkesan manja. Tidak jarang dia merebut handphone saat Fadhil menelponku dan berteriak mengatakan kalau aku mencemburuinya. Begitu juga dengan Vino adik laki-lakiku, biasanya dia tidak terlalu ambil peduli dengan teman-teman cowok yang berkunjung kerumah. Dengan Fadhil dia tampak sangat akrab seperti orang yang sudah lama kenal, tidak jarang dia setiap kedatangan Fadhil kerumah lebih banyak bergurau dengan Vriska, main catur dengan Vino atau ngobrol dengan mama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seperti saat Fadhil datang kemarin sore, baru beberapa detik ngobrol dia langsung menghampiri mama yang berada di greenhouse mininya, merasa gengsi mengikutinya, kubiarkan saja dia asyik dengan mama entah apa yang mereka obrolkan. Bahkan dia hanya tersenyum dan melambaikan tanganya untuk berpamitan pulang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku mulai bingung dan tidak mengerti pada diriku, apakah aku jatuh cinta pada Fadhil, sementara sekalipun Fadhil tidak pernah bilang cinta atau sayang atau memintaku menjadi pacarnya. Aku juga tidak menemukan sesuatu yang sempurna dalam dirinya yang bisa membuat aku nekat untuk mengatakan cinta padanya. Tapi tidak tahu kenapa ada perasaan rindu dengan suaranya bila dia tidak menelpon, ada perasaan gelisah bila dia tidak membalas smsku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semalam mama memintaku untuk menemaninya kepasar, tidak seperti biasa hari ini mama berbelanja sangat banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kok belanjanya banyak banget ma?” tanyaku, sebenarnya protes karena udah lumayan pegal mengikutinya sambil menjinjing kantong-kantong belanjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“oya mama gak ada bilang ya, mama kangen sama suami mama jadi besok mama mau ngadain selamatan sekaligus buka puasa dirumah kita.” Jelas nya singkat sambil terus mencari barang-barang lainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sepulang dari pasar sudah ada beberapa keluarga tetangga yang datang, aku merasa aneh dengan cara memandangku, bila aku dekat mereka langsung diam dan tersenyum padaku. Rasa penasaranku terjawab saat Om Ali adik almarhum ayah datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“yang mau dilamar kok masih kucel gini! Jangan bikin malu Om donk.” Ucapnya yang membuatku terbangong dan semua yang ada dirumah langsung memandang kearahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rupanya Fadhil, mama dan semua yang ada dirumah sengaja merahasiakan kalau sore ini Fadhil akan datang bersama keluarganya untuk melamarku, kecuali Om Ali yang telah membocorkan surprise itu. Aku bahagia sore tadi Fadhil melamarku. Aku tidak ingat lagi sudah berapa kesimpulan yang kubuat tentang sosok seorang Ahmad Fadhillah dan malam ini aku menyimpulkan lagi bahwa Asvanny Ghaisyah anak sulung dari pasangan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: small;"&gt;Letkol Inf&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Ahmad Asril Ghani (Alm.) dan Rianti Aisyah telah jatuh cinta dan sayang kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;end.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pekanbaru, 05 September 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;“untuk diri yang perlahan mulai gelisah.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8683602162405756095?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8683602162405756095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/kesimpulan-aku-telah-jatuh-cinta-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8683602162405756095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8683602162405756095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/kesimpulan-aku-telah-jatuh-cinta-dan.html' title='Aku telah jatuh cinta kepadanya'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TIO9MAquAaI/AAAAAAAAAeA/TORwJWCDmWc/s72-c/ring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-283009126568592613</id><published>2010-09-03T05:11:00.011+07:00</published><updated>2010-10-10T01:02:53.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Lamunan Menjelang Fajar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TKLRCtv6qsI/AAAAAAAAAfU/0fpfuape-X4/s1600/47863_157981827545500_100000010510736_569075_4775475_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TKLRCtv6qsI/AAAAAAAAAfU/0fpfuape-X4/s1600/47863_157981827545500_100000010510736_569075_4775475_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGOL6%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGOL6%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGOL6%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:IN;	mso-fareast-language:IN;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alhamdulillah, pagi ini aku masih sempat merasakan nikmatnya makan sahur walau tidak seindah makan sahur dengan berkumpul bersama keluarga. Setelah mengeringkan tangan dan menenggak segelas air kuhampiri laptop yang masih menyala, aku berlari keluar melalui pintu situs jejaring social facebook untuk menjelajahi dunia maya. Tidak tahu kenapa langkahku terhenti dan langsung diarahkan pada profil seorang gadis dengan senyum manis yang baru beberapa hari kukenal. Kubuka jendela baru untuk mengamati lebih dalam sosok yang sedang tersenyum dalam foto profil itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alis mata yang halus, bulu mata yang lentik, bola mata yang jernih namun ada keteduhan didalamnya. Tatapanku bergeser pada hidung mancung diantara dua pipi tembem dengan hiasan lesung pipit nan indah yang menimbulkan kesan gemas dan ingin mencubitnya. Dibawahnya tersimpul senyum manis dari bibir yang mungil hingga orang yang memandang akan mengatakan dia cantik. Dibalut jilbab warna marun yang membuatnya terlihat lebih anggun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam diamku, terdengar bisikan-bisikan dari dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“dia itu cantik, seperti itulah gadis yang cocok untuk menjadi pendamping hidupmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ya, lihat saja dia tidak mengobral kecantikan zahirnya pada semua orang. Artinya dia selalu menjaga kehormatan dirinya sebagai seorang wanita.” Bisik hati yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“dia itu gadis yang sempurna, hanya lelaki sempurna yang pantas mendapatkannya, dirimu tidak berhak. Karena kamu bukan lelaki sempurna.” Bagian hati yang lain menyanggah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“dirimu memang bukan lelaki sempurna tapi gadis itu akan menjadi bagian dari kesempurnaan dirimu, maka cepatlah lamar dia untuk menjadi pendamping hidupmu, niscaya kamu akan bahagia kelak.” Kalimat ini menggetarkan jiwaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“benar sih, tapi sebelum melamarnya kamu mesti lihat dulu siapa dirimu. Jangan sampai kamu membuatnya menjadi kaum dhuapa.” Bisikan hati yang tak kalah menggetarkanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diusiaku yang ke 20 tahun ini. Selalu terbesit dalam benak, mungkin beberapa tahun lagi aku telah menjadi seorang kepala keluarga, menjadi imam dari seorang istri yang sholehah dan menjadi ayah dari anak-anak yang berbakti. Mungkinkah itu tercapai dalam waktu 3 tahun, 4 tahun atau 5 tahun. Sementara sekarang aku hanya seorang karyawan perusahaan kecil dengan gaji pas-pasan dengan pendidikan yang terhenti sebelum mencapai gelar serjana. Cinta dan harapan untuk lebih baik seperti ini berhasil memukul telak rasa egois yang menguasai diriku beberapa tahun lalu dan memberiku kesempatan untuk lebih banyak merenung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dibalik kegagalan dari rencana yang telah kubuat, aku yakin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik untukku. Semua keyakinanku itu terbukti benar. Aku mengetahui lebih banyak tentang sebuah provinsi bernama Riau yang mempunyai beraneka ragam tradisi dan suku bangsa, wisata alam dan budaya yang indah dengan berbagai macam kesenian, kerajinan serta kelezatan kuliner yang tiada tara. Aku dipercaya untuk menjaga stand pameran dalam sebuah event berskala nasional yang juga banyak dikunjungi&amp;nbsp; turis mancanegara. Dari situ aku berkenalan yang dengan seorang bapak yang akhirnya bersedia meminjamiku modal untuk memulai usaha pernak-pernik accesoris berciri khas provinsi dengan ikon burung serindit dan pohon nibung itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam waktu yang terbilang singkat, usahaku berkembang dari accesoris yang berupa gantungan kunci, mug, stiker, baju kaos, dan topi kini mulai merambah pada makanan khas dan kerajinan yang berbahan pandan dan rotan. Alhamdulillah, awalnya aku memasarkan produk hanya melalui online dan dari teman ke teman kini telah mempunyai outlet meskipun kecil tapi telah mencukupi segala kebutuhan dan aku bisa kuliah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gadis manis berlesung pipit yang tidak bersedia disebutkan namanya, sekarang tidak lagi sekedar menjadi teman chatting. Kedua keluarga telah bertemu dan sepakat untuk menjalin hubungan keluarga. Cincin yang mama sematkan kini menghiasi jari manisnya setiap hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sore ini, sepulang kuliah aku berjanji menjemput dia dikampusnya. Aku tidak merasa gengsi untuk menjemput gadis yang jauh lebih muda namun sebentar lagi akan menyelesaikan S2-nya, dia sendiri tidak pernah mempermasalahkan hal itu dan bisa menerimaku apa adanya. Ngobrol santai sambil menikmati juice segar. Kukeluarkan laptop dari dalam tas untuk browsing memanfaatkan fasilitas Wifi gratis dicafe ini sambil ngobrol diantara merdunya lentingan dawai biola yang dimainkan anak kecil dan seorang lelaki tua. Gadis manis berlesung pipit yang tidak bersedia disebutkan namanya ini langsung memberikan selembar dua ribuan saat anak kecil itu menadahkan mangkok dari tempurung kelapa sambil melepas senyum ramahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“saat kita menikah nanti kanda akan memberi dinda mas kawin apa” tanyanya sambil menatapku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia memanggilku kakanda berawal dari kebiasaanku memanggil adinda pada orang-orang yang yang usianya lebih muda dariku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“adinda maunya apa?” aku balik bertanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kalo boleh meminta, dinda ingin kanda memberikan gelar serjana kanda sebagai mas kawin pernikahan kita.” Dia menatap jauh ke ujung jalan diseberang café yang tidak pernah sepi dari orang-orang yang berlalu lalang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“apa tidak malu seorang calon master mendapatkan gelar serjana sebagai mas kawin pernikahannya, atau adinda hanya meledek?” sanggahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“nggak kok siapa yang meledek, lagipula kenapa mesti malu. Semua orangkan punya hak untuk menentukan yang berbaik bagi dirinya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“kamu tau lekaki yang ingin diminta gelar serjananya ini pernah berhenti kuliah, bahkan dia berpendapat buat apa kuliah jika hanya untuk mengumpulkan nilai dan gelar serjana, tanpa gelar serjanapun dia bisa, sesungguhnya hidup ini tidak dinilai dari angka-angka atau huruf-huruf melainkan dinilai dari hati.” Ucapku mengingat prinsip hidupku beberapa tahun lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“lantas kenapa kanda kuliah?” Tanya nya polos sambil menatapku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“merasa khawatir aja!” kataku gantung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“maksudnya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada suatu hari ada sekelompok anak-anak yang saling membanggakan orang tua mereka. Ada yang mengatakan orang tuanya pintar, ada yang mengatakan orang tuanya kaya dan sebagainya. Tiba-tiba salah seorang diantara anak itu menangis dan berlari pulang, sesampainya dirumah dia langsung mencari orang tuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ayah, kenapa ayah tidak serjana?” Tanya anak itu polos diantara isak tangisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gadis manis berlesung pipit yang tidak bersedia disebutkan namanya yang duduk didepanku ini hanya tersenyum menanggapi penjelasanku. Dia meraih tanganku lalu menarikku kesebuah taman yang indah, kami berlari diantara pohon-pohon rindang dan hembusan angin sore, beraneka warna kupu-kupu beterbangan mengunjungi kuntum bunga yang sedang mekar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah lelah kurebahkan tubuhku dihamparan rumput hijau nan subur berpayung awan biru diantara kepak sayap burung-burung putih dan gemercik air dicelah bebatuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku menoleh kesamping, kutemukan sosok paras indah itu sedang menatap jauh gumpalan-gumpalan awan dikaki langit. Terasa sejuk saatnya tangannya yang halus membelai wajahku lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“aku rindu cinta yang halal darimu.” Bisiknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan seulas senyum manis dan lambaian lembut tangannya dia melangkah meninggalkanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Aku tersentak, terbangun dari lena yang menerbangkanku. Kutatap dalam paras indah dalam foto profil itu. Ada rasa enggan meninggalkannya tapi azan subuh telah memanggilku untuk sujud kepada-Nya. Itukah rencana terbaik yang diberikan Tuhan padaku. Kuyakin sebentar lagi semua itu akan segera terwujud.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;end&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: right; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pekanbaru, 03 September 2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; text-align: right; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;o:p&gt;"untuk paras indah dalam foto profil yang sengaja tidak disebutkan namanya"&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-283009126568592613?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/283009126568592613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/lamunan-menjelang-fajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/283009126568592613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/283009126568592613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/lamunan-menjelang-fajar.html' title='Lamunan Menjelang Fajar'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TKLRCtv6qsI/AAAAAAAAAfU/0fpfuape-X4/s72-c/47863_157981827545500_100000010510736_569075_4775475_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-7741658707087181927</id><published>2010-09-02T15:07:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T15:17:43.950+07:00</updated><title type='text'>Enam Alasan Mengapa Mereka Resign</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Mendapatkan pekerjaan tak semudah seperti membalikkan telap tangan. Namun ketika pekerjaan telah didapatkan, ada saja keluhan yang terucap dari mulut. Kerja pun tanpa hati dan semangat. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Memutuskan berhenti kerja dari sebuah perusahaan memang tidak boleh emosional. Seperti dikutip dari allwomenstalk.com, ada sejumlah alasan yang biasa melatari mereka yang bersemangat untuk berhenti atau resign.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Ingin upah lebih tinggi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ini adalah alasan paling menonjol dalam sejumlah kasus pindah kerja. Jika Anda yakin bisa menghasilkan lebih banyak uang dan tunjangan asuransi di tempat lain, lebih baik keluar dari pekerjaan itu. Pastikan Anda memiliki prioritas tempat kerja lainnya, sebelum benar-benar memutuskan untuk resign.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Tidak menikmati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kadang, orang tidak menikmati pekerjaan mereka. Jika rasa tak nyaman semakin kuat, berpikir pindah kerja tampaknya lebih baik daripada performa memburuk gara-gara memaksakan diri. Kondisi terpaksa itu juga berpotensi membuat stres dan membahayakan kesehatan. Lebih baik, putuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih cocok.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Pantas mendapat jabatan lebih baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tentu saja, alasan untuk berhenti mungkin karena Anda berpikir layak mendapat posisi atau jabatan lebih baik. Jika ini alasannya, Anda harus memastikan Anda memiliki pekerjaan pengganti yang lebih baik sebelum Anda berhenti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;4. Ada tawaran kerja lebih baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jika Anda memiliki tawaran pekerjaan yang lebih baik, maka itu pasti akan menjadi langkah besar. Penawaran pekerjaan harus memiliki efek jangka panjang. Jika harapan jangka panjang tak akan terjamin, lebih baik pertimbangkan untuk bertahan di kantor lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;5. Jam kerja tak sesuai&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Karyawan selalu dituntut untuk menaati aturan perusahaan dan bos. Termasuk tuntutan lembur dan menyelesaikan beban pekerjaan di luar jam kerja. Banyak orang merasa tak tahan dengan jam kerja yang berlebih, karena menyita waktu berkumpul dengan keluarga dan istirahat. Maka tak jarang, kebanyakan orang memilih berhenti kerja karena alasan jam kerja tak sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;6. Butuh waktu merawat anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Banyak wanita lebih suka memilih pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, karena sekaligus bisa mengawasi anak. Tak jarang wanita karier memutuskan berhenti bekerja di kantor usai menikah dan memiliki anak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-7741658707087181927?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/7741658707087181927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/enam-alasan-mengapa-mereka-resign.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7741658707087181927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7741658707087181927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/09/enam-alasan-mengapa-mereka-resign.html' title='Enam Alasan Mengapa Mereka Resign'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-422028051687381489</id><published>2010-08-29T17:38:00.001+07:00</published><updated>2010-10-10T01:04:47.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Dian</title><content type='html'>&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Rabu siang, disebuah perpustakaan alias rumah baca yang terletak dijalan percobaan no. 13 tampak sepi. Karena pada liburan semester ini para penghuni dan pengunjung setianya banyak yang pulkam alias pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara. Rumah baca ini bernama ROESTAW singkatan dari rumah sarang tawon, rada-rada aneh ya… ide ini diambil karena menurut yang empunya cerita, sejak pertama kali rumah ini dibangun, tawon alias lebah saudara sepupunya serangga dari phylum arthophoda ikut membangun sarang, tak terhitung lagi sudah beberapa kali keluarga tawon ini digusur bin diusir, tapi paling lama berselang seminggu, kakek dan nenek tawon beserta anak cucunya kembali lagi ke rumah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Baiknya, tawon-tawon itu tidak pernah melakukan tindak kriminal terhadap orang-orang yang dating. Kecuali mereka yang datang dengan niat jahat. Seperti: maling dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“ngapain juga diusir, mereka juga makhluk ciptaan tuhan yang punya hak azasi untuk hidup. Jangan-jangan nanti kita dilaporkan ke KOMNAS HAM perlindungan hewan, yang jelas kita tak perlu lagi menyewa security buat jagain ni rumah.” Annas tersenyum mendengar penjelasan Koko saat mereka merenovasi rumah itu untuk dijadikan rumah baca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Noreen si bungsu alias penghuni termuda Roestaw yang masih duduk dibangku kelas X SMA, mengusulkan supaya tembok rumah ini dicat dengan motif tawon beserta sarangnya. Ternyata ide ini disambut meriah oleh semua penghuni Roestaw, mulai dari abang tampan, cowok cakep, mas gagah, akhwat gaul, cewek cantik, kakak bungas, sampai semut, cecak yang ikutan secara diam-diam, laba-laba yang mendiami sudut dapur Roestaw dan keluarga besar tawon, tak ketinggalan seekor kucing berbulu putih yang sebulan lalu singgah di rumah ini, kucing ini diduga adalah korban penganiyayaan majikan. Beruntung sekali dia bertemu orang yang baik hari, sekarang dia menjadi hewan kesayangan Rifa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Di rumah inilah tempat berkumpulnya penulis-penulis muda yang mulai menunjukan karya-karya mereka didunia jurnalistik, tak jarang penulis-penulis kenamaan seperti Asma Nadia, Fahri Aziza, Boim Lebom, Denny Prabowo, Biru Laut, Gola Gong dan banyak lagi yang sering ikutan mengkal disini. Roestaw yang penuh buku-buku diatas karpet warna-warni tanda sedang atau sudah selesai dibaca tapi belum dikembalikan ketempatnya. Sedang dilanda issue serius. Seorang penghuni, penulis pemula berambut cepak. Annas, gossipnya sedang jatuh cinta…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Kisahnya berawal ketika seorang cerpenis muda yang cerpennya udah dimuat diberbagai majalah dan tabloid remaja, dan Noreen Saffa akhwat yang cuma numpang lahir di selanggor Malaysia  dan berkewarganegaraan Indonesia  ini mengajak Annas makan siang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“kak Annas udah makan belom, kalo belom barengan yuk?” ajak Noreen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“makasih, aku lagi nggak nafsu makan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“apaaa!!! Nggak nafsu makan!” Noreen terbengong-bengong, Rifa, Dellia, Hendra Veejay penulis asal bandung yang sedang liburan di negeri seribu parit Tembilahan. Sedang asyik membaca novel karyanya sendiri langsung meletakan novelnya dan ikutan bengong. Koko mengalami kekalahan dalam game relly mobil WRC di komputer karena terinfeksi virus bengong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Sebenarnya tidak nafsu makan bukanlah hal aneh. Bias aja orang itu sedang tidak enak badan, sedang ada masalah atau sedang mengalami hal-hal yang tidak mengenakan lainnya. Tapi jadi aneh kalau yang tidak nafsu makan adalah Annas. Bukannya&amp;nbsp; bermaksud berlebihan, selama ini Annas tidak pernah tidak nafsu makan dalam keadaan apapun, dimanapun dan kapanpun. Meskipun dia sedang tidak enak badan, bukan alasan untuk mengurangi nafsu makannya, apalagi jika ada masalah justru porsi makannya bertambah, katanya banyak makan bisa menghilangkan stress. Memang, makan sepiring berdua bahkan berlima tidak lagi menjadi hal yang unik di Roestaw ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Pernah suatu hari, Rifa sang kepala staf Roestaw selama berpuluh-puluh tahun (maaf terlalu berambisi, baru setahun tiga bulan duabelas hari empat jam duapuluhtiga menit. Detiknya lupa, terhitung sejak Rifa dilantik secara resti setelah memenangkan 72% suara dalam poling sms yang dikirimkan para member Roestaw.) yang sudah sangat hapal ukuran sudut-sudut Roesrtaw dan sudah sangat akrab bahkan memahami keluhan-keluhan yang dihadapi binatang-binatang kecil yang numpang hidup di rumah baca yang selalu ceria, (rencananya akan diresmikan oleh Bapak Gubernur tahun 2012 mendatang). Ngembek seharian gara-gara nasi plus ayam bakan yang menjadi menu makan siangnya lenyap dilahap oleh empat penghuni Roestaw lainnya saat dia sedang ke kamar mandi. Padahal cuma ditinggal lima  menit, tapi ketika dia keluar makanannya telah lenyap tak berbekas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Tanpa perasaan bersalah dan mimik yang dibuat sepolos-polosnya Koko mengatakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“digondol kucing kali Fa!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“mana, mana kucingnya?” Dellia berlari mengambil sapu ijuk disamping pintu untuk memburu kucing yang telah mencuri makan siang Rifa. Rifa sewot, tanpa sepatah katapun dia pergi meninggalkan Ruman Sarang Tawon. Kejadian yang serupa sudah dialami oleh hampir semua penghuni Roestaw dan hal ini membuat hubungan mereka menjadi semakin erat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Balik lagi soal Annas, sudah empat hari ini penghuni Roestaw lainnya merasa aneh, Annas yang humoris tiap kali dating tak pernah lagi menyunggingkan senyum TPTA alias tebar pesona tiada akhir, yang hanyalah lelah, letih, lesu dan tidak hanya mogok makan tapi juga mogok bicara. Bawaannya diem, melamun kayak narapidana yang menyesali perbuataanya karena sebentar lagi akan menjalani eksekusi mati ditiang gantungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Sekarang, setiap kali Annas datang ke Roestaw kerjanya cuma duduk didepan komputer sambil menekan tuts-tuts keyboard tak tau nulis apa. Rifa jadi sering bersungut-sungut karena tidak punya kesempatan main game dikomputer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Kalau Annas sudah berada didepan komputer, tak seorangpun berani mendekat, apalagi ngajak bicara. Bukan karena apa, Koko bersabda “barang siapa yang coba ngajak Annas bicara niscaya dia akan dicuekin.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; penghuni Roestaw berlomba membuat agar Annas mau berbicara. Dengan berbagai cara, Noreen meniru gaya Sasya dalam komedi office boy yang ditayangkan RCTI, Koko bernyanyi dengan vocal “R”nya yang berserakan dilantai, memenuhi kamar mandi, menyebar kejalan raya sehingga beberapa ruas tol dikota ini jadi macet total. Rifa dan Dellia berbaik hati membelikan Annas macaroni panggang yang cuma ada dijual dipersimpangan jalan M. Boya, Hendra Veejay penulis kenamaan yang sudah beberapa kali lunching novel yang laris dipasaran membuat karikatur bebek sakit gigi yang jelas-jelas menghina Annas, dia sengaja memajang karikaturnya ditembok dekat meja computer supaya Annas cepat melihatnya. Tapi, Annas tak bergeming saat melihat karikatur itu, cuek tak perduli…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Semua finalis gagal, tak ada yang berhasil membuat Annas bicara. Bersumber dari sebuah buku kumpulan kata mutiara, semuanya sepakat pada satu kesimpulan “Annas sedang jatuh cinta.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #00b0f0;"&gt;“cinta tak dapat disembunyikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #00b0f0;"&gt;dari mata seseorang yang sedang jatuh cinta.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #00b0f0;"&gt;_Jhon Crowne_&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Langit Roestaw dan sekitarnya diselimuti awan tebal. Siang ini, seperti biasanya Annas sedang menekuni monitor LCd komputer, sudah beberapa kali dia mengosok-gosok matanya yang mulai letih, penulis berambut cepak ini metanya sudah minus 0,5 dan belum berniat memakai kacamata meskipun dia merasa kesulitan untuk membaca tulisan diwithboard bila mendapat giliran duduk dikursi paling belakang saat belajar dikelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Tampa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; disadari sesosol makhluk cantik bernama Dellia telah berdiri dibelakangnya yang menatap lurus pada monitor komputer lalu membaca dengan suara lantang: “PUISI CINTA UNTUK DIAN…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Serentak semua yang ada disitu langsung menghentikan aktivitasnya sambil berucap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Ooo jadi namanya Dian…!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Akhirnya sepersekian teka-teki terjawab sudah. Pelajar kelas XI SMA yang sekaligus sebagai penjaga sekolah ini sedang jatuh cinta dengan seseorang yang bernama Dian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“kok nggak mau cerita sama kita-kita sih, kalo kamu lagi jatuh cinta.” Ujar Rifa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“iya nih, kitakan udah kenal lama masa nggak percaya sama kita-kita.” Tambah Noreen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“cerita donk, ntar kita bantuin dech.” Dellia ikut nyumbang bicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Namun yang ditanya bukannya menjawab. Tapi malah&amp;nbsp; pergi ngeloyor pergi berjalan keluar pintu pagar, berdiri sebentar, nyetop taksi lalu lenyap. Semuanya bengong…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“mungkin dia butuh orang atau waktu yang tepat. Tapi,&amp;nbsp; kalian sih langsung main introgasi kayak tersangka pemerkosaan gadis dibawah umur aja.” Koko berpendapat. Sedangkan Rifa, Noreen dan Dellia hanya mengangguk-angguk gak tau setuju atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Pagi ini, Rumah Sarang Tawon heboh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“sebagai teman kita harus bantuin Annas.” Koko berbicara dengan semangat berapi-api layaknya orator aksi mahasiswa yang biasa mangkal didepan Gedung DPR/MPR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“setuju…!!!” jawab yang lain tak kalah semangat, riuh bagai suasana demo AMPEL atau Aliansi Masyarakat Peduli Listrik atas pemadaman listrik bergilir yang menghambat aktivitas para pengguna jasa PLN. Namun, pemadaman listrik masih saja sering terjadi dikota ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“tapi kita nggak tau siapa Dian sebenarnya. Nggak mungkinkan kita nanya sama Annas, terus gimana donk?” Tanya Rifa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“itu dia masalahnya! Kita harus mulai melakukan penyelidikan siapa Dian yang telah membuat Annas jadi aneh kayak sekarang ini.” Ujar Koko sok detectif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“ada yang puny aide?” semuanya diam, berpikir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“coba cari didatabase Forum Lingkar Pena Inhil, kali ada yang namanya Dian.” Usul Dellia. Kemudian Rifa langsung mengobrak-abrik database anggota Forum Lingkar Pena Inhil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“nggak ada yang namanya Dian.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“nama pena kali,” sahut Dellia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“yah gimana kita tau, tapikan didatabase nggak disuruh nulis nama pena” terang sang kepala staf Roestaw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“yah…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Ditengah kelesuan semua penghuni Roestaw, seorang penulis muda berbakat yang enerjik, Noreen yang dari tadi diam angkat bicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“memang susah sih mencari seorang Dian yang belum jelas identitasnya, Annas itu temannya banyak banget. Tapi kita jangan sampai melewatkan kesempatan ini buat ngebantuin kak Annas, itung-itung buat nambah pahala.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Jatuh cinta bukanlah hal yang mudah bagi seorang Annas, cowok berzodiak virgo ini sangat selektif dalam memilih cewek yang ideal baginya. Ini kata Noreen yang mengklaim banyak tau tentang Annas, dia pernah disuruh Annas mengambil inseklopedi dikamarnya, tanpa sengaja dia menemukan diary berisi tentang keseharian dan alfabetika Annas yang terbuka diatas tempat tidur, Noreen memasukan diary itu kedalam laci setelah meng-Save As semua file yang ada kedalam memorynya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“aku puny ide!!!” teriak Dellia bersemangat. “gimana kalo kita cari nomor telponnya di HP Annas, ntar tinggal atur strategi buat kenalan sama Dian via telpon.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“boleh… boleh, bagus banget tuh idenya.” Sambut Hendra Veejay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“kak Annas yang baek hati dan tidak sombong, boleh pinjam HPnya gak?” Noreen merayu dengan manis agar Annas mau meminjamkan HPnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Kemudian Annas yang dari tadi sibuk sendiri, langsung mengetik kalimat dalam program coreldraw: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mau ngapain?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Noreen yang tidak memperhatikan layar komputer masih terus meminta, “pinjam ya kak ya…” namun sejurus kemudian dia melihat jawaban yang tertera dikomputer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“mo sms sekaliii aja!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Huruf-huruf kembali bermunculan yang terangkai menjadi sebuah kalimat sebagai jawaban:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;nggak bisa, lagi nggak ada pulsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Mendapat jawaban yang tidak memuaskan, Noreen member isyarat kepada Dellia yang dari tadi memperharikan usaha Noreen untuk meminjam HP Anna agar segera beraksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Nas, pinjam HP bentar donk, buat nyatet nomor Wak Atan buat kompermasi bisa apa nggak Wak Atan menjadi pemateri dalam workshop sehari jurnalistik minggu depan. Sekaligus minta sumbangan buat acara bakti sosial dikampung jawa.” Dellia menunjukan daftar donatur untuk menutupi kegagalan Noreen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Sayang lagi-lagi dimonitor muncul jawaban:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;nggak ada nomor Wak Atan diHP aku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Detik berganti menjadi menit, setelah enampuluh menit yang kemudian menjadi jam dan menjadi hari yang terus berganti. Berbagai usaha telah dilakukan para penghuni Roestaw untuk mencari tahu siapa cewek bernama Dian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Dell, pokoknya kita harus bantuin Annas nggak peduli gimana caranya, kita cari tau siapa Dian lalu kita bilang sama dia tentang perasaan Annas.” Koko nyerocos tanpa scenario.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“emangnya dari kemarin kita ngapain? Tapi kalo gimana mau sukses kalo petunjuknya cuma nama, kemarin kita udah coba cari info di HPnya Annas tapi nggak berhasil.” Dellia memandang sekilas pada Noreen yang sedang mencoret-coretkan crayon pada selembar hvs seperti anak Tk yang baru belajar menggambar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“trus gimana donk?...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Tiba-tiba yang diomongin datang. Seperti biasa, tanpa salam atau basa basi dan langsung menghempaskan pantatnya kekursi didepan komputer.. Tak lama kemudian lagu pemuja rahasia miliknya Sheila On 7 mengalun dari ringtone handphone Annas. Dia mengeluarkan HP dari saku jeantnya, melihat layarnya sebentar lalu mereject dan meletakan HPnya dimeja dekat komputer. Dia berjalan keluar meninggalkan Roestaw tanpa membawa HPnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Pucuk dicinta ulam tiba. Begitu kata pepatah orang zaman dulu. Handphone yang dari kemarin diincar oleh lima pasang mata, kini ditinggal begitu saja oleh pemiliknya. Dellia, Noreen dan Rifa yang sudah sejak tadi mengintai HP itu dengan seksama (hari ini Hendra Veejay lagi menemani Koko pergi ke Pekan Arba buat ngurut kakinya yang keseleo saat main bola semalam sore), seperti kucing yang tidak makan lima hari dan kini didepan mata telah disuguhi ikan asin. Tanpa pikir panjang mereka langsung menyambar HP tak bertuan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“cepatan dong Dell!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“iya, iya ni juga lagi nyari.” Dellia mencari sebuah nama di HP itu. “gila! Banyak banget yang namanya Dian.” Dellia mendapati empat buah nomor telepon yang nama mengandung kata Dian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“cepatan sebutin biar aku yang nyatet!.” Noreen mengambil kertas dan pena.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“lambat! Kirim ke handphone aku aja!” seru Rifa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“gagal, ne HP nggak ada pulsanya.” Jelas Dellia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Mereka berhasil mendapatkan nomor handphone yang menjadi media bagi aksi mereka selanjutnya. Setelah selesai, HP itu diletakan pada posisi semula. Bahkan tepat hingga kemiringan sudut awalnya, seolah-olah tak pernah disentuh selama ditinggal pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;#&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Siang ini, Roestaw kembali heboh oleh para penghuni. Mereka akan melakukan sedret mission untuk mencari tahu siapa sebenarnya wanita bernama Dian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Ardianty, Dian Handayani, Dian Anggraini… Dianita… yang mana nih?” Noreen membaca sederet nama dan menatap nomor handphone dibelakangnya. Mereka berusaha membuka file dimemory masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“kalo nggak salah, Dian Handayani inikan guru bahasa inggrisnya kak Annas, tapi nggak mungkinkan dia jatuh cinta sama ibu gurunya sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“trus yang lainnya ini…” Koko memeriksa daftar nama dan nomor handphonenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“itu dia yang kita belum tau…” Dellia berusaha mengingat-ingat, “hm… gimana kalo kita telpin aja, pura-pura salah sambung trus kenalan atau kita bilang aja nyariin yang namanya Dian.” Usul Dellia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“boleh juga, kita jangan bilang kalo temannya Annas ntar dia nggak mau ngomong lagi.” Timpal Rifa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“yang mau ngomong siapa?” Tanya Hendra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Noreen aja!!!” kompak Delli, Koko dan Rifa memilih Noreen. “yang jelas kalo sesame cewek jadi lebih enak.” Tambah Koko.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Saat yang mereka tunggu tiba, mereka akan mengungkap kasus dan misteri siapa sebenarnya wanita bernama Dian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“yahhh… nomornya Dian Anggraini gak aktif.” Noreen memonyongkan mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Noreen coba menghubungi Dian yang lain, seseorang yang telah meluluhkan dinding hati Annas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“yaelah… nomornya Dianita nggak aktif juga.” Raut wajahnya melukiskan kekecewaan hatinya. Noreen coba menghubungi Ardianty.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“hallo, bias bicara dengan Dian?” sapa Noreen dengan suara tenor bersih layaknya seorang penyiar radio.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“ya, dengan Dian sendiri, ada apa ya kak?” terdengar jawaban dari seorang anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“lho! Inikan Yayan!” Noreen bingung, yang lain menunggu dengan sabar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“iya kak ini Yayan, Ardianty binti Mulyan Ibrahim, memangnya ada apa kak?” jelas dan Tanya Dian atau Yayan dengan sopan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Noreen baru sadar kalo lawan bicaranya ini adalah anak tetangga disebelah Roestaw. Anak kecil yang suka diajak Annas jalan-jalan tiap sabtu sore.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“enggak, enggak pa-palah dek cuma mau nanya mangga dibelakang udah masak belom?” jawan Noreen sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“oh… udah dari kemarin kak, kak Reen mau ya? Ntar Yayan anterin.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“makasih banget, udah dulu ya saying.” Noreen menutup pembicaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“gimana Reen?” Tanya Dellia nggak sabar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“ini nomornya Yayan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“kok Yayan, apa hubungannya?” Tanya Koko. Para penghuni Roestaw dibuat bingung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Yayan lengkapnya Adrianty binti Mulyan Ibrahim.” Penjelasan Noreen disambut tawa oleh rekan-rekannya. Apanya yang lucu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Sepertinya Annas sengaja menulis nama Yayan menjadi Dian untuk mengantisipasi atau mengalabui rekan-rekannya agar tidak bisa menemukan siapa wanita bernama Dian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“Dian Anggraini, rasanya aku pernah dengar tapi dimana ya?” Rifa coba mengingat-ingat, kemudian dia langsung mengambil fileboxnya Annas diiriingi tatapan heran rekan-rekannya. “yea… jumpa! Dian Anggraini itu instruturnya Annas kursus komputer di Inhil Teknologi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“jadi mahasiswi fakultas ekonomi itu yang bikin Annas jadi aneh kayak sekarang ini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“bisa jadi tapi bisa juga tidak.” Jawab Rifa tidak yakin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt; penghuni Roestaw masih dilanda kebingungan. Koko mengusulkan mencari Dian lewat internet tapi yang lain tidak setuju karena nanti mereka akan menemukan lebih banyak Dian yang tentunya akan membuat mereka lebih bingung lagi. Apakah perlu workshop jurnalistik minggu depan diganti dengan diklat detectif yang mungkin dapat mempermudah mereka dalam pencarian untuk menemukan siapa sebenarnya wanita bernama Dian yang dinyatakan telah merubah kebiasaan Annas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“apakah mungkin kalo Annas jatuh cinta sama ibu Dian guru bahasa inggrisnya…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“oya kemarin disekolah aku ada dengar seorang cewek bilang kalo ibu Dian itu udah bertunangan.” Terang Noreen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“hm, rasanya nggak mungkin dia suka sama ibu gurunya sendiri.” Kata Dellia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“tapi bisa aja Dell, karena cinta tak mengenal perbedaan, kamu sendiri kemarin bilang bahwa ada dosen UI yang masih muda dan cantik menikah dengan lelaki suku Anak Dalam saat dia melakukan penelitian dipedalaman propinsi Jambi itu.” Rifa mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“menurutku Rifa benar, karena ibu Dian sudah bertunangan hingga Annas jadi patah hati, mungkin selama ini dia cuma menjadi pemuja rahasia karena belum siap mengungkapkan perasaannya kepada ibu Dian.” Hendra mendukung pendapat Rifa dengan alasan yang cukup rasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“iya juga sih, tapi kalian ingatkan sama cewek yang pake jilbab panjang yang ngantar Annas pulang dari Pekanbaru waktu dia cedera kemarin.” Dellia coba mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“iya aku ingat, dia kan yang namanya Dianita.” Noreen langsung teringat pada siswi SMK PGRI Bangkinang itu. “dia bilang ngantarin Kak Annas sekaligus liburan tapi cuma sehari disini dan dia itu perhatian banget sama Kak Annas.” Noreen banyak tau tentang cewek itu karena kemarin dia bersama-sama Annas ke Pekanbaru, cuma Annas berlaga di atletik sedangkan Noreen turun dilomba nasyid bersama groupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“aku juga ingat waktu dia mau pulang sepertinya dia khawatir dengan kesembuhan cedera kaki Annas. Tapi, apa yang menyebabkan Annas jadi aneh kayak sekarang?” Rifa mengembalikan pada permasalahan sebenarnya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Tiba-tiba dari balik pintu yang selalu terbuka muncul sesosok wajah dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, siapa lagi kalau bukan Annas. Ini pertama kalinya dia datang dengan senyum TPTAnya setelah seminggu lalu menyatakan tidak nafsu makan hingga mogok bicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“hallo semuanya, ada yang laper? Aku bawa banyak makanan ne.” sapanya sambil menjinjing kantong plastik berisi penuh makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“lho! Tumben ceria banget?” Tanya Hendra diikuti tatapan aneh dari penghuni Roestaw lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“ya iyalah, soalnya puisi cinta aku udah diterima.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“sama Dianita?” Tanya Rifa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“nggak kok,”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“sama ibu Dian Handayani?” Tanya Koko.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“nggak juga,” jawabnya sambil meletakan kantong plastik dan majalah yang dibawanya keatas meja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“terus sama siapa?... Dian Anggraini! atau Ardianty?” Tanya Noreen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“salah juga, kemarin aku nulis cerpen special dihari ulang tahunnya ibu Dian Handayani memperbaiki hubungan aku sama dia…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“jadi kalian udah lama pacaran!!!” Dellia nyerocos memotong penjelasan Annas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“tenang dulu, aku belum selesai. Maksud aku kemarin ibu Dian pernah marah sama aku karena aku nggak ngerjakan tugas bahasa inggris dari dia. Sebenarnya bukannya aku nggak mau ngerjakan tapi aku benar-benar nggak ngerti sama sekali. Seletah selesai aku tulis cerpennya aku kirim ke ibu Dian dan juga aku kirim keredaksi majalah remaja langganan kita, ternyata dimuat dan dapat honor buat beli makanan kita sekarang.” Jelasnya lalu memasukan tahu isi kedalam mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Semuanya terdiam, disibukan mengunyah makanan yang Annas bawa, tahu isi, bakwan, tempe  goreng, ketela, pisang bakar, roti bakar dan banyak lagi serta the botol yang kemasannya telah diganti dengan bungkusan plastik. Annas yang dulu datang kembali seteleh seminggu menghilang dari orbitnya sekarang tidak ada lagi Annas yang tidak nafsu makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“cerpen kamu kali ini memang luar biasa Nas!”puji Dellia sambil melemparkan majalah yang memuat cerpen Annas kepangkuan Rifa, lalu memcomot sepotong roti bakar. “yang paling hebat itu cara kamu nulisnya, menimbulkan kekuatan supranatural yang membuat bumi seakan terpantal dari porosnya dan memdebarkan semua orang.” Lalu menyedot teh miliknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“oya Nas kalo seandainya ibu Dian nggak suka dengan cara kamu ini gimana?” Tanya Rifa yang sudah menghabiskan dua porsi pisang bakar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“tau dech! Kemarin aku juga bingung harus gimana, mau tetap diem-dieman rasanya nggak enak juga ntar aku kualat lagi. Mau negur duluan rasanya gengsi juga karena aku masih tetap nggak ngerti. Apapun resikonya harus aku terima.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“maksud kamu nilai kamu bakal dikurangi kayak honor atletik kamu yang kena pangkas jadi tinggal limabelas ribu.” Koko coba menebak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="yiv1768327047MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“rasanya nggak mungkinlah ibu Dian ngurangin nilai aku. Dia itukan guru yang baik dan bijaksana, pastilah dia akan ngasih nilai sesuai kemampuan anak didiknya.” Jelas Annas yang sampai sekarang sulit mengerti bahasa inggris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;“betul itu! Nggak mungkin dikurangi apalagi ditambah.” Celetuk Noreen yang hari ini jadi kurang bicara karena terinfeksi virus influenza. Disambut tawa rekan-rekan lainnya yang membuat Roestaw jadi riuh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;end&lt;/b&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-422028051687381489?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/422028051687381489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/dian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/422028051687381489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/422028051687381489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/dian.html' title='Dian'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-7040478502551043998</id><published>2010-08-24T12:47:00.006+07:00</published><updated>2011-01-16T06:01:04.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramuka'/><title type='text'>Lagu Pramuka Why Not !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;object height="344" style="background-image: url(&amp;quot;http://i4.ytimg.com/vi/wTB0JXZ_vVU/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/wTB0JXZ_vVU?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/wTB0JXZ_vVU?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita merasa enggan untuk mendengarkan lagu-lagu pramuka. Kesan gembira hingga sering dikatakan kekanak-kanakan dan lagunya juga itu-itu saja.&lt;br /&gt;tapi itu dulu, sekarang sudah berbeda. Lagu-lagu pramuka sekarang juga tidak kalah keren dan dengan musik yang bervariasi. itu menandakan pramuka mampu mengiringi perkembangan teknologi dalam mendidika generasi muda yang berjiwa bela negera.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-7040478502551043998?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/7040478502551043998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/praja-muda-karana-mars-lagu-pramuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7040478502551043998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/7040478502551043998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/praja-muda-karana-mars-lagu-pramuka.html' title='Lagu Pramuka Why Not !'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-5099196913605074193</id><published>2010-08-18T02:26:00.005+07:00</published><updated>2011-01-16T06:02:23.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pemenang Lomba Puisi "Aku Ingin Merdeka" 17/08/2010</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrecc_ltxI/AAAAAAAAAUs/ezYxIkbfYWU/s1600/untuk+sahabat.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrecc_ltxI/AAAAAAAAAUs/ezYxIkbfYWU/s320/untuk+sahabat.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walau mataku masih terasa berat setelah begadang menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 tepat pada pukul 24 bersama teman-teman Pramuka dari beberapa Provinsi yang terkumpul di forum chatting mIRC &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=115763586676&amp;amp;v=wall&amp;amp;ref=ts"&gt;#indonesian Scoutlink&lt;/a&gt; yang baru berakhir menjelang dini hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun ini, aku tidak mengikuti Upacara Hari Kemerdekaan seperti tahun-tahun sebelumnya yang tidak pernah absen. karena tuntutan profesi. Baru beberapa menit berselancar ditepian pantai dunia maya dipagi ini, sebuah pesan menghampiri inbox facebookku,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dari group &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=274194420818&amp;amp;ref=ts"&gt;Untuk Sahabat&lt;/a&gt; yang dikirim oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000080081552&amp;amp;ref=ts"&gt;Dang Aji&lt;/a&gt;, cukup singkat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"LOMBA PUISI MERDEKA ON THE SPOT UNTUK SAHABAT. SEBUAH CENDERAMATA MENARIK UNTUK ANGGOTA YANG BERUNTUNG : TEMA PUISI "AKU INGIN MERDEKA", TULIS PUISI DI WALL GROUP UNTUK SAHABAT (TANPA GAMBAR). BATAS LOMBA JAM 6 SORE (WIB). INGAT YA, DI WALL GROUP, BUKAN DI WALL DANG AJI. SELAMAT BERLOMBA......MERDEKAAA!!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sambil menggerayang otakku untuk mencari inspirasi, kubajak teman-teman yang sedang online di facebook untuk join di group &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=274194420818&amp;amp;ref=ts"&gt;Untuk Sahabat&lt;/a&gt; dan mengikuti lomba ini. meski tidak semua tapi beberapa teman-teman yang kubajak langsung ikut berpartisipasi dalam lomba ini dengan menampilkan puisi terbaik mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam terus kupantau puisi-puisi yang masuk dengan derasnya di aliran wall group untuk sahabat, membaca dan berkomentar dibeberapa puisi peserta lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Pukul 18 terdengar teriakan menggelegar &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000080081552&amp;amp;ref=ts"&gt;Dang Aji&lt;/a&gt; di wall group "TIME IS OVERRRRRRR....... LOMBA PUISI MERDEKA TAMAT!!!! TUNGGU KEPUTUSANNYA MALAM INI JUGA... WHO WILL BE THE WINNER????&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;berbagai komentar dan pertanyaan langsung menghampiri teriakan itu, harap-harap cemas siapa yang akan menjadi pemenangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Pukul dua puluh tiga lebih empat menit Dang Aji sang pengegas lomba melemparkan &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/dang-aji/juara-puisi-untuk-sahabat-aku-ingin-merdeka/420602797882"&gt;tautannya&lt;/a&gt; ke group &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=274194420818&amp;amp;ref=ts"&gt;Untuk sahabat&lt;/a&gt; untuk menjawab siapa yang menjadi pemenang dalam lomba kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Berikut puisi karya &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000555921582&amp;amp;ref=ts"&gt;Antie Rakhmaan&lt;/a&gt; yang terpilih menjadi pemenang diantara 140 puisi peserta lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrbqlX6FMI/AAAAAAAAAUc/bVDwdnWhP4k/s1600/Juara.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="385" src="http://1.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrbqlX6FMI/AAAAAAAAAUc/bVDwdnWhP4k/s400/Juara.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Puisi yang benar-benar layak menjadi juara dengan bahasanya yang mampu menghipnotis orang yang membacanya dan menggambarkan keadaan indonesia yang sebenarnya setelah 65 tahun merdeka, Selamat buat pemenang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dengan bangga juga kutampilkan &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=274194420818&amp;amp;v=wall&amp;amp;story_fbid=425329075818"&gt;puisi milikku&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrciMY95YI/AAAAAAAAAUk/BY_n6UhWj1Q/s1600/Puisi+annas23.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrciMY95YI/AAAAAAAAAUk/BY_n6UhWj1Q/s320/Puisi+annas23.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bagiku, Juara tidak&amp;nbsp; menjadi tujuan utama dalam mengikuti kompetisi ini, bisa menikmati proses lomba dengan waktu yang terbilang sangat singkat adalah hal berharga yang tidak bisa dibeli, alhamdulillah jika bisa menjadi pemenang itu adalah bonus dari proses yang kita lalui. setidaknya aku bisa mencurahkan rasa keprehatinan dan kepedulian terhadap bangsa yang sudah 65 tahun merdeka tapi masih ada warga negara yang belum menikmati seperti apa kemerdekaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-5099196913605074193?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/5099196913605074193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/lomba-puisi-aku-ingin-merdeka-17082010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/5099196913605074193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/5099196913605074193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/lomba-puisi-aku-ingin-merdeka-17082010.html' title='Pemenang Lomba Puisi &quot;Aku Ingin Merdeka&quot; 17/08/2010'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TGrecc_ltxI/AAAAAAAAAUs/ezYxIkbfYWU/s72-c/untuk+sahabat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-8308465002379255322</id><published>2010-08-09T06:13:00.008+07:00</published><updated>2011-01-16T06:03:28.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramuka'/><title type='text'>Cikal Kelapa tumbuh di dunia maya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelapa bisa tumbuh dimana saja, kalimat motivasi dan penuh makna yang menjelaskan bahwa seorang pramuka yang mudah beradaptasi dan selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam hidupnya, dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pagi ini kutemukan, bahwa cikal kelapa juga bisa tumbuh didunia maya. Meski &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85Yes7ibI/AAAAAAAAAUE/GPTrurxOyXU/s1600/jojo.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85Yes7ibI/AAAAAAAAAUE/GPTrurxOyXU/s320/jojo.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;JAMBOREE  ON THE AIR (JOTA) NASIONAL KE–67JAMBOREE ON THE INTERNET (JOTI) KE–25 serta berpartisipasi dalam 6th Asia-Pacific Regional Air/Internet  Jamboree Tahun 2010&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; udah ditutup pada pukul 16 tadi sore, tapi semangat jodi di chat room masih berlangsung hingga dini hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Pembicaraan memang rada-rada ngaco dan tidak terarah tapi tetap saja membuat para pemilik mata yang terinfeksi insomnia menyibukan jari mengetik huruf demi huruf turut meramaikan chat room. Bertanya, menjawab, meledek dan sebagainya semuanya terasa akrab dan kuyakini rata-rata tidak saling kenal sebelumnya. pulau sumatera, jawa, kalimantan dan pulau lainya ada yang mewakili.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Seiring waktu yang beranjak pagi, chat room mulai sepi dan satu persatu ditinggal pergi pengunjungnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85rFCM1HI/AAAAAAAAAUM/dwAcXmjIcz0/s1600/curhat.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85rFCM1HI/AAAAAAAAAUM/dwAcXmjIcz0/s320/curhat.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Terisisa Gatot Widodo dari Pontianak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Dhimaz dari Bandung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Dinda dari Tanjung Pinang tapi katanya sedang berada di Jogja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Dewi dari Medan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Evry dari Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Jho dari Solok dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;saya sendiri Annas Tupank dari Riau dan sedang berada disalah satu sudut kota Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Semua tersaji apa adanya, tawa lepas dan riang saat dihadapan monitor saat melihat komentar dan tanggapan dari teman-teman yang tidak pernah dikenal sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Chat room didominasi anak sumatera dan kalimantan dengan topik tidak jelas dan diisi dengan kursus singkat bahasa melayu, jawa sedikit, banjar sedikit dan bahasa lainnya masing-masing sedikit demi sedikit diantara canda tawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Tersirat do'a bersama buat kak dinda semoga bisa menjadi dokter gigi terbaik yang pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Cowok atau cewekah dia? tampan atau cantik kah dia? gendut atau kurus, mancung atau pesek hidungnya, hitam atau pirang kah rambutnya, semua itu tidak menyadi penghalang untuk menjadi akrab. satu hal yang menjadi kesamaan, rata-rata semuanya mengidap insomnia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85y9L7KnI/AAAAAAAAAUU/zWmTfbMQGIw/s1600/%23.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85y9L7KnI/AAAAAAAAAUU/zWmTfbMQGIw/s320/%23.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Pukul 03:08 dini hari (waktu pekanbaru dan sekitarnya) tersisa tiga unit manusia imsomnia yang masih menghuni chat room, Annas Tupank anak bontot berdarah Banjar kelahiran Sumatera, Gatot Widodo budak Melayu yang menghuni kota Pontianak dan Isniati Sari Dewi gadis berdarah Jawa kelahiran Sumatera. Dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam saya dan Gatot meng anugerahi Dewi sebagai Insomnia Girl Award.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya sendiri memutuskan untuk mengundurkan diri dengar teratur dari chat room mIRC karena saya yakin jika saya tida keluar kedua umat yang ada di Medan dan Pontianak itu juga tidak akan meninggalkan chat room mIRC&lt;span class="UIStory_Message"&gt; chatting beralih ke facebook dan sempat ada orang tidak dikenal yang usil dan mengancam kenyamanan kita dalam chatting, dengan koordinasi yang baik pelaku yang didiaknosis bisa mencemarkan nama baik itu kita kick dan remove dari &lt;/span&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;friends list.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;Saya kembali ke chat room atas saran Dewi dan keperluan pengambilan data pukul 06 sekian-sekian Gatot Widodo menulis :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;pontianak_gatot&amp;gt; juara sudah d dptkan...&amp;nbsp; ka dewi sebg pemenang&lt;br /&gt;&lt;pontianak_gatot&gt; hihihihii&lt;br /&gt;&lt;pontianak_gatot&gt; mohon pamit,,,,&amp;nbsp;&amp;nbsp; mo mengistirahatkan laptop dulu. dari td mlm hidup trus....&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; terima kasih atas prhtian kk, mohon maaf jika trdpt candaan yg menyinggung... insya Allah kita ktmu lg dlm chat ni berpa jam k dpn,,, selamat pagi, salam pramuka.........&amp;nbsp;&lt;/pontianak_gatot&gt;&lt;/pontianak_gatot&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;hingga detik ini gadis berdarah jawa kelahiran sumatera, dengan nick dewi_sumut_medan &lt;dewi_sumut_ medan=""&gt; itu masih berada di chat room mIRC&lt;/dewi_sumut_&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;dewi_sumut_medan&gt; salam jg bwt kak scoutkn2 ,,&lt;br /&gt;&lt;scoutkn2&gt; salam kpd dewi-sumut. Tidak terlibat dgn JOTA JOTI kemarin?&lt;br /&gt;&lt;perwira01&gt; kak dewi_sumut_medan kemarin ikut joti??&lt;br /&gt;&lt;dewi_sumut_medan&gt; JOTI aj kak ,,&lt;br /&gt;&lt;dewi_sumut_medan&gt; klo JOTA nya gak&lt;/dewi_sumut_medan&gt;&lt;/dewi_sumut_medan&gt;&lt;/perwira01&gt;&lt;/scoutkn2&gt;&lt;/dewi_sumut_medan&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;semoga room ini bisa menjadi rumah maya yang dapat memberikan rasa nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;percaya atau tidak Cikal Kelapa juga dapat tumbuh di dunia maya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-8308465002379255322?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/8308465002379255322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/cikal-kelapa-tumbuh-di-dunia-maya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8308465002379255322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/8308465002379255322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/08/cikal-kelapa-tumbuh-di-dunia-maya.html' title='Cikal Kelapa tumbuh di dunia maya'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TF85Yes7ibI/AAAAAAAAAUE/GPTrurxOyXU/s72-c/jojo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-2225972405986536282</id><published>2010-08-06T19:27:00.002+07:00</published><updated>2010-10-10T01:08:10.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kutipan'/><title type='text'>Jejak Sejarah 'Message in the Bottle'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TFFEXBlKusI/AAAAAAAAASs/jGuTEl5DOnU/s1600/message-in-a-bottle-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TFFEXBlKusI/AAAAAAAAASs/jGuTEl5DOnU/s320/message-in-a-bottle-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ini bukan dongeng. Tapi kejadian nyata yang terjadi sejak dulu kala.  Sejumlah kisah tentang pesan-pesan yang dimasukkan ke dalam botol dan  dihanyutkan ke lautan. Sebuah cara pengiriman pesan yang tetap dikenang  dalam sejarah manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pesan dalam botol (message in the bottle) adalah suatu bentuk komunikasi  "kuno". Caranya dengan menempatkan sebuah surat atau pesan singkat di  dalam sebuah tabung kedap air (bisa drum, botol kaca, botol plastik atau  kontainer khusus) dan dihanyutkan ke laut atau samudera. Biasanya pesan  tersebut tidak ditujukan kepada alamat tertentu, karena sifatnya yang  memang bisa mencapai wilayah mana saja tergantung arus laut. Karena itu,  penggunaan pesan dalam botol biasanya dilakukan dalam keadaan darurat  seperti pesan permintaan tolong yang dilakukan kapal tenggelam, kapal  rusak, atau orang yang terdampar di pulau terpencil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun karena ketidakefektifan dan terkesan "untung-untungan", pengiriman  pesan dalam botol ini pun akhirnya tidak termasuk dalam sistem  pengiriman pesan formal. Namun masih banyak orang hingga kini yang  memakainya sebagai bagian dari hiburan, kesenangan dan permainan. Bahkan  istilah pesan dalam botol juga sudah mengalami perubahan makna. Bukan  lagi pesan yang benar-benar disimpan dalam botol, tapi sudah mengandung  frase (pengertian) mengenai sebuah pesan yang disampaikan lewat media,  khusus dengan target tak terarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Botol memang sebuah wadah yang tepat untuk kondisi lautan. Sifat bahan  pembuatnya yang dari kaca, menyebabkan botol tidak terkena erosi air,  kerusakan akibat air asin dan sangat sulit diurai. Selain itu, botol  tertutup rapat akan kedap air dan berisi udara di dalamnya yang  memungkinkan terapung dalam waktu lama. Karena sifatnya yang mengapung,  botol akan mengikuti arah angin dan arus laut, hingga berhenti saat  terhempar ke pantai dan daratan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sejarah, catatan pertama penggunaan pesan dalam botol telah  dilakukan pada tahun 310 SM oleh filsuf Yunani kuno Theophrastus,  sebagai bagian dari eksperimen arus laut untuk memperlihatkan bahwa Laut  Mediterania adalah satu aliran dengan Samudera Atlantik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu catatan lain juga membukukan bahwa Christopher Colombus (1451-1506)  sang penjelajah dan penemu Benua Amerika (New World) menggunakan pesan  dalam botol saat armada kapalnya dihantam sejumlah badai lautan. Ia  memasukkan laporan singkat catatan perjalanannya dan pesan khusus untuk  Ratu Spanyol ke dalam sebuah drum, lalu melemparkannya ke laut. Ia  berharap agar pesan itu bisa diterima, walaupun ia tak selamat dari  amukan badai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas di abad 16, Angkatan Laut Inggris menggunakan pesan dalam botol  untuk memberi informasi kepada sesama armada kapal Inggris. Pesan itu  memuat informasi intelijen penting mengenai posisi musuh dan keadaan  perairan. Namun karena seringkali nelayan menemukan botol pesan itu lalu  membukanya, pesan intelijen pun bocor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ratu &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD12" style="font-size: small;"&gt;Elizabeth&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; I yang murka  karena data intelijen sering dibuka dan akhirnya diketahui publik,  kemudian menetapkan aturan khusus bahwa pesan dalam botol milik Angkatan  Laut Inggris dan Kerajan Inggris tidak boleh dibuka sembarangan,  kecuali oleh pejabat khusus pembuka pesan kerajaan "Uncorker of Ocean  Bottles". Pelanggaran terhadap perintah ini diancam hukuman &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD10" style="font-size: small;"&gt;mati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penggunaan pesan dalam botol dalam catatan paling modern dilakukan oleh  "manusia perahu" pada Mei 2005. Sejumlah 88 perahu kaum migran ini  diselamatkan dari lepas pantai &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD8" style="font-size: small;"&gt;Costa Rica&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  setelah otoritas terdekat menemukan pesan dalam botol dari sebuah kapal  nelayan yang merapat. Pesan dalam botol itu ternyata diikatkan oleh  konvoi kapal-kapal pengungsi itu ke sebuah kapal nelayan yang melintas  di dekat mereka. Isinya pesan singkat SOS memohon mereka diselamatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Romantisme Pesan Dalam Botol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada satu kisah romantis yang tetap dikenang tentang pesan dalam botol.  Kisah tentang sepasang anak manusia yang mulanya terpisah ribuan mil  oleh lautan, namun akhirnya bersatu dalam ikatan cinta sejati.  Perjodohan yang dibawa sebuah pesan dalam botol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah Ake &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7" style="font-size: small;"&gt;Viking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, seorang pelaut  Swedia yang merasa sangat kesepian. Ia bekerja di sebuah kapal pesiar  yang senantiasa mengarungi belahan dunia. Karena pekerjaannya di atas  kapal, ia tak sempat bersosialisasi dengan kehidupan di daratan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tahun 1956, ia mencurahkan kerinduannya dalam sebuah surat. Dalam  pesannya ia berharap akan menemukan seorang gadis pujaan hati untuk  dipersunting sebagai istrinya. Ia meminta siapa saja wanita muda yang  menemukan pesan itu agar membalas suratnya. Dengan untung-untungan pun  ia memasukkan pesan itu ke dalam sebuah botol anggur bekas dan  melemparnya ke tengah lautan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbulan-bulan kemudian, seorang nelayan tua di Sisilia (Itali)  menemukan pesan itu tersangkut di jalanya. Ia kemudian membuka botol itu  dan membaca surat di dalamnya. Si nelayan membawa pulang pesan dalam  botol itu dan dengan bercanda menunjukkan surat tersebut kepada  putrinya, Paolina. Tergelitik keisengan dan rasa penasaran &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11" style="font-size: small;"&gt;serta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  merasa bahwa ini semacam permainan yang mengasyikkan, Paolina membalas  surat tersebut ke alamat perusahan kapal pesiar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam bulan-bulan berikutnya suratnya berbalas, Ake Viking dan Paolina  kemudian terlibat intens dalam surat menyurat tanpa pernah bertemu.  Obrolan korespondensi menjurus hal-hal romantis dan hubungan mereka  semakin menghangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua tahun kemudian, Ake Viking mengambil cuti mengunjungi Paolina di Sisilia. Jodoh pun terpaut dan Ake Viking berjanji untuk kembali lagi. Pada musim gugur 1958, Ake Viking  kembali ke Sisilia dan melamar Paolina pada pertemuan kedua mereka.  Kedua sejoli ini pun akhirnya menikah di tahun itu juga. Wah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kisah-kisah Pesan Dalam Botol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak fakta yang berhubungan erat dengan pesan dalam botol. Kisahnya  berbau sains, misteri dan romantisme… namun memang sarat nuansa humanis.  Hanya berawal dari sebuah pesan dalam botol!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Satu kisah nyata memilukan yang misterius berasal dari catatan Chunosuke  Matsuyama. Ia adalah seorang pelaut Jepang yang menjadi korban kapal  karam bersama 44 krunya di tahun 1784. Dalam pelayaran, kapal mereka  dihantam badai dan karam di lautan Pasifik. Matsuyama dan sejumlah  krunya yang selamat terdampar di sebuah pulau karang terpencil di  Pasifik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setengah putus asa melihat rekannya satu persatu tewas kelaparan,  Matsuyama menuliskan tragedi yang menimpa mereka di atas sebuah kulit  kayu lalu memasukkannya ke sebuah botol. Setelah menyegel botol agar  kedap air, ia melemparkannya ke lautan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kira-kira 150 tahun kemudian di tahun 1934, pesan dalam botol yang  dituliskan Matsuyama tersapu ombak dan mendarat di pantai berpasir di  desa kelahirannya. Tak ada penjelasan yang bisa menjawab bagaimana pesan  itu bisa sampai di desa kelahiran Matsuyama?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan dari Medan Perang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keanehan lain datang dari medan pertempuran Perang Dunia I. Saat berlayar melintasi Selat Inggris (&lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4" style="font-size: small;"&gt;English&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5" style="font-size: small;"&gt;Channel&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;) menuju front tempur (1914), seorang prajurit infantri Inggris &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9" style="font-size: small;"&gt;Thomas Hughes&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  yang didera kerinduan pulang ke rumah menulis sebuah surat untuk  istrinya. Surat itu dimasukkannya ke dalam sebuah botol kedap air dan  dilemparnya ke lautan. Dua hari kemudian konvoi kapal mereka diserang  dan Thomas Hughes dilaporkan tewas dalam pertempuran itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Delapan puluh lima tahun kemudian di bulan Maret 1999, seorang nelayan  menemukan sebuah botol tua yang berisi pesan dari muara Sungai &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3" style="font-size: small;"&gt;Thames&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. Ia membaca pesan tersebut lalu menempuh perjalanan ke &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2" style="font-size: small;"&gt;Auckland&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;,  Selandia Baru untuk mengantarkan surat itu secara langsung kepada putri  Hughes. Putri Hughes berusia 86 tahun itu sangat terharu. Ini adalah  satu-satunya surat yang pernah diterimanya dari sang ayah, seumur  hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kisah lain berasal dari dua tentara &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6" style="font-size: small;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  di masa PD I. Dalam perjalanan menuju front tempur di Prancis, mereka  sepakat membuat surat untuk ibunya. Mereka memasukkan surat tersebut ke  dalam botol dan melarungnya ke laut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua tentara ini dilaporkan tewas dalam pertempuran di Prancis. Namun  pesan dalam botol itu ditemukan 37 tahun kemudian. Botol itu terdampar  di pantai Pulau &lt;/span&gt;&lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1" style="font-size: small;"&gt;Tasmania&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; pada tahun 1953. Surat itu diantarkan kepada kedua ibu serdadu itu dan mengenalinya sebagai tulisan tangan asli anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pesan lain muncul dari sebuah botol yang lolos dari medan perang  Eropa-Afrika. Sebuah pesan dalam botol ditemukan dari pantai Maine AS,  1944. Pesan itu berisi laporan singkat: "Our ship is sinking. SOS didn't  do any good. Think it's the end. Maybe this message will get to the US  some day" (Kapal kami tenggelam. SOS tidak berbalas. Kami habis. Mungkin  suatu saat nanti, pesan ini akan mencapai Amerika Serikat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah diteliti, ternyata pesan itu berasal dari kapal Perusak USS  Beatty (DD-640), yang dihantam torpedo armada Jerman di laut wilayah  barat, laut Afrika dan karam tak jauh dari selat Gibraltar pada 6  November 1943 saat Perang Dunia II.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah Penyelamatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tak selamanya pesan dalam botol terlambat tiba. Akibat sebuah pesan  dalam botol, sekelompok pelaku pemberontak di atas kapal (mutiny)  ternyata berhasil ditangkap. Kejadiannya bertahun 1875.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di atas kapal layar bertiang tiga (bark) Lennie milik Canada, terjadi  pemberontakan seluruh kru terhadap sejumlah perwira kapal. Kapal  tersebut diambil alih dan menyisakan seorang perwira rendah yang  memahami navigasi dan sistem kemudi kapal. Ia mengarahkan kapal menuju  perairan Prancis dan mengatakan pada para pemberontak bahwa mereka  berada di wilayah Spanyol. Saat itu si juru mudi melemparkan sejumlah  pesan dalam botol tentang tragedi di atas kapal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata salah satu pesan dalam botol ditemukan otoritas Prancis dan  langsung meresponnya. Masih berlayar di perairan Prancis, kapal tersebut  dihentikan Angkatan Laut Prancis dan seluruh kru yang memberontak  ditangkap. Para pemberontak heran, mengapa aksi pemberontakan mereka  bisa diketahui otoritas Prancis. Kekuatan sebuah pesan dalam botol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan "Ilmiah" dalam Botol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berawal dari kebiasaan mengirimkan pesan dalam botol, akhirnya sebuah  temuan ilmiah terjadi. Yaitu pemetaan aliran arus teluk dan peta arus  laut (Gulf Stream Map) oleh Benjamin Franklin. Ia yang pertama kali  melakukan pemetaan aliran arus teluk yang melengkapi peta arus laut yang  dasarnya dipakai hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejumlah percobaan telah dilakukan dan menyimpulkan bahwa sangat sulit memprediksi arah hanyut sebuah botol di laut lepas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada percobaan menggunakan dua botol dilarungkan ke laut secara bersamaan  dari lepas pantai Brazil. Botol pertama hanyut selama 130 hari dan  ditemukan di pantai Afrika. Botol yang lain hanyut ke arah barat laut  selama 190 hari dan terdampar di Nikaragua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian lain, membuktikan bahwa arah botol yang terapung di laut  tergantung pada kecepatan angin dan arus laut. Bisa saja botol tersebut  terapung-apung mengikuti arah angin, meniupnya seiring gelombang air.  Atau terseret arus teluk dan arus laut yang membawanya dengan kecepatan 4  knot sejauh 100 mil per hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perjalanan botol terjauh dan terlama dalam eksperimen adalah botol yang  dijuluki Flying Dutchman (namanya sesuai legenda tua kapal hantu yang  terapung di laut lepas). Dilemparkan pertama kali dalam ekspedisi ilmiah  ilmuwan Jerman pada 1929 di wilayah selatan Laut Hindia. Di dalamnya  ada pesan singkat yang memohon penemu botol itu agar menuliskan lokasi  ditemukan botol itu dan kemudian melemparnya kembali ke laut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Eksperimen si Jerman membuktikan bahwa botol pesan itu melambung ke  Amerika Selatan melintasi Atlantik, lalu kembali ke Samudera Hindia dan  terdampar di perairan Barat Australia pada 1935. Tercatat bahwa botol  itu mengarungi samudera sejauh 16.000 mil selama 2.447 hari (sekitar 6,5  tahun) dengan kecepatan jelajah rata-rata 6 mil laut perhari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Temuan paling penting dilakukan Benjamin Franklin. Ketika dia menjabat  sebagai kepala kantor pos Inggris untuk koloni Amerika, ia menyadari  bahwa para kapten kapal penangkap paus mengetahui arus laut lebih baik  ketimbang mitranya dari Inggris. Kapal-kapal Amerika menyeberangi Laut  Atlantik jauh lebih cepat dibandingkan kapal-kapal Inggris untuk  mengantarkan paket pos. Ia pun menyusun sebuah peta berdasarkan  pengetahuan para pelaut penangkap paus dan informasi yang diperolehnya  dengan menjatuhkan sejumlah botol dengan instruksi tertulis ke dalam  arus teluk laut (gulf stream) dan meminta siapa-siapa yang menemukanya  untuk mengembalikan botol-botol tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasarkan semua informasi itu, ia pun mengaplikasikannya menjadi  sebuah peta arus laut. Ia pun menjadi pencipta peta Gulf Stream pertama  dan menerbitkannya tahun 1770 bersama rekannya, kapten kapal penangkap  paus Timothy Folger. Kopian peta tersebut sempat hilang selama hampir  200 tahun hingga akhirnya ditemukan di Prancis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.harian-global.com/comment.php?comment.news.15197" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.harian-global.com/comment...ent.news.15197&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8647460876606790094-2225972405986536282?l=annastupank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annastupank.blogspot.com/feeds/2225972405986536282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/07/jejak-sejarah-message-in-bottle.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/2225972405986536282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8647460876606790094/posts/default/2225972405986536282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annastupank.blogspot.com/2010/07/jejak-sejarah-message-in-bottle.html' title='Jejak Sejarah &apos;Message in the Bottle&apos;'/><author><name>Annas Tupank</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11572079293819326354</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TJdVl6rhmWI/AAAAAAAAAeg/Ks4isyOiCKQ/S220/5123_101668169843533_100000010510736_54769_8302937_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TFFEXBlKusI/AAAAAAAAASs/jGuTEl5DOnU/s72-c/message-in-a-bottle-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647460876606790094.post-4542401796546473239</id><published>2010-08-05T16:54:00.002+07:00</published><updated>2011-01-16T06:04:55.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Mendulang Emas dalam Ponsel dan SIM Card!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TFqJ7W24iaI/AAAAAAAAATk/FdPGaLiut4I/s1600/simcards1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Hj9eDLEvc84/TFqJ7W24iaI/AAAAAAAAATk/FdPGaLiut4I/s320/simcards1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anda pengguna ponsel yang suka gonta-ganti kartu SIM untuk  mencari yang murah lalu begitu pulsa habis membuang kartu tersebut? Coba  pikir-pikir lagi. Di dalam kartu itu ternyata ada emasnya! Ponsel bekas  yang karena tua dan tidak laku dijual lalu acap dibuang begitu saja pun  mengandung emas, tembaga dan perak. &lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Percaya  tidak, sebuah perusahaan di Singapura dan Jepang&amp;nbsp;sudah mulai menjadi  anggota Lasykar Mandiri (julukan keren untuk pemulung), khusus ponsel  tua dan kartu SIM yang dibuang orang. Proses para pemulung ponsel dan  kartu SIM bekas ini sama saja dengan juragan pemulung biasa: menyerahkan  hasil kumpulannya ke pengolah atau mengolahnya sendiri untuk memisahkan  komponen-komponen yang ada dalam kartu SIM atau ponsel. Dari jutaan  kartu dan ribuan ponsel yang dikumpulkan, mereka bisa mendulang kiloan  emas murni dan puluhan bahkan ratusan kilo tembaga, perak, timah dan  beberapa macam lagi.&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari mana emas atau  logam-logam itu datang? Dalam sirkit di ponsel atau chip di kartu&amp;nbsp;SIM  (GSM) ata
